Gagal Penalti di Menit Akhir, PSPS Pekanbaru Curi Satu Poin di Kandang Adhyaksa FC
Kalimantan Update – 01 November 2026 | PSPS Pekanbaru harus puas membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 1-1 melawan tuan rumah Adhyaksa FC Bekasi dalam lanjutan pekan kedelapan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Patriot Chandra Bhaga, Bekasi, Sabtu (31/10/2026). Hasil ini membuat PSPS Pekanbaru tetap kokoh di puncak klasemen sementara Grup A dengan koleksi 19 poin, meski gagal memaksimalkan peluang emas berupa penalti di penghujung pertandingan.
Pertandingan berlangsung menarik sejak menit pertama. Kedua tim sama-sama memperlihatkan permainan menyerang. Adhyaksa FC lebih dahulu unggul melalui eksekusi penalti Tatsuhide Shimizu pada menit ke-45+9. Gol tersebut menjadi satu-satunya yang tercipta di babak pertama, sekaligus menutup paruh pertama dengan keunggulan 1-0 untuk tuan rumah.
Memasuki babak kedua, PSPS Pekanbaru berusaha bangkit dan meningkatkan tekanan. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-65 melalui sundulan Antonio Gamaroni yang memanfaatkan umpan lambung dari rekannya. Gol itu mengubah kedudukan menjadi 1-1 dan membangkitkan semangat Askar Bertuah untuk mengejar kemenangan.
Setelah gol penyama kedudukan, pertandingan semakin menarik. Kedua tim saling menciptakan peluang untuk mencari gol tambahan. PSPS bahkan hampir berbalik unggul pada menit ke-71, namun tendangan Matheus Machado berhasil ditepis penjaga gawang Adhyaksa FC, Dimas Fani Firmansyah.
Peluang emas kembali didapatkan PSPS Pekanbaru pada penghujung pertandingan. Setelah melakukan pengecekan VAR, wasit menunjuk titik putih karena adanya pelanggaran di kotak penalti Adhyaksa FC. Antonio Gamaroni yang dipercaya menjadi algojo berpeluang membawa PSPS meraih kemenangan. Namun, tendangannya berhasil ditepis Dimas Fani Firmansyah. Kegagalan penalti tersebut membuat PSPS Pekanbaru harus mengubur harapan membawa pulang tiga poin. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tetap bertahan.
Secara statistik, PSPS Pekanbaru tampil lebih dominan. Tim tamu mencatatkan penguasaan bola mencapai 64 persen, sedangkan Adhyaksa FC hanya 36 persen. Keunggulan tersebut juga terlihat dari jumlah percobaan. PSPS melepaskan 14 tembakan, lebih banyak dibandingkan Adhyaksa yang mencatatkan 10 percobaan. Dalam kategori tembakan tepat sasaran, PSPS unggul tipis dengan lima berbanding empat. PSPS juga mencatatkan akurasi tembakan sebesar 71 persen, sementara Adhyaksa berada di angka 40 persen. Meski unggul dalam sejumlah indikator serangan, PSPS hanya mampu menghasilkan satu gol. Laga tersebut disaksikan 313 penonton di Stadion Patriot Chandra Bhaga.
Pelatih PSPS Pekanbaru, Akhyar Ilyas, tetap bersyukur timnya mampu membawa pulang satu poin dari markas Adhyaksa FC Bekasi. Akhyar juga memberikan apresiasi terhadap perjuangan seluruh pemain. Ia mengatakan pertandingan berlangsung menarik karena kedua tim sama-sama memperlihatkan permainan menyerang. Ia menilai anak asuhnya telah menunjukkan semangat dan keinginan besar untuk memenangkan pertandingan, meskipun akhirnya harus puas berbagi poin.
“Syukur Alhamdulillah atas pertandingan hari ini. Kami bisa membawa pulang satu poin. Pertandingan cukup menarik, kedua tim saling menyerang. Kami sempat kebobolan lebih dahulu, tetapi bisa menyamakan kedudukan,” ujar Akhyar. Ia mengakui kegagalan memanfaatkan penalti pada penghujung pertandingan menjadi salah satu peluang yang seharusnya bisa mengantarkan PSPS meraih kemenangan. Namun, Akhyar tidak ingin hasil tersebut mengurangi apresiasinya terhadap penampilan para pemain.
“Di akhir pertandingan kami mendapatkan penalti, tetapi gagal. Kendati demikian, kami tetap bersyukur. Saya mengapresiasi kinerja pemain yang luar biasa. Keinginan mereka untuk menang sangat besar, tetapi hari ini kami hanya mendapatkan satu poin. Alhamdulillah,” tambahnya. Sementara itu, pemain PSPS Pekanbaru, Ilham Fathoni, juga menyampaikan apresiasi terhadap perjuangan seluruh rekan setimnya yang telah bekerja keras sepanjang 90 menit pertandingan.
Dari kubu Adhyaksa FC, pelatih kepala Widyantoro memberikan evaluasi mendalam terkait performa anak asuhnya. Sempat memimpin lebih dulu lewat eksekusi penalti Tatsuhide Shimizu pada menit 45+9, Adhyaksa FC gagal mempertahankan keunggulan di babak kedua setelah kebobolan oleh sundulan Antonio Gamaroni di menit ke-65. Drama bahkan terjadi di masa injury time ketika PSPS mendapat hadiah penalti, sebelum akhirnya diselamatkan oleh aksi heroik kiper Dimas Fani Firmansyah yang menepis sepakan 12 pas Gamaroni.
Menanggapi perubahan skema permainan di paruh kedua, Widyantoro membantah jika timnya sengaja menerapkan taktik murni bertahan atau mengandalkan counter attack penuh. Menurutnya, tekanan dari tim tamu membuat koordinasi dan rasa percaya diri para pemain sempat menurun. “Sebenarnya di babak kedua kami bukan mengandalkan counter attack sepenuhnya. Kami tetap bertahan, tetapi sedikit menarik kedalaman. Itu terjadi bukan dari instruksi awal, melainkan karena kita tertekan dan pemain kurang percaya diri dalam penguasaan bola,” ujar Widyantoro dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Ia menambahkan, berkurangnya rasa percaya diri tersebut membuat alur bola sering terputus dan memaksa lini belakang timnya terus tertekan ke area pertahanan sendiri. “Bola hilang, akhirnya mundur dan mundur terus. Saya selalu berteriak dari pinggir lapangan agar pemain tidak mundur dan tetap menekan di atas. Sebenarnya skema serangan balik kita cukup bagus kalau ada peluang, cuma sekali lagi masalah penyelesaian akhir yang harus kita perbaiki lagi,” tegasnya.
Meski gagal mengamankan poin penuh di kandang sendiri, mantan pelatih Persis Solo itu tetap mengapresiasi daya juang dan kerja keras skuadnya sepanjang 90 menit pertandingan. Ia menegaskan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk membenahi kekurangan yang ada sebelum melakoni laga berikutnya. “Semua ini berkat kerja keras dari para pemain. Mengenai hasil, memang bukan kita yang menentukan, tetapi di pertandingan ini kita sudah berusaha maksimal untuk meraih nilai tiga. Kita akan ada evaluasi atas kekurangan-kekurangan ini di sesi latihan, dan saya harapkan pemain bisa tampil lebih baik lagi pada pertandingan mendatang,” tutup Widyantoro.
Hasil imbang ini menjaga rekor tak terkalahkan Widyantoro saat berjumpa tim asal Riau tersebut, sekaligus menjaga posisi Adhyaksa FC untuk terus bersaing di papan tengah klasemen sementara. Sementara itu, di laga lain, PSMS Medan berhasil mengamankan poin sempurna di markas PSGC Ciamis setelah menang 2-1. Kemenangan tersebut membuat PSMS Medan kini hanya terpaut dua poin dengan PSPS Pekanbaru di puncak klasemen Grup A.
Dengan hasil ini, PSPS Pekanbaru tetap memimpin klasemen Grup A dengan 19 poin, disusul PSMS Medan dengan 17 poin, Semen Padang FC 13 poin, Persikad 12 poin, Sumsel United 10 poin, PSIS Semarang 10 poin, Persiraja Banda Aceh 9 poin, Adhyaksa FC Bekasi 7 poin, PSGC Ciamis 7 poin, dan Persiku Kudus di dasar klasemen dengan -1 poin. Persaingan di Grup A pun semakin ketat menjelang pekan-pekan berikutnya.
Kegagalan penalti di menit akhir menjadi sorotan utama dalam laga ini. PSPS Pekanbaru sebenarnya tampil dominan dan menciptakan lebih banyak peluang, tetapi penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat mereka harus puas berbagi angka. Meski demikian, satu poin dari kandang lawan tetap menjadi modal berharga bagi Askar Bertuah untuk mempertahankan posisi puncak. Pelatih Akhyar Ilyas diharapkan segera membenahi efektivitas serangan agar peluang serupa tidak terbuang sia-sia di pertandingan mendatang. Sementara bagi Adhyaksa FC, hasil ini menjadi bahan evaluasi penting, terutama dalam hal penyelesaian akhir dan kepercayaan diri pemain saat menghadapi tekanan lawan.
