Bangun Kosambi Sukses Cetak Laba Rp1,82 Triliun, Aguan Makin Cuan di Tengah Pasar Properti Lesu
Kalimantan Update – 01 November 2026 | PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) kembali menorehkan kinerja impresif di tengah kondisi industri properti nasional yang belum sepenuhnya pulih. Emiten pengembang kawasan Central Business District (CBD) PIK2 milik konglomerat Sugianto Kusuma alias Aguan ini membukukan laba bersih sebesar Rp1,82 triliun hingga 30 September 2026, melonjak 39 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,31 triliun. Capaian Bangun Kosambi Sukses tersebut disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan bersih perseroan yang tumbuh 11 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp2,56 triliun, dari sebelumnya Rp2,29 triliun pada periode Januari-September 2025. Kontribusi terbesar berasal dari serah terima kaveling tanah komersial di kawasan CBD PIK2 yang meningkat 67 persen secara tahunan dan menyumbang sekitar 80 persen dari total pendapatan perseroan.
Serah Terima Produk Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Presiden Direktur Bangun Kosambi Sukses, Steven Kusumo, menjelaskan bahwa pencapaian hingga kuartal III-2026 mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga pertumbuhan bisnis di tengah dinamika industri properti yang masih menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, kinerja perseroan ditopang oleh aktivitas serah terima sejumlah produk komersial yang dikembangkan di kawasan PIK2, Tangerang.
Produk-produk tersebut mencakup SOHO Manhattan, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, Rukan Asia Afrika, dan Rukan Little Siam. Selain dari penjualan tanah dan serah terima produk komersial, perseroan juga berhasil melakukan efisiensi pada sisi biaya operasional, khususnya beban pokok pendapatan yang turun 25,93 persen menjadi Rp519,64 miliar dari sebelumnya Rp701,59 miliar. Alhasil, laba bruto Bangun Kosambi Sukses naik 27,65 persen menjadi Rp2,03 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp1,59 triliun.
Struktur Keuangan Makin Sehat
Dari sisi neraca, kondisi keuangan Bangun Kosambi Sukses menunjukkan perkembangan positif. Per 30 September 2026, total aset perseroan tercatat sebesar Rp22,4 triliun, sementara ekuitas meningkat 12 persen menjadi Rp13,7 triliun dibandingkan posisi akhir 2025. Perseroan juga membukukan posisi kas bersih (net cash) sebesar Rp3,4 triliun, yang menunjukkan dukungan likuiditas kuat untuk menopang kegiatan bisnis dan pengembangan proyek.
Liabilitas perseroan turun menjadi Rp8,67 triliun hingga 30 September 2026 dari akhir 2025 sebesar Rp10,59 triliun. Adapun laba per saham dasar dan dilusi naik menjadi Rp322,66 dari periode sama tahun sebelumnya Rp232,38. Perseroan juga mengantongi kas dan setara kas Rp3,63 triliun hingga September 2026, naik dari Desember 2025 sebesar Rp3,12 triliun.
Land Bank 691 Hektare dan Proyek Strategis
Untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan, Bangun Kosambi Sukses memiliki cadangan lahan atau land bank seluas 691 hektare yang disiapkan untuk pengembangan kawasan CBD PIK2. Steven menambahkan, Nusantara International Convention Exhibition (NICE) di PIK2 sudah menggelar 51 acara. Selain itu, Hotel Hilton PIK2, hotel bintang lima setinggi 20 lantai dengan 271 kamar, ditargetkan beroperasi pada semester II-2027 untuk mendukung kegiatan MICE di kawasan tersebut.
Meski kinerja sembilan bulan tumbuh, laju kuartal ketiga melambat. Pada semester I-2026, CBDK sudah membukukan laba Rp1,68 triliun dan pendapatan Rp2,2 triliun. Artinya, pada kuartal III-2026 saja laba perseroan sekitar Rp140 miliar dari pendapatan sekitar Rp360 miliar, lebih rendah dibanding kuartal III-2025 yang mencapai laba sekitar Rp790 miliar dari pendapatan sekitar Rp1,1 triliun.
Kesimpulan
Kinerja gemilang Bangun Kosambi Sukses hingga September 2026 menjadi sinyal positif bagi pasar properti nasional. Dengan strategi penjualan kaveling tanah komersial di kawasan CBD PIK2, efisiensi biaya, serta dukungan likuiditas yang kuat, perseroan optimistis mampu mempertahankan momentum pertumbuhan. Ke depan, pengembangan kawasan terpadu PIK2 yang didukung land bank luas dan proyek strategis seperti Hotel Hilton dan NICE diharapkan semakin memperkuat posisi CBDK sebagai pengembang kawasan bisnis terkemuka di Indonesia.
