Gunung Bergolak: Dari Merapi hingga Ili Lewotolok, Deretan Peristiwa Vulkanik dan Pendakian Ilegal
Kalimantan Update – 02 November 2026 | Jagat pergunungan Indonesia kembali menjadi sorotan dalam sepekan terakhir. Mulai dari aksi nekat belasan remaja yang mendaki ilegal di gunung Merapi, erupsi beruntun Gunung Anak Krakatau, hingga gemuruh Gunung Ili Lewotolok yang terdengar hingga Pulau Adonara. Sementara itu, di belahan dunia lain, salju pertama akhirnya turun di Gunung Fuji, Jepang, dan artis Angela Gilsha membagikan pengalamannya mendaki Gunung Merbabu.
Pendakian Ilegal di Gunung Merapi Berakhir Dramatis
Sebanyak 14 remaja yang diduga melakukan pendakian ilegal di gunung Merapi pada Sabtu (31/10/2026) sore sempat membuat petugas Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) kewalahan. Saat hendak ditangkap, tiga di antara mereka memilih kabur dan menghindari petugas. Kepala Balai TNGM, Tutut Heri Wibowo, mengungkapkan bahwa ketiga remaja tersebut baru turun keesokan paginya melalui jalur berbeda.
“Ada tiga orang yang tidak berani turun. Mereka menghindari petugas dan ditunggu sampai pagi tadi, ternyata turun lewat jalur yang lain,” ujar Heri saat dihubungi wartawan, Minggu (1/11/2026). Sementara itu, 11 remaja lainnya berhasil diamankan dan dibawa ke posko. Setelah menjalani pemeriksaan, mereka dipulangkan ke rumah masing-masing karena kondisi badan yang tidak sehat. Petugas juga menyita handphone dan identitas mereka untuk ditindaklanjuti.
Heri menduga para remaja tersebut masih berusia sekolah, sekitar SMA hingga kuliah, dan berasal dari Jawa Tengah serta Yogyakarta. Pihak TNGM berencana memanggil mereka kembali untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk mendalami apakah ada travel yang membawa mereka naik secara ilegal. Sanksi yang diterapkan masih bersifat persuasif, dengan pembinaan dan sanksi sosial, mengingat ini merupakan pelanggaran pertama mereka.
Gunung Ili Lewotolok Mengguncang NTT
Di Nusa Tenggara Timur, Gunung Api Ili Lewotolok menunjukkan peningkatan aktivitas signifikan. Dentuman dan gemuruh terdengar berulang kali sejak Sabtu tengah malam hingga Minggu subuh, bahkan hingga ke Pulau Adonara dan Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur. Warga setempat mengaku atap rumah mereka bergetar setiap kali dentuman keras terjadi.
Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ili Lewotolok mencatat 85 letusan, 70 gempa guguran, dan 110 gempa hembusan dalam periode 24 jam. Erupsi pada pukul 23.52 WITA menghasilkan kolom abu setinggi 500 meter. Status gunung masih berada di Level II Waspada, dengan larangan aktivitas dalam radius 2 kilometer dan 3 kilometer di sektor selatan-tenggara. Warga diimbau menggunakan pelindung dari abu.
Anak Krakatau dan Fuji Ikut Menyita Perhatian
Gunung Anak Krakatau juga tercatat erupsi beruntun. Petugas terus memantau aktivitas vulkanik tersebut untuk mengantisipasi potensi bahaya. Sementara itu, di Jepang, salju pertama akhirnya turun di Gunung Fuji pada 30 Oktober 2026. Turunnya salju tahun ini 28 hari lebih lambat dari rata-rata dan tujuh hari lebih lambat dibanding 2025. Badan Meteorologi Jepang menggunakan data radar dan satelit Himawari untuk memastikan akurasi pengamatan.
Di sisi lain, artis Angela Gilsha membagikan momen bahagianya setelah berhasil mendaki Gunung Merbabu untuk pertama kali. Gunung api strato non-aktif yang terletak di tiga kabupaten di Jawa Tengah itu ia daki bersama sahabat sebelum musim penghujan tiba.
Kesimpulan
Deretan peristiwa ini menunjukkan bahwa gunung di Indonesia maupun mancanegara terus menjadi pusat perhatian, baik karena aktivitas vulkaniknya maupun karena perilaku manusia di sekitarnya. Penting bagi masyarakat untuk mematuhi aturan pendakian dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana geologis. Pengawasan dan edukasi menjadi kunci untuk meminimalisir risiko di kawasan gunung yang memiliki daya tarik sekaligus bahaya.
