Server Down Bikin Ribuan Siswa Ikut TKA Susulan, Fahira Idris Beri 4 Catatan Penting
Kalimantan Update – 30 Oktober 2026 | Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA/SMK pada 2026 diwarnai gangguan teknis yang berdampak luas. Lebih dari 3.000 siswa di sejumlah daerah harus mengikuti tka susulan pada Jumat, 30 Oktober 2026, setelah server pusat mengalami down saat pelaksanaan hari kedua, Selasa, 27 Oktober 2026. Gangguan tersebut membuat sebagian peserta tidak dapat mengerjakan soal, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Inggris dan Survei Lingkungan Belajar di sesi 1 moda daring Gelombang 1.
Di Kota Kediri, lebih dari 3.000 siswa SMA/SMK ikut ujian susulan. Salah satu sekolah terdampak adalah SMK Negeri 1 Kota Kediri. Bagian Informasi sekolah, Arif Setiya Wardana, menuturkan gangguan terjadi saat siswa mengerjakan soal Bahasa Inggris pada sesi 1 pukul 07.00–08.45. “Server down itu waktu anak-anak sudah log in. Terus waktu mau mulai mengerjakan sekitar jam 07.30 itu sudah down. Jadi anak-anak belum sempat mengerjakan,” ujarnya. Sekitar 200 siswa di sekolah itu pun diusulkan mengikuti tka susulan.
Hal serupa terjadi di Kabupaten Jombang. Kepala Seksi SMA dan PKPLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jombang, Nur Anas, menyatakan tka susulan bagi 3.000 lebih siswa jenjang SMA, SMK, dan SLB digelar mulai pukul 07.00 WIB, khusus bagi peserta yang mengalami error pada hari kedua sesi pertama. “Pusat langsung memberikan surat edaran. Hanya khusus yang terdampak error,” katanya. Pengawas yang bertugas pada sesi terdampak kembali dilibatkan, sementara pelaksanaan TKA pada hari terakhir di wilayah Jombang berjalan lancar.
Kepastian ujian ulang tertuang dalam Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 22 Tahun 2026. Kebijakan ini mencakup peserta terdampak pada satuan pendidikan moda daring Gelombang 1, hari kedua, sesi 1, yang berlangsung 27 Oktober 2026. Peserta yang yakin telah menyelesaikan salah satu atau kedua bagian asesmen dapat memilih tidak mengikuti ujian ulang, sedangkan sekolah yang belum dapat melaksanakan ujian pada 30 Oktober diberi kesempatan mengikuti jadwal susulan sesuai ketentuan.
Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta sekaligus pemerhati pendidikan, Fahira Idris, mengapresiasi langkah cepat Kemendikdasmen. Menurutnya, gangguan teknis adalah persoalan sistem yang tidak seharusnya merugikan kesempatan maupun hasil asesmen siswa. “Prinsipnya, setiap peserta berhak mengikuti asesmen secara adil dan dalam kondisi yang mendukung mereka menunjukkan kemampuan terbaik,” ujar Fahira di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/10).
Fahira menyampaikan empat catatan. Pertama, memastikan seluruh siswa terdampak teridentifikasi dan memperoleh hak mengikuti ujian ulang, dengan mencocokkan laporan pengawas, berita acara, serta rekam aktivitas sistem. Kedua, memberikan informasi jelas mengenai jadwal, pilihan, dan mekanisme ujian ulang. Ketiga, memperkuat kesiapan teknis sistem agar kejadian serupa tidak terulang. Keempat, menjaga transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan tka di seluruh daerah.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura menegaskan komitmennya mendukung penguatan sinergi pelaksanaan tka yang jujur dan gembira. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Amelia Ondikleuw, menyatakan partisipasinya merupakan bentuk dukungan terhadap pemerintah pusat dalam memastikan asesmen yang menilai kemampuan akademik sekaligus membangun karakter kejujuran. Ia juga menyoroti pentingnya pendampingan bagi guru dan kepala sekolah serta pemanfaatan teknologi dalam asesmen pendidikan.
Terpisah, layanan keimigrasian bagi tenaga kerja asing (TKA) kini semakin mudah dengan diresmikannya Beranda Imigrasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal pada Rabu, 28 Oktober 2026. Fasilitas hasil kerja sama PT KIK Kendal dan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang ini memungkinkan perusahaan dan warga negara asing mengurus dokumen izin tinggal tanpa harus ke Semarang. Sejak beroperasi 21 September 2026, layanan tersebut telah menerima 69 permohonan izin tinggal.
Secara keseluruhan, gangguan server dalam pelaksanaan tka menjadi pelajaran penting bagi penyelenggara asesmen nasional. Keandalan sistem, pendataan peserta yang cermat, serta komunikasi yang jelas kepada siswa, orang tua, dan sekolah menjadi kunci agar setiap peserta memperoleh kesempatan yang setara. Dengan adanya ujian susulan yang terjadwal dan pengawasan yang disesuaikan, diharapkan hasil tka benar-benar mencerminkan kemampuan siswa secara adil dan akurat.
