Warga Hulu Tabang Masih Bergantung pada PLTD, Jaringan Listrik Belum Menjangkau Perdesaan di Hulu Tabang
Kalimantan Update – 31 Oktober 2026 | Kondisi Jaringan Listrik Belum Menjangkau Perdesaan di Hulu Tabang masih menjadi persoalan mendasar bagi masyarakat di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur. Sejumlah desa di wilayah hulu tersebut hingga kini menggantungkan pasokan listrik pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PLN, sehingga kebutuhan energi sehari-hari belum sepenuhnya terpenuhi secara optimal.
Camat Tabang, Asmi Riyandi Elvandar, mengungkapkan bahwa saat ini desa-desa di hulu Tabang masih bergantung pada tiga mesin pembangkit diesel yang beroperasi untuk melayani kebutuhan listrik masyarakat. Ketergantungan itu membuat warga sangat rentan ketika terjadi gangguan pasokan.
“Kalau listrik padam, jaringan komunikasi juga ikut terganggu. Internet dan jaringan telepon seluler, terutama Telkomsel, juga tidak bisa digunakan,” ujar Elvandar di Tenggarong, Kamis (29/10/2026).
Pernyataan tersebut menggambarkan betapa persoalan Jaringan Listrik Belum Menjangkau Perdesaan di Hulu Tabang tidak hanya berdampak pada penerangan rumah tangga, tetapi juga pada akses informasi dan komunikasi warga. Ketika mesin pembangkit mati atau terjadi blackout, aktivitas masyarakat ikut terhambat, mulai dari urusan domestik hingga kebutuhan berkomunikasi dengan keluarga dan pihak luar.
Dampak Pemadaman Terhadap Aktivitas Warga
Kondisi tersebut diperparah oleh belum meratanya pemanfaatan energi alternatif di wilayah Tabang. Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atau solar cell yang seharusnya dapat menjadi penopang pasokan listrik belum berjalan maksimal. Sejauh ini, fasilitas tersebut baru dimiliki sebagian masyarakat, termasuk beberapa warga yang menerima bantuan dari pemerintah provinsi.
“Kami berharap pengembangan jaringan listrik PLN dapat segera terealisasi sehingga ketergantungan masyarakat terhadap PLTD berkurang dan kebutuhan listrik di wilayah hulu Tabang dapat terpenuhi lebih baik,” ucapnya.
Rencana Penyambungan Jaringan PLN
Di sisi lain, pemerintah daerah telah menyiapkan rencana pengembangan jaringan listrik PLN agar wilayah yang belum teraliri listrik secara optimal dapat segera menikmati pasokan yang lebih stabil. Penyambungan jaringan tersebut direncanakan berlanjut dari Desa Buluq Sen.
Elvandar menjelaskan, jaringan PLN sebelumnya telah mencapai Desa Buluq Sen sebagai titik akhir jaringan dari arah Kembang Janggut. Sementara itu, kelanjutan pembangunan sambungan listrik menuju wilayah Jonggon Hulu masih menunggu pelaksanaan program.
“Informasinya, kalau tidak bisa dilaksanakan melalui APBD Perubahan 2026, kemungkinan dilanjutkan pada 2027,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa rencana penyambungan jaringan listrik PLN tersebut merupakan program tersendiri dan tidak termasuk dalam program RT-Ku Terbaik. Artinya, percepatan realisasi jaringan listrik membutuhkan perhatian dan dukungan anggaran yang terpisah dari program pemberdayaan masyarakat lainnya.
Solusi Sementara Lewat Internet Gratis
Sebagai langkah untuk membantu mengatasi keterbatasan akses komunikasi, pemerintah Kukar menyiapkan fasilitas internet gratis melalui program RT-Ku Terbaik. Fasilitas tersebut akan memanfaatkan perangkat Starlink dengan target setiap RT di Kecamatan Tabang dapat memilikinya.
“Dengan fasilitas tersebut, masyarakat diharapkan tetap memiliki akses internet untuk menunjang komunikasi, terutama ketika jaringan komunikasi konvensional mengalami gangguan,” pungkasnya.
Meski demikian, keberadaan internet gratis tidak serta-merta menyelesaikan akar persoalan. Pasokan listrik yang andal tetap menjadi kebutuhan utama agar perangkat komunikasi dan internet dapat beroperasi tanpa hambatan. Selama Jaringan Listrik Belum Menjangkau Perdesaan di Hulu Tabang, warga akan terus bergantung pada mesin diesel yang rentan gangguan.
Persoalan ini juga menyoroti kesenjangan infrastruktur energi antara kawasan perkotaan dan perdesaan di Kukar. Wilayah hulu Tabang yang secara geografis jauh dan menantang membutuhkan perhatian khusus, baik dari pemerintah daerah maupun pusat, agar pembangunan jaringan listrik tidak terus tertunda.
Dengan kondisi Jaringan Listrik Belum Menjangkau Perdesaan di Hulu Tabang, harapan masyarakat kini tertuju pada percepatan realisasi program penyambungan jaringan PLN. Jika terealisasi sesuai rencana, ketergantungan terhadap PLTD dapat dikurangi, aktivitas warga lebih lancar, dan akses komunikasi serta informasi menjadi lebih terjamin. Pemerintah diharapkan mampu memastikan bahwa pembangunan infrastruktur energi tidak berhenti di titik Buluq Sen, melainkan benar-benar menjangkau seluruh pelosok hulu Tabang.
