Luka Dončić Cetak 37 Poin, tetapi Lakers Tetap Takluk: Drama Baru dengan Rookie Warriors Memanas
Kalimantan Update – 31 Oktober 2026 | Luka Dončić kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pencetak skor paling mematikan di NBA. Dalam laga melawan Golden State Warriors di Chase Center, Jumat malam waktu setempat, bintang Los Angeles Lakers itu membukukan 37 poin, tujuh rebound, lima asisten, satu steal, dua blok, dan enam tripoin. Namun, performa gemilang Luka Dončić tidak cukup menyelamatkan Lakers dari kekalahan, terutama setelah bangku cadangan Warriors meledak dan membalikkan keadaan.
Luka Dončić memulai pertandingan dengan luar biasa. Pada kuarter pertama, ia sudah mencetak 21 poin, termasuk lima tripoin, dan membawa Lakers unggul jauh. Sayangnya, ia harus beristirahat di awal kuarter kedua, dan momen itu dimanfaatkan benar oleh Warriors untuk bangkit. De’Anthony Melton mencetak 13 dari 16 poinnya di kuarter kedua, sementara Brandin Podziemski menambahkan 21 poin. Stephen Curry, yang finis dengan 31 poin dan delapan tripoin, juga bergerak ke peringkat 18 dalam daftar pencetak skor sepanjang masa NBA, melewati Dominique Wilkins.
Kekalahan ini memperpanjang catatan pahit bagi Lakers, yang meski diperkuat Luka Dončić, masih kesulitan mendapatkan kontribusi merata. Austin Reaves menambahkan 21 poin dan Walker Kessler mencatat 10 poin, 13 rebound, serta lima blok, tetapi bangku cadangan Lakers hanya menyumbang empat poin, berbanding 47 poin dari bangku cadangan Warriors. Luka Dončić sendiri mencetak 13 poin di paruh kedua, tetapi tidak mendapat cukup dukungan untuk menghindari kekalahan.
Laga ini juga menjadi panggung lanjutan drama antara Luka Dončić dan rookie Warriors, Yaxel Lendeborg. Sebelumnya, Lendeborg sempat menyatakan kehilangan rasa hormat kepada Luka Dončić karena seringnya bintang Slovenia itu mengeluh kepada wasit. Dalam pertemuan pertama musim ini, Lendeborg bahkan mendapat technical foul setelah terlibat adu mulut dengan Luka Dončić. Menjelang laga Jumat, Lendeborg tiba di Chase Center dengan kostum Michael Myers dari film Halloween, seolah mengirim sinyal bahwa ketegangan belum usai. Meski demikian, Lendeborg tampil kurang impresif dengan hanya enam poin dan lima turnover.
Kritik terhadap Luka Dončić juga datang dari komentator Max Kellerman. Dalam podcast-nya, Kellerman menuduh Luka Dončić sengaja mengeluh kepada wasit sebagai taktik untuk menghindari tugas bertahan. “Itu alasan nomor satu dia menjadi pemain bertahan yang buruk. Selain kakinya yang tidak bergerak cepat, dia membuat tim bermain 5 lawan 4 di lapangan belakang,” ujar Kellerman. Tudingan ini menambah tekanan bagi Luka Dončić, yang memang dikenal sering berdebat dengan wasit.
Meski demikian, secara statistik, Luka Dončić tetap menjadi mesin poin Lakers. Musim ini, ia memimpin NBA dengan rata-rata 36 poin per pertandingan. Sebelumnya, ia mencetak 52 poin melawan Utah Jazz dan 41 poin melawan Portland Trail Blazers. Konsistensinya sebagai pencetak skor tidak perlu diragukan, tetapi pertanyaan tentang kepemimpinan dan kontribusinya di sisi pertahanan masih menjadi sorotan.
Lakers akan kembali beraksi pada Minggu mendatang dengan menjamu Toronto Raptors. Pertanyaan besarnya: mampukah Luka Dončić membawa Lakers bangkit, ataukah drama dan kritik akan terus menghantui perjalanan tim musim ini? Yang jelas, setiap gerak Luka Dončić akan terus menjadi perhatian, baik di lapangan maupun di luar lapangan.
Penulis: Syaifullah
Editor: Rudi Hamdani
Sumber Berita: NBC Sports, Bleacher Report, New York Post, San Francisco Chronicle
