FC Seoul Bangkit, Alarm Nyata bagi Persib Bandung di Grup E ACL Two
Kalimantan Update – 30 Oktober 2026 | Persaingan di Grup E AFC Champions League Two 2026/2027 kembali memanas setelah seoul fc menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang serius. Klub asal Korea Selatan itu baru saja menghancurkan tuan rumah The Cong-Viettel dengan skor telak 5-0 pada matchday ketiga, Rabu (28/10/2026), sebuah hasil yang sekaligus membuka kembali persaingan perebutan tiket ke babak gugur. Kemenangan tersebut menjadi yang pertama bagi seoul fc di fase grup setelah sebelumnya menelan dua kekalahan beruntun.
Sebelum pesta gol di Hanoi itu, seoul fc sempat takluk 0-1 saat menjamu Persib Bandung, lalu dipermalukan 0-3 ketika bertandang ke markas Melbourne Victory. Namun, performa di matchday ketiga membuktikan bahwa tim asuhan pelatih Gi Dong Kim belum bisa dicoret dari persaingan. Terlebih lagi, mereka datang dengan modal besar setelah memastikan diri sebagai juara K League 1 2026.
Modal Juara Liga untuk Bangkit di Asia
FC Seoul resmi mengunci gelar juara liga domestik pada Sabtu (24/10/2026), setelah bermain imbang 1-1 melawan Gangwon FC pada pekan ke-33. Koleksi 67 poin dari 33 pertandingan membuat mereka unggul 16 poin atas pesaing terdekat, Ulsan HD, dengan lima laga masih tersisa. Gelar tersebut menjadi bukti konsistensi seoul fc di kompetisi domestik sepanjang musim.
Dengan status juara liga yang sudah diamankan, seoul fc kini memiliki ruang untuk mengalihkan perhatian ke kompetisi Asia dan berupaya memperbaiki posisi di Grup E. Di bawah arahan Gi Dong Kim, mereka diperkirakan bakal berjuang maksimal dalam tiga pertandingan tersisa. Targetnya jelas, mengejar poin sebanyak mungkin demi membuka jalan menuju fase gugur.
Pesta Gol di Hanoi dan Kartu Merah yang Tak Mengubah Apa Pun
Di Stadion Hang Day, The Cong-Viettel benar-benar kewalahan. Tim yang baru saja menjuarai K League 1 itu mencetak empat gol dalam 34 menit babak pertama, sebelum menutup kemenangan 5-0 pada menit ke-54. Kartu merah yang diterima Yazan Al Arab pada menit ke-66 membuat FC Seoul harus bermain dengan sepuluh pemain, tetapi hanya sedikit mengubah jalannya pertandingan.
Pelatih The Cong-Viettel, Velizar Popov, mengakui bahwa anak asuhnya telah didorong hingga batas kemampuan, namun tetap tidak mampu menutup jarak kualitas dengan seoul fc. Ia bahkan menyinggung kekalahan tim nasional Vietnam 0-6 dari Korea Selatan pada laga uji coba Oktober 2023 sebagai pembanding. Meski begitu, juru taktik asal Bulgaria itu menilai semangat pasukannya tetap baik dan melihat sejumlah sinyal positif pada babak kedua.
Klasemen Grup E dan Posisi Persib Bandung
Kemenangan besar tersebut mengangkat posisi FC Seoul ke peringkat ketiga dengan tiga poin. Sementara itu, Persib Bandung masih kokoh di puncak klasemen dengan sembilan poin sempurna dari tiga laga, disusul Melbourne Victory dengan empat poin, FC Seoul tiga poin, dan The Cong-Viettel di dasar klasemen dengan satu poin.
| Posisi | Tim | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Persib Bandung | 9 |
| 2 | Melbourne Victory | 4 |
| 3 | FC Seoul | 3 |
| 4 | The Cong-Viettel | 1 |
Situasi ini menjadi alarm bagi Persib Bandung. Meski masih memimpin klasemen, Maung Bandung tidak bisa menganggap persaingan telah selesai. Kemenangan Persib 2-0 atas Melbourne Victory lewat dua gol Balsa Sekulic pada menit ke-47 dan ke-67 memang memperlebar jarak, tetapi hasil seoul fc pada matchday ketiga memperlihatkan bahwa persaingan masih terbuka lebar.
Dua Skenario Persib dan Jadwal Penentuan
Secara matematis, Persib hanya butuh satu kemenangan lagi untuk menyegel tempat di babak 16 besar saat matchday keempat, Rabu (4/11/2026). Ada dua skenario yang bisa membawa Pangeran Biru lolos lebih cepat:
- Skenario pertama: Jika Persib menang atas Melbourne Victory di Stadion AAMI Park, Australia, mereka dipastikan lolos langsung tanpa bergantung pada hasil laga FC Seoul vs The Cong-Viettel.
- Skenario kedua: Hasil imbang di Australia tetap membawa Persib lolos, dengan catatan duel FC Seoul vs The Cong-Viettel juga berakhir imbang.
Bagi The Cong-Viettel, kekalahan telak dari FC Seoul semakin memperpanjang penderitaan mereka. Tim asuhan Popov kini mencatat tujuh pertandingan beruntun tanpa kemenangan, dengan enam di antaranya berakhir kekalahan. Mereka dijadwalkan menjalani laga berat melawan Nam Dinh di V-League pada 31 Oktober, sebelum kembali menghadapi FC Seoul pada matchday keempat di Korea Selatan.
Dengan tiga pertandingan tersisa bagi setiap tim, Grup E masih menyimpan banyak kemungkinan. FC Seoul yang telah mengamankan gelar domestik kini berambisi menutup jarak, sementara Persib berusaha menjaga momentum untuk mengunci tiket lebih awal. Laga-laga pada awal November mendatang dipastikan menjadi penentu arah persaingan.
Konsistensi FC Seoul di kompetisi domestik menjadi modal berharga, tetapi tantangan di level Asia menuntut lebih dari sekadar status juara liga. Bagi Persib, kewaspadaan terhadap kebangkitan Seoul FC menjadi kunci agar ambisi melaju ke babak 16 besar tidak kandas di tengah jalan. Persaingan Grup E masih jauh dari kata selesai, dan setiap poin akan sangat berarti hingga laga terakhir.
