Persik vs Persita Berakhir Tragis: Macan Putih Dibantai 1-5 di Kandang Sendiri, Marcos Reina Pasang Badan
Kalimantan Update – 02 November 2026 | Duel persik vs persita pada pekan kedelapan BRI Super League 2026/2027 berakhir dengan cerita pahit bagi tuan rumah. Bermain di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (31/10/2026), Persik Kediri harus menelan kekalahan telak 1-5 dari Persita Tangerang di hadapan pendukungnya sendiri. Hasil ini menjadi salah satu luka terbesar bagi Macan Putih sepanjang musim, sekaligus memperlihatkan ketajaman lini serang Pendekar Cisadane yang tampil tanpa ampun.
Pertandingan persik vs persita sejatinya sudah menunjukkan tanda-tanda bahaya sejak menit awal. Persita yang bermain jauh dari kandang justru mengambil inisiatif serangan lebih dulu. Rayco Rodriguez nyaris membuka keunggulan pada menit keempat, sebelum akhirnya Alexandre Ramalingom benar-benar merobek gawang Persik pada menit kesembilan setelah memanfaatkan kelengahan lini pertahanan tuan rumah. Keunggulan 1-0 itu membuat tim tamu semakin percaya diri melancarkan tekanan demi tekanan.
Claudio Ferreira menjadi salah satu pemain yang paling merepotkan barisan belakang Macan Putih. Persik baru mampu keluar dari tekanan ketika pertandingan memasuki menit ke-30, saat Zanadin Fariz melepaskan tembakan yang masih bisa diblok pemain belakang Persita. Namun, petaka datang menjelang turun minum. Ramalingom kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-45+3, membawa Persita unggul 2-0 hingga jeda.
Babak Kedua Jadi Mimpi Buruk Husna Al Malik
Memasuki paruh kedua, pertandingan persik vs persita berubah menjadi hari yang kelam bagi kiper Husna Al Malik. Pada menit ke-48, tendangan bebas Pablo Ganet membentur pagar betis pemain Persik sebelum bola berubah arah dan mengecoh kiper berusia 23 tahun itu. Skor berubah menjadi 3-0. Ganet kemudian menambah golnya pada menit ke-76, sebelum Sergio Castel sempat memperkecil ketertinggalan lewat tendangan keras kaki kiri dari luar kotak penalti pada menit ke-79.
Harapan tuan rumah untuk bangkit ternyata hanya bertahan singkat. Pablo Ganet melengkapi hattrick-nya pada menit ke-90+8, memastikan kemenangan 5-1 bagi Persita. Gawang Persik yang dikawal Husna Al Malik total dibobol lima kali dalam laga ini, dengan rincian dua gol Ramalingom dan tiga gol Ganet. Kekalahan ini pun menjadi sorotan tajam, terutama dari kalangan suporter yang kecewa terhadap performa tim kebanggaannya.
Marcos Reina Pasang Badan untuk Husna Al Malik
Di tengah gelombang kekecewaan, pelatih Persik Marcos Reina memilih tampil sebagai pelindung skuadnya. Ia secara khusus membela Husna Al Malik yang menjadi sasaran kritik suporter. Menurut Reina, para penggemar berhak menyampaikan apa pun yang mereka rasakan karena ini adalah tim dan klub mereka. Namun, ia menegaskan bahwa kipernya selalu berlatih dengan sangat baik.
"Husna selalu berlatih, atau sedang berlatih dengan sangat baik. Kami melihatnya selalu di setiap latihan. Saat pramusim dia melakukannya dengan sangat baik. Di Super League dia juga main bagus," ujar Marcos Reina, seperti dikutip dari Bola.com. Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa pelatih tidak ingin satu pemain dijadikan kambing hitam atas kekalahan kolektif.
Meski begitu, Reina tidak menutup mata terhadap buruknya performa tim. Ia mengakui anak asuhnya tampil buruk dan melakukan sejumlah kesalahan, terutama di lini pertahanan, sehingga kesulitan mengembangkan permainan sepanjang laga. Pengakuan ini menjadi cermin bahwa masalah Persik bukan semata soal posisi kiper, melainkan juga rapuhnya organisasi pertahanan secara keseluruhan.
Dampak pada Klasemen
Kemenangan telak ini membawa dampak signifikan bagi kedua tim. Persita Tangerang membawa pulang tiga poin penuh dari kandang Macan Putih dan sementara menempati peringkat keempat klasemen dengan koleksi 15 poin. Sebaliknya, Persik Kediri harus turun ke posisi kesepuluh dengan raihan 10 poin. Selisih lima poin di klasemen memperlihatkan betapa pentingnya hasil pada pertandingan persik vs persita ini bagi arah perjalanan kedua tim di kompetisi.
Bagi Persita, hasil ini menjadi modal berharga untuk menjaga momentum dan konsistensi di pekan-pekan berikutnya. Ketajaman Ramalingom dan Ganet menjadi senjata utama yang sulit dibendung lawan. Sementara bagi Persik, kekalahan ini menuntut evaluasi menyeluruh, mulai dari soliditas lini belakang, transisi pertahanan, hingga mental bertanding para pemain saat bermain di hadapan pendukung sendiri.
Duel persik vs persita yang berakhir 1-5 ini akan dikenang sebagai salah satu momen terberat bagi Macan Putih musim ini. Di balik angka di papan skor, ada pelajaran tentang pentingnya kekompakan tim dan tanggung jawab kolektif. Marcos Reina telah menunjukkan sikap kepemimpinan dengan melindungi pemainnya dari tekanan publik, namun pada akhirnya hasil di lapangan tetap menjadi ukuran yang harus dijawab dengan perbaikan nyata. Kini, tantangan terbesar bagi Persik adalah bangkit dari keterpurukan, sementara Persita berpeluang besar melanjutkan tren positif mereka di BRI Super League 2026/2027.
