Dony Oskaria di Balik Transformasi Besar BUMN: Danareksa Jadi Operator Kawasan Industri hingga Reaktivasi Rel Sumbar
Kalimantan Update – 29 Oktober 2026 | Nama Dony Oskaria kembali mencuri perhatian publik tanah air. Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara itu kini menjadi sosok sentral di balik sejumlah proyek strategis nasional, mulai dari transformasi PT Danareksa (Persero) menjadi operator kawasan industri, percepatan pembangunan infrastruktur di Sumatra Barat, hingga penataan kawasan bandara. Dony Oskaria tampak serius menuntaskan agenda konsolidasi dan penyederhanaan struktur usaha (streamlining) BUMN yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pertemuan dengan jajaran Direksi dan Komisaris Utama PT Danareksa (Persero) di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (19/10/2026), Dony Oskaria menegaskan arah baru perusahaan pelat merah tersebut. Danareksa tidak lagi berperan sebagai holding serba bisa, melainkan difokuskan menjadi pengelola dan operator kawasan industri terintegrasi yang mampu mengembangkan ekosistem pendukung aktivitas industri dan pertumbuhan ekonomi.
“Hanya akan fokus menjadi operator kawasan industri. Yang diharapkan itu KEK, kawasan industrial estate itu benar-benar menjadi kota, nanti kan kita ada smart city di dalamnya,” ujar Dony, mengutip akun Instagram resmi BP BUMN.
Konsolidasi 12 Kawasan Industri dan Target 2026
Konsolidasi yang dijalankan mencakup 12 kawasan industri dalam portofolio BUMN, dengan lima kawasan di antaranya telah siap memasuki tahapan transaksi. Penataan ini menjadi fondasi bagi Danareksa untuk menyusun model bisnis baru, mengidentifikasi sumber pendapatan, serta merumuskan arah pengembangan kawasan industri secara lebih terarah.
Dony Oskaria menekankan bahwa seluruh proses konsolidasi dan streamlining harus tuntas pada 2026 agar penataan model bisnis dapat dimulai pada 2027. Untuk itu, Danareksa didorong segera merampungkan roadmap pengembangan kawasan industri sebagai acuan menentukan strategi dan prioritas ke depan.
“Karena kawasan industri ini akan menjadi salah satu enabler untuk menarik investor masuk ke Indonesia dan membuka lapangan pekerjaan, sehingga pengembangan ini harus dilakukan secara masif,” tegasnya.
Menurutnya, kawasan industri yang dikelola BUMN memiliki mandat berbeda dari kawasan industri swasta. Selain berorientasi pada pertumbuhan bisnis, transformasi Danareksa juga membawa tugas negara untuk mengundang sebanyak mungkin investasi masuk ke Indonesia serta menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.
Sinergi Infrastruktur di Sumatra Barat
Belum selesai dengan agenda Danareksa, Dony Oskaria langsung turun ke lapangan meninjau progres pembangunan Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Flyover Panorama I (Sitinjau Lauik I) di Sumatra Barat, Selasa (27/10). Ia hadir bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Wali Kota Padang Fadly Amran, serta jajaran Direksi PT Hutama Karya (Persero).
Hingga 23 Oktober 2026, progres fisik proyek tersebut telah mencapai 35,275 persen, ditandai dengan selesainya pekerjaan Jembatan 1 serta pelaksanaan erection girder Jembatan 3 segmen A1–P1 pada 26–27 Oktober 2026. Proyek ini mengadopsi sejumlah teknologi modern seperti Lead Rubber Bearing (LRB), Structural Health Monitoring System (SHMS), drone LiDAR, Building Information Modeling (BIM), Common Data Environment (CDE), dan Augmented Reality (AR).
“Terima kasih untuk seluruh tim yang telah bekerja keras dan sangat baik. Apa yang kita lakukan saat ini adalah sebuah warisan yang akan dikenang oleh generasi berikutnya. Karena itu, lakukan dengan sepenuh hati,” ungkap Dony Oskaria.
Pada hari yang sama, ia juga menghadiri pencanangan reaktivasi jalur kereta api di Stasiun Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Pemerintah menyiapkan anggaran mencapai Rp11 triliun untuk proyek reaktivasi yang ditargetkan tuntas dalam tiga hingga empat tahun ke depan. Tahap awal akan mereaktivasi jalur Kayu Tanam menuju Padang Panjang sepanjang 15,3 kilometer pada 2027 setelah kajian selesai.
“Jalur kereta api yang diaktifkan diharapkan bisa membawa dampak ke logistik juga, membawa hasil pertanian dan pertambangan dengan kereta api,” ujar Dony. Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyebut ketimpangan rasio jalur aktif antara Jawa yang mencapai 7.000 kilometer dan luar Jawa yang masih di bawah 1.000 kilometer menjadi alasan urgensi proyek ini.
Penataan Bandara dan Warisan bagi Generasi Mendatang
Agenda padat Dony Oskaria berlanjut ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Ia meninjau proyek beautifikasi Terminal Keberangkatan yang realisasinya telah mencapai 78 persen hingga akhir Oktober 2026. Pengerjaan berfokus pada finishing interior, pemasangan pencahayaan LED estetis, instalasi counter layanan dan furnitur baru, serta ornamen artistik bermotif Minangkabau.
“Seluruh rangkaian pekerjaan beautifikasi ditargetkan rampung sepenuhnya dan siap beroperasi pada bulan Desember 2026. Kami memastikan hasil akhir pekerjaan ini tidak hanya mempercantik tampilan fisik bandara, tetapi juga secara signifikan meningkatkan standar kenyamanan dan customer experience para penumpang,” kata Dony.
Untuk memastikan target tercapai, manajemen menetapkan langkah strategis berupa percepatan dan pengawasan ketat terhadap kontraktor, pengujian fasilitas (commissioning test), serta pelaporan progres mingguan kepada Manajemen Injourney Airport dengan tetap memprioritaskan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Rangkaian langkah tersebut menegaskan peran Dony Oskaria sebagai motor penggerak transformasi BUMN yang tidak hanya berorientasi pada kinerja korporasi, tetapi juga pada dampak nyata bagi perekonomian daerah dan masyarakat. Melalui konsolidasi Danareksa, percepatan infrastruktur konektivitas, hingga penataan fasilitas publik, BP BUMN dan Danantara berupaya memastikan BUMN hadir sebagai penggerak investasi, pencipta lapangan kerja, dan penyedia layanan yang berdaya saing serta berkelanjutan. Semua langkah ini pada akhirnya bermuara pada satu tujuan besar: memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan dirasakan manfaatnya hingga generasi mendatang.
