Inggris Dilanda Rentetan Insiden: Dari Al-Qur'an Dirusak hingga Dakwaan Spionase Iran
Kalimantan Update – 29 Oktober 2026 | Berbagai peristiwa menonjol mewarnai Inggris dalam sepekan terakhir, mulai dari kasus penodaan kitab suci di Sheffield, dakwaan spionase yang melibatkan Iran, pelemahan pasar tenaga kerja, hingga temuan arkeologis bersejarah di Westminster Abbey. Rentetan kejadian ini menunjukkan dinamika sosial, keamanan, dan budaya yang tengah berlangsung di Inggris.
Al-Qur’an Dirusak di Depan Masjid Sheffield
Insiden penodaan Al-Qur’an kembali mengguncang kota Sheffield, Inggris. Sebuah Al-Qur’an yang telah dinodai ditemukan dilempar di area Wybourn Islamic Centre, menandai kejadian serupa kedua dalam dua bulan terakhir setelah peristiwa serupa pada awal September. Rekaman CCTV yang dirilis kepolisian memperlihatkan seorang pria berpakaian hitam dengan tinggi sekitar 175 sentimeter yang diduga terlibat dalam kejahatan kebencian pada Minggu (26/10/2026).
Meski kualitas gambar dinilai kurang jelas, pihak kepolisian berharap rekaman tersebut dapat membantu mengingatkan siapa saja yang berada di lokasi saat kejadian. Pengurus masjid menyatakan keterbukaan mereka untuk berdialog dengan pihak yang bertanggung jawab. “Kami berharap Anda memiliki keberanian dan keterbukaan untuk datang, duduk bersama kami sambil menikmati secangkir teh atau kopi, mendengarkan cerita kami, lalu menentukan penilaian Anda sendiri,” demikian pernyataan pihak masjid.
Anggota parlemen setempat, Louise Haigh, menyebut insiden tersebut sebagai hal yang sangat menyedihkan. “Ini adalah kejadian kedua dalam dua bulan terakhir,” ujarnya. Pihak masjid menegaskan bahwa Sheffield adalah kota yang luar biasa untuk ditinggali dan segelintir individu berpikiran sempit tidak boleh menentukan narasi atau menabur perpecahan di tengah masyarakat.
Dua Pria Didakwa Bantu Intelijen Iran
Di ranah keamanan nasional, Kejaksaan Inggris mendakwa dua pria berusia 24 tahun, Mohmed Ahmad Abdulkarim dan Nouman Essghir, berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional 2023 pada Selasa (27/10/2026). Dakwaan ini menyusul penyelidikan insiden mencurigakan di dekat pangkalan udara RAF Fairford di Gloucestershire, Inggris, yang menjadi lokasi operasi utama pesawat pengebom militer Amerika Serikat.
Abdulkarim didakwa membantu dinas intelijen asing antara 31 Agustus hingga 28 September 2026, yang oleh kepolisian kontraterorisme Inggris diyakini sebagai Iran. Sementara itu, Essghir didakwa memasuki tempat terlarang untuk tujuan yang merugikan keamanan Inggris. Pengadilan memutuskan menahan Essghir, sedangkan Abdulkarim diberikan jaminan bersyarat dengan kewajiban menyerahkan paspor. Sidang lanjutan dijadwalkan di Pengadilan Old Bailey pada 20 November mendatang.
Kasus ini bermula ketika tiga mobil van berlogo Fuel2You terlihat bergerak mencurigakan di dekat RAF Fairford pada 27 September dini hari. Petugas bersenjata menangkap lima pria, dan otoritas sempat mengevakuasi sekitar 85 keluarga di sekitar lokasi. Tim penjinak bahan peledak tidak menemukan rangkaian bahan peledak, tetapi menyita sejumlah bensin. Total delapan pria berusia 20-an tahun ditangkap dalam rangkaian operasi ini.
Lowongan Kerja Lulusan Baru Anjlok 43 Persen
Di sektor ekonomi, pasar tenaga kerja Inggris menunjukkan pelemahan signifikan. Jumlah lowongan kerja yang diiklankan turun 11,9 persen secara tahunan menjadi 728.037 pada September 2026. Peluang kerja bagi lulusan baru anjlok 43 persen, dari 13.754 posisi pada September 2025 menjadi hanya 7.826 posisi pada September 2026, dengan rata-rata gaji yang ditawarkan mencapai 27.700 pound sterling.
Data platform rekrutmen Adzuna menunjukkan persaingan pencari kerja meningkat dengan rata-rata 2,33 orang memperebutkan setiap posisi, tingkat tertinggi sejak pertengahan 2024. Penerima tunjangan pengangguran tercatat 1,70 juta orang pada September 2026, naik 2,5 persen dibandingkan setahun sebelumnya. Penurunan lowongan terjadi di berbagai sektor, termasuk teknologi informasi yang turun 11,1 persen serta logistik dan pergudangan yang anjlok 23 persen. Namun, sektor kesehatan tetap mencatat permintaan kuat untuk tenaga kesehatan mental dan perawat spesialis.
Misteri Peti Batu Kuno Westminster Abbey Terungkap
Dari sisi arkeologi, para arkeolog berhasil memecahkan misteri peti mati batu kapur kuno di Westminster Abbey, Inggris, yang pertama kali ditemukan pada 1820. Berdasarkan studi terbaru yang menggabungkan buku sketsa era Victoria dan penanggalan radiokarbon, arkeolog konsultan Warwick Rodwell mengidentifikasi bahwa kerangka di dalam peti merupakan milik seorang biarawan berpangkat tinggi yang dimakamkan sekitar tahun 1000 Masehi, hampir pasti seorang kepala biara Westminster.
Analisis spesialis tulang manusia James Langthorne mengungkap bahwa rangka tersebut milik pria berusia antara 35 hingga 49 tahun dengan tinggi sekitar 1,75 meter. Ia menderita radang sendi di bahu, tulang belakang, pergelangan tangan kanan, dan jempol kaki kiri, serta sempat mengalami patah tulang rusuk. Peti mati itu diduga berada di bawah lantai gereja biara Anglo-Saxon sebelum Edward the Confessor membangun ulang gereja pada 1050-an.
Rentetan peristiwa ini menggambarkan wajah Inggris yang kompleks: tantangan toleransi beragama di Sheffield, kewaspadaan terhadap ancaman keamanan nasional, tekanan ekonomi di pasar kerja, dan kekayaan warisan sejarah yang terus diungkap. Semua pihak berharap langkah penegakan hukum, dialog antarmasyarakat, serta kebijakan ketenagakerjaan yang tepat dapat menjaga stabilitas dan kohesi sosial di Inggris ke depan.
