PSG Kuasai Eropa dan Liga Prancis: Gelar Tim Terbaik Dunia hingga Puncak Klasemen Ligue 1
Kalimantan Update – 27 Oktober 2026 | Paris Saint-Germain (PSG) kembali menegaskan dominasinya di panggung sepak bola dunia. Klub raksasa asal Prancis itu dinobatkan sebagai Tim Terbaik Dunia atau Tim Putra Tahun Ini dalam gala Ballon d’Or yang digelar di London, sekaligus memuncaki klasemen Ligue 1 untuk pertama kalinya musim ini setelah mengalahkan Olympique Lyonnais 2-0 di Parc des Princes, Senin malam waktu setempat. Prestasi psg ini menjadi bukti nyata bahwa era keemasan klub asuhan Luis Enrique sedang berlangsung.
Dua Kali Beruntun Raih Gelar Tim Terbaik
Penghargaan Tim Terbaik Dunia yang diberikan majalah France Football sejak 2021 itu jatuh ke tangan Paris Saint-Germain untuk kedua kalinya secara beruntun. Sebelumnya, Chelsea menjadi penerima pertama pada 2021, disusul Manchester City dua kali, Real Madrid, dan kini PSG yang menorehkan sejarah dengan dua gelar beruntun. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan psg mempertahankan gelar Liga Champions, sebuah pencapaian yang diakui sebagai salah satu yang tersulit dalam sepak bola modern.
Selain trofi Liga Champions, dalam kampanye musim lalu klub ibu kota Prancis itu juga menyapu bersih gelar domestik dan internasional, yakni juara Ligue 1, Piala Super Prancis, Piala Super Eropa, serta Piala Interkontinental FIFA. Raihan tersebut menempatkan psg di posisi teratas sebagai klub paling dominan di Eropa saat ini.
Bersaing Ketat dengan Klub-Klub Raksasa
Dalam ajang penghargaan tersebut, PSG menyingkirkan sejumlah klub besar dunia seperti Bodø/Glimt, Arsenal, Bayern München, dan Flamengo. Meski kalah, Bodø/Glimt tetap mencatat sejarah sebagai klub Norwegia pertama yang masuk nominasi berkat penampilan impresif di Liga Champions, termasuk mengalahkan Manchester City, Atlético Madrid, dan Inter Milan. Direktur harian Bodø/Glimt, Frode Thomassen, mengaku bangga bisa bersaing dengan klub sekelas psg. Sementara itu, di kategori sepak bola wanita, Barcelona dinobatkan sebagai Klub Wanita Terbaik untuk ketiga kalinya dalam sejarah.
Taklukan Lyon dan Rebut Puncak Klasemen
Di sisi lain, PSG menutup pekan kedelapan Ligue 1 dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Lyon. Kemenangan ini membawa Paris Saint-Germain ke puncak klasemen untuk pertama kalinya musim ini dengan koleksi 17 poin, unggul satu angka atas Rennes (16 poin), diikuti Lille dan Monaco (15 poin), serta Lyon (14 poin). Hasil ini terasa istimewa karena diraih di tengah badai cedera yang menerpa sejumlah pemain kunci seperti Kvara, Ousmane Dembélé, Marquinhos, dan Nuno Mendes.
Dua pemain pengganti menjadi pahlawan kemenangan psg. Senny Mayulu, yang baru masuk tujuh menit sebelumnya, membuka keunggulan lewat tembakan keras dari tepi kotak penalti pada menit ke-72. Kemudian rekrutan musim panas, Mika Godts, memastikan kemenangan dengan tembakan keras serupa pada menit ke-84. Gol perdana Godts bersama PSG ini menjadi suntikan moral berharga di tengah absennya sejumlah penyerang utama. Kemenangan tersebut sekaligus membalas kekalahan 1-2 dari Lyon pada musim lalu dan menjadi kemenangan ketujuh beruntun di semua kompetisi.
Dampak bagi Persaingan Gelar
Keberhasilan psg mengudeta puncak klasemen menjadi sinyal kuat bagi para pesaingnya. Meski sempat terseok-seok di awal musim, tim asuhan Luis Enrique itu kini kembali menunjukkan konsistensi. Menariknya, kemenangan atas Lyon terjadi bersamaan dengan berlangsungnya gala Ballon d’Or di London, di mana hanya Ousmane Dembélé yang mewakili PSG karena kondisi cedera. Kombinasi gelar individu-kolektif dan performa di lapangan menegaskan bahwa Paris Saint-Germain bukan sekadar klub kaya, melainkan kekuatan sepak bola yang terstruktur dan berkelanjutan.
Bagi Lyon, kekalahan ini menjadi pukulan tersendiri, meski bek asal Jenewa, Zachary Athekame, tampil penuh sepanjang pertandingan. Sementara itu, di kompetisi lain, Real Madrid menumbangkan Barcelona 2-1 lewat dua gol Kylian Mbappé, dan Bayern München menang 3-1 atas Freiburg meski tanpa pelatih Vincent Kompany yang dirawat di rumah sakit.
Kesimpulan
Dominasi psg sepanjang 2026 tidak terbantahkan. Gelar Tim Terbaik Dunia dua kali beruntun, deretan trofi bergengsi, serta posisi puncak klasemen Ligue 1 menjadi bukti bahwa proyek jangka panjang klub asal Paris itu mulai menuai hasil. Tantangan ke depan tetap ada, terutama menjaga konsistensi di tengah jadwal padat dan badai cedera. Namun jika mampu mempertahankan momentum ini, Paris Saint-Germain berpeluang besar menorehkan sejarah sebagai salah satu klub paling dominan di era modern.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: France Football, TV 2, Keystone-ATS, AFP
