Veda Ega Pratama Cetak Sejarah: Dua Podium Moto3 2026 dan Pole Position Pertama Indonesia
Kalimantan Update – 03 November 2026 | Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama tengah menjadi sorotan dunia balap. Rider Honda Team Asia asal Gunungkidul, Yogyakarta, ini menorehkan sejarah dengan meraih dua podium di ajang Moto3 2026. Pertanyaan yang kini ramai dibicarakan para penggemar motorsport Tanah Air adalah berapa kali Veda Ega Pratama meraih podium di Moto3 2026? Jawabannya: dua kali, dan keduanya terasa sangat istimewa.
Prestasi pertama Veda datang di Moto3 Brasil pada 22 Maret 2026. Saat itu, ia finis di posisi ketiga dan menjadi pembalap Indonesia pertama yang pernah naik podium di ajang balap Grand Prix. Capaian tersebut menjadi tonggak bersejarah bagi dunia otomotif nasional, mengingat belum ada rider Indonesia yang mampu menembus podium kelas Grand Prix sebelumnya.
Pole Position Bersejarah di Australia
Konsistensi Veda Ega Pratama berlanjut saat Moto3 2026 memasuki sesi flyaway, berpindah dari seri Eropa ke daratan Asia dan Australia. Ia finis keenam di Sirkuit Mandalika, Indonesia, lalu mencatatkan pole position di Sirkuit Phillip Island, Australia. Sayangnya, balapan Moto3 Australia batal digelar karena cuaca buruk. Meski demikian, pole position tersebut tetap tercatat sebagai yang pertama bagi pembalap Indonesia di kelas Moto3.
Pada Jumat di Sirkuit Sepang, Malaysia, Veda langsung lolos ke Q2. Namun, di sesi kualifikasi ia hanya menempati peringkat kedelapan. Start dari posisi kedelapan tidak menyurutkan semangat rider binaan Astra Honda Racing Team (AHRT) itu untuk bersaing di rombongan depan.
Balapan Sengit di Sepang
Pada balapan Moto3 Malaysia yang digelar Minggu, 1 November 2026, Veda tampil impresif. Memulai dari posisi kedelapan, ia langsung merangsek ke urutan lima dan terus bersaing dengan para pembalap di zona lima besar hingga akhir balapan. Ia beberapa kali bertukar posisi dengan Alvaro Carpe, David Almansa, dan Hakim Danish sebelum memastikan podium kedua.
Pebalap Aspar Team, Maximo Quiles, keluar sebagai pemenang. Ia menuntaskan 15 lap dengan catatan waktu 33 menit 7,634 detik. Veda Ega Pratama menyentuh garis finis di posisi kedua dengan selisih 3,734 detik dari Quiles, sementara Alvaro Carpe melengkapi podium di urutan ketiga. Momen krusial terjadi menjelang garis finis ketika Veda melancarkan manuver menyalip Carpe dan mempertahankan posisinya hingga balapan berakhir.
Pujian Honda Team Asia
Honda Team Asia memberikan pujian tinggi atas penampilan Veda. Dalam laman resmi tim, Veda disebut muncul sebagai andalan Honda dalam perebutan posisi kedua, berjuang keras melawan trio KTM yang terdiri dari Carpe, Danish, serta Almansa. Keempat pebalap terus-menerus saling menyalip sepanjang balapan, tetapi pada akhirnya pebalap muda Indonesia itu tetap tenang dan menjalankan balapannya dengan brilian untuk memenangkan pertarungan dan mengamankan hasil terbaiknya musim ini.
Veda juga mengungkapkan kebahagiaannya melalui akun Instagram resminya. Ia merasa sangat senang bisa naik podium di Sepang, terutama dengan kehadiran keluarga di sana. Ia menyebut momen berdiri di podium di depan orang tua, saudara perempuan, dan sepupunya sebagai pengalaman luar biasa. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada tim atas kerja keras sepanjang akhir pekan serta kepada keluarga, teman, dan semua pihak yang telah menyemangatinya.
Walang Goreng Khas Gunungkidul
Ada hal menarik yang menyertai perayaan podium Veda di Sepang. Setelah berhasil finis kedua, ia tampak membawa sekotak camilan khas Gunungkidul, yaitu walang atau belalang goreng, dan sempat menawarkannya kepada Maximo Quiles. Penganan ini ternyata memiliki kandungan vitamin B1 dan B12 yang membantu menjaga kesehatan saraf termasuk kognitif. Belalang juga dikenal sebagai sumber protein tinggi yang mudah diserap tubuh, bahkan dalam jumlah tertentu bisa menyamai protein dari daging sapi dengan emisi yang lebih rendah.
Dengan dua podium di Moto3 2026, Veda Ega Pratama membuktikan bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing di level tertinggi Grand Prix. Konsistensi, ketenangan, dan kerja kerasnya bersama Honda Team Asia menjadi modal berharga menghadapi seri-seri berikutnya. Balapan Moto3 selanjutnya dijadwalkan berlangsung di GP Qatar, meski penyelenggaraannya masih diragukan menyusul aksi mogok para rider MotoGP terkait aspek keamanan di tengah konflik kawasan Timur Tengah.
Bagi publik Tanah Air, capaian Veda bukan sekadar angka di klasemen. Dua podium dan satu pole position dalam satu musim adalah bukti nyata bahwa talenta muda Indonesia layak diperhitungkan di pentas dunia. Perjalanan Veda Ega Pratama masih panjang, dan setiap balapan menjadi panggung baru untuk menorehkan sejarah bagi Merah Putih.
