DP3A Kukar Siapkan Satgas Perlindungan Anak di Seluruh Sekolah, Wujud Nyata Cegah Kekerasan
Kalimantan Update – 31 Oktober 2026 | Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah mempersiapkan langkah besar untuk memperkuat perlindungan terhadap generasi muda. Melalui program yang menjadi perhatian publik, DP3A Kukar Siapkan Satgas Perlindungan Anak di Seluruh Sekolah sebagai upaya strategis memperkuat pencegahan sekaligus mempercepat penanganan kasus kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3A Kukar, Safliansyah, mengungkapkan bahwa rencana pembentukan Satuan Tugas (Satgas) tersebut ditargetkan dapat hadir di seluruh sekolah yang ada di wilayah Kukar. Menurutnya, sekolah merupakan salah satu lingkungan yang membutuhkan perhatian khusus dalam upaya perlindungan anak.
“Kami sedang mempersiapkan agar ada Satgas Perlindungan Anak di sekolah-sekolah. Karena perlindungan anak ini membutuhkan peran banyak pihak, termasuk sekolah,” ujar Safliansyah di Tenggarong, Kamis (29/10/2026).
Langkah ini dinilai kian mendesak mengingat kasus kekerasan yang melibatkan guru dan siswa masih saja ditemukan. Keterlibatan pihak sekolah pun menjadi kunci agar upaya pencegahan dan penanganan dapat dilakukan sejak dini, sebelum persoalan membesar dan berdampak lebih luas.
Tahap Persiapan dan Mekanisme Koordinasi
Meski telah menjadi agenda prioritas, pembentukan satgas tersebut masih berada dalam tahap persiapan. Safliansyah menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah mematangkan pola koordinasi, mekanisme pelaksanaan, serta pendekatan yang akan diterapkan di lingkungan pendidikan. Hal ini penting agar satgas tidak sekadar terbentuk, tetapi benar-benar berfungsi efektif di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, DP3A Kukar berencana melibatkan unsur sekolah secara menyeluruh, mulai dari kepala sekolah hingga komite sekolah. Mereka diharapkan menjadi bagian dari upaya perlindungan sekaligus pihak pertama yang dapat menerima laporan apabila terjadi kasus kekerasan di lingkungan pendidikan.
Dengan adanya Satgas Perlindungan Anak, pihak sekolah diharapkan mampu melakukan penanganan awal, termasuk mengumpulkan informasi dan data terkait kejadian sebelum dikoordinasikan lebih lanjut dengan instansi berwenang. Upaya ini sejalan dengan semangat DP3A Kukar Siapkan Satgas Perlindungan Anak di Seluruh Sekolah yang menekankan pentingnya deteksi dini dan respons cepat.
Butuh Dukungan Lintas Sektor
Pelaksanaan program ini tidak bisa berjalan sendiri. DP3A menegaskan bahwa keberhasilan pembentukan satgas di seluruh sekolah membutuhkan dukungan dan koordinasi lintas sektor, sebab DP3A tidak mungkin menjangkau seluruh sekolah di Kukar secara mandiri.
“Kami menginginkan seluruh sekolah bisa memiliki Satgas Perlindungan Anak. Namun, tentu perlu koordinasi dengan berbagai pihak karena kami tidak mungkin bekerja sendiri,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara yang diterima, kasus kekerasan terhadap anak di Kukar telah mencapai sekitar 180 kasus. Angka tersebut menunjukkan adanya kenaikan dibandingkan periode sebelumnya, meski pihaknya belum mengategorikannya sebagai kondisi yang tinggi.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Program | Satgas Perlindungan Anak di sekolah |
| Pelaksana | DP3A Kabupaten Kutai Kartanegara |
| Status | Tahap persiapan |
| Estimasi Kasus | Sekitar 180 kasus kekerasan anak |
| Pihak Terlibat | Kepala sekolah, komite sekolah, lintas sektor |
“Kalau tidak salah, sudah tembus 180 kasus kekerasan anak. Nanti akan saya koordinasikan lagi dengan UPT,” bebernya.
Peran Orang Tua dan Masyarakat
Safliansyah menegaskan bahwa penanganan kekerasan terhadap anak tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Peran orang tua, lingkungan masyarakat, dan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem perlindungan anak yang kokoh.
“Peran orang tua, lingkungan, dan sekolah itu penting. Karena itu, perlu penanganan khusus dengan pendekatan yang tepat,” tutupnya.
Dengan langkah nyata DP3A Kukar Siapkan Satgas Perlindungan Anak di Seluruh Sekolah, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang aman, ramah, dan berpihak pada anak. Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi fondasi utama agar setiap anak di Kukar dapat tumbuh dan belajar tanpa rasa takut.
Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada konsistensi implementasi, penguatan kapasitas satgas di tiap sekolah, serta kesigapan seluruh pihak dalam merespons setiap laporan. Jika semua elemen bergerak bersama, perlindungan anak bukan lagi sekadar wacana, melainkan kenyataan yang dirasakan langsung oleh masyarakat Kukar.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: UpdateKaltim.com
