Spalletti di Ambang Pemecatan: Juventus Bergolak, Nagelsmann Sudah Dihubungi
Kalimantan Update – 31 Oktober 2026 | Posisi pelatih Spalletti di Juventus kini berada di ujung tanduk. Tekanan terhadap pelatih asal Toskana itu memuncak setelah kekalahan memalukan 2-0 di markas Genoa, yang menjadi kekalahan kedua dalam tiga laga terakhir. Dengan hanya mengumpulkan 14 poin dari sembilan pertandingan Serie A, manajemen klub mulai membuka jalur komunikasi dengan kandidat pengganti, dan nama Julian Nagelsmann disebut-sebut sebagai target utama.
Menurut laporan pakar bursa transfer Rudy Galetti, Juventus dikabarkan telah menjalin kontak resmi dengan eks pelatih timnas Jerman tersebut dalam beberapa jam terakhir. Nagelsmann, yang kini dikaitkan dengan kursi pelatih Manchester United, disebut menyambut baik pendekatan Bianconeri dan bersedia duduk di bangku cadangan jika Spalletti resmi meninggalkan klub. Situasi ini menambah kompleksitas karena Manchester United sendiri tengah mengevaluasi posisi manajer mereka jelang laga melawan Chelsea.
Kritik dari Dalam Ruang Ganti
Masalah Spalletti bukan hanya soal hasil di lapangan. Sebagian pemain Juventus dikabarkan tidak puas dengan metode kerja sang pelatih. Menurut laporan media Italia, para pemain menilai Spalletti terlalu banyak berbicara dalam sesi latihan sehingga waktu untuk latihan fisik dan taktik menjadi berkurang. Akibatnya, intensitas di lapangan latihan dianggap terlalu rendah, dan muncul keraguan internal mengenai kondisi kebugaran para pemain.
Sejumlah penggawa bahkan merasa kurang mendapatkan porsi latihan yang memadai. Manajemen klub telah menegur para pemain atas tanggung jawab mereka, namun ketegangan di ruang ganti tetap terasa. Sebagai respons, Spalletti menjadwalkan pemusatan latihan selama dua hari menjelang duel krusial melawan Napoli, laga yang disebut-sebut akan menentukan nasibnya.
Jejak Hidup Sang Pelatih di Turin
Di balik tekanan di lapangan, Spalletti dikenal sebagai sosok yang menjalani hidup sangat tertutup sejak tiba di Turin. Pelatih berusia 66 tahun itu memilih tinggal di kamar nyaman di J-Hotel, kawasan khusus tim di Continassa, dengan akses langsung ke area makan dan lapangan latihan. Sejak bergabung, ia nyaris tidak pernah berpindah dari pusat latihan tersebut, meneruskan kebiasaan serupa ketika menangani Napoli di Castel Volturno.
Kesehariannya dipenuhi jam kerja, refleksi, dan diskusi dengan para staf terdekat. Sedikit sekali distraksi, kecuali sesekali makan malam di pusat kota atau kunjungan pulang ke Toskana untuk menemui keluarga. Gaya hidup ini kontras dengan pelatih sebelumnya, Massimiliano Allegri, yang dikenal lebih aktif bersosialisasi di Turin, termasuk bermain tenis di Sporting Club dan menikmati makan malam rutin usai pertandingan.
Menariknya, Spalletti dan Allegri memiliki kesamaan: keduanya mengandalkan asisten kepercayaan yang mengoordinasikan staf. Allegri memiliki Marco Landucci, sementara Spalletti didampingi Marco Domenichini. Keduanya juga tumbuh secara sepak bola di Fiorentina antara era 1970-an dan awal 1980-an.
Bayang-Bayang Duel Melawan Napoli
Laga melawan Napoli pada Minggu malam menjadi momen penentu. Jika Spalletti kembali gagal meraih hasil positif dengan performa tanpa greget, pemecatan bisa menjadi kenyataan di Continassa. Nama Stefano Pioli, Paulo Sousa, dan Antonio Conte sebelumnya sempat disebut sebagai kandidat, namun kini Nagelsmann muncul sebagai opsi paling serius.
Spalletti sendiri baru resmi ditunjuk setahun lalu dan masih memiliki kontrak hingga pertengahan 2028. Namun kontrak panjang tak menjamin posisinya aman ketika hasil dan hubungan internal memburuk. Duel melawan Napoli juga menghadirkan drama tersendiri, mengingat pada 2023 silam Spalletti sempat terlibat perselisihan dengan Landucci, yang kini berpotensi kembali berhadapan di pinggir lapangan karena Allegri sedang menjalani sanksi.
Kesimpulan
Posisi Spalletti di Juventus benar-benar berada di persimpangan. Tekanan dari hasil buruk, kritik internal ruang ganti, serta pendekatan terhadap Nagelsmann menunjukkan bahwa manajemen klub mulai menyiapkan skenario tanpa dirinya. Laga melawan Napoli akan menjadi ujian terakhir, dan jika gagal, era Spalletti di Turin berpotensi berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan. Yang jelas, keputusan besar menanti Juventus dalam waktu dekat.
