Kalimantan Update – 05 Oktober 2026 | Pertandingan bertajuk yunani vs jerman pada matchday keempat UEFA Nations League 2026/2027 Liga A Grup 2 berakhir tanpa pemenang. Bermain di Toumba Stadium, Thessaloniki, Senin (5/10/2026) dini hari WIB, Jerman dipaksa bermain imbang 0-0 oleh tuan rumah Yunani. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Die Mannschaft yang tengah berjuang menemukan konsistensi di era kepelatihan Jurgen Klopp.
Laga berjalan sengit sejak menit pertama. Yunani langsung memberikan ancaman melalui sundulan Georgios Masouras yang menyambut umpan silang Kostas Tsimikas, namun kiper Jerman Jonas Urbig mampu mengamankan gawangnya. Jerman kemudian mengambil kendali permainan dan menciptakan sejumlah peluang melalui Florian Wirtz, Derry Scherhant, dan Tom Bischof, tetapi pertahanan tuan rumah yang dikawal Konstantinos Tzolakis tampil solid.
Memasuki babak kedua, Jerman tetap mendominasi penguasaan bola. Lennart Karl melepaskan tembakan melengkung yang berhasil dihalau Tzolakis. Yunani mencoba membalas melalui sundulan Konstantinos Mavropanos, tetapi Urbig kembali tampil sigap. Pertandingan berjalan semakin keras dan sering terhenti akibat pelanggaran. Masouras kembali memperoleh peluang emas, namun sundulannya masih melambung di atas mistar gawang.
Pada 15 menit terakhir, Jerman meningkatkan intensitas serangan demi meraih tiga poin. Namun, upaya Die Mannschaft tidak membuahkan hasil. Pertahanan rapat Yunani mampu meredam setiap serangan yang dibangun Wirtz dan kolega. Hingga peluit panjang dibunyikan, kedudukan tetap 0-0.
Hasil imbang ini memperpanjang catatan kurang meyakinkan Jurgen Klopp bersama Jerman. Dari empat pertandingan pertamanya sebagai pelatih Die Mannschaft, Klopp baru meraih satu kemenangan. Jerman kini berada di peringkat ketiga Grup A2 dengan lima poin, sementara Yunani kokoh di posisi kedua dengan delapan poin. Situasi ini membuat Jerman menghadapi jalan terjal untuk lolos ke Nations League Finals. Die Mannschaft bahkan berpotensi gagal mencapai putaran final untuk keempat kali dalam lima edisi terakhir Nations League.
Sebelumnya, pada pertemuan pertama, Yunani sukses mengejutkan Jerman dengan kemenangan 1-0. Kekalahan itu menjadi yang pertama bagi Jerman di era Klopp. Kini, dalam duel yunani vs jerman jilid kedua, tuan rumah kembali membuktikan bahwa mereka bukan lawan yang bisa diremehkan. Yunani membuka Nations League dengan kemenangan 2-1 atas Serbia, lalu menaklukkan Jerman 1-0, dan bermain imbang 2-2 melawan Belanda. Tim asuhan Ivan Jovanovic masih diperkuat pemain-pemain penting seperti Kostas Tsimikas, Konstantinos Mavropanos, Fotis Ioannidis, Christos Tzolis, Vangelis Pavlidis, dan talenta muda Konstantinos Karetsas.
Di kubu Jerman, masalah kebugaran menjadi kendala utama. Kai Havertz dan Jamal Musiala absen karena cedera, sementara Nico Schlotterbeck dipastikan tidak tersedia setelah mengalami cedera ligamen pergelangan kaki. Meski secara sejarah Jerman masih unggul jauh dalam pertemuan kedua tim, dengan tujuh kemenangan berbanding satu milik Yunani dan tiga laga berakhir imbang, kemenangan terakhir Yunani telah memberikan kepercayaan diri ekstra bagi para pemain.
Statistik pertandingan menunjukkan Jerman lebih dominan dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan. Namun, efektivitas serangan menjadi masalah utama. Yunani bermain disiplin dengan formasi 4-4-2 yang rapat, mengandalkan serangan balik cepat melalui Masouras dan Ioannidis. Sementara Jerman, yang mengusung formasi menyerang, kesulitan menembus pertahanan berlapis tuan rumah. Kiper Jonas Urbig dan Konstantinos Tzolakis sama-sama tampil gemilang, mencatatkan penyelamatan penting sepanjang laga.
Dengan hasil ini, persaingan di Grup A2 semakin ketat. Yunani tetap berada di jalur yang tepat untuk melaju ke putaran final, sedangkan Jerman harus segera bangkit pada pertandingan berikutnya jika ingin menjaga asa. Duel yunani vs jerman kali ini menjadi bukti bahwa sepak bola Eropa semakin kompetitif, di mana tim-tim non-unggulan mampu memberi perlawanan sengit kepada raksasa seperti Jerman.
Pelatih Yunani, Ivan Jovanovic, mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya. Ia menilai timnya mampu menjalankan strategi dengan baik dan tampil disiplin sepanjang pertandingan. Sementara itu, Jurgen Klopp mengakui timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah, terutama dalam hal penyelesaian akhir dan konsistensi performa.
Laga yunani vs jerman ini juga menjadi sorotan karena memperlihatkan bagaimana sebuah tim dengan materi pemain lebih mumpuni bisa kesulitan menghadapi lawan yang bermain kolektif dan penuh semangat. Bagi Jerman, hasil ini menjadi alarm bahwa perjalanan mereka di Nations League tidak akan mudah. Mereka masih memiliki beberapa pertandingan tersisa untuk memperbaiki posisi, namun tekanan semakin besar mengingat ekspektasi tinggi terhadap Die Mannschaft.
Secara keseluruhan, pertandingan berjalan menarik dan penuh tensi. Meski tanpa gol, kedua tim menampilkan permainan berkualitas dengan intensitas tinggi. Yunani sukses memanfaatkan status tuan rumah untuk menahan imbang tim tamu, sementara Jerman harus pulang dengan kepala tertunduk dan pekerjaan rumah besar menanti. Kini, pertanyaan besar muncul: mampukah Jerman bangkit dan lolos ke Nations League Finals, atau akankah Yunani kembali menorehkan kejutan di pentas Eropa?
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Media Kampung, ANTARA, UEFA.com

