Derby della Madonnina: AC Milan Hajar Inter 3-1, Sankhoun Diawara Jadi Permata Baru Rossoneri
Kalimantan Update – 03 November 2026 | Berita AC Milan kembali menjadi sorotan utama setelah Rossoneri memetik kemenangan meyakinkan 3-1 atas rival sekota, Inter Milan, dalam laga panas Derby della Madonnina di Stadion San Siro, Minggu (1/11/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini tidak hanya memperpanjang catatan buruk Inter di derby, tetapi juga memunculkan nama baru yang bersinar: Sankhoun Diawara. Dalam berita AC Milan terbaru, bek muda kelahiran 2006 tersebut menjalani debut sebagai starter dan tampil memukau di bawah asuhan pelatih Ruben Amorim.
Meski posisi aslinya adalah bek tengah, Diawara mampu beradaptasi dengan sangat baik saat dimainkan sebagai bek sayap. Ia menunjukkan fleksibilitas taktis yang jarang dimiliki pemain seusianya, 20 tahun. Sepanjang pertandingan, ia terlihat cair membangun kerja sama dengan Christian Pulisic di sisi sayap AC Milan, sekaligus memberikan dukungan pertahanan solid untuk membantu Strahinja Pavlovic menghalau serangan lawan. Kematangan pengambilan keputusan menjadi nilai lebih dari pemain muda ini, menjadikannya salah satu temuan penting dalam berita AC Milan musim ini.
Laga sendiri berjalan dramatis bagi Inter. Nerazzurri datang dengan status belum terkalahkan di Serie A musim 2026-2027, namun dominasi mereka runtuh dalam sepuluh menit pertama. Christian Pulisic membuka keunggulan pada menit keempat, disusul gol Adrien Rabiot pada menit ke-10. Alessandro Bastoni sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-22, tetapi penampilan gemilang kiper Milan, Mike Maignan, menggagalkan sejumlah peluang penyamaan. Petaka Inter berlanjut menjelang turun minum ketika Diego Moreira mencetak gol melalui tendangan bebas pada menit ke-43, memastikan keunggulan 3-1 yang bertahan hingga akhir.
Kekalahan ini menjadi pukulan mental bagi Inter. Pelatih Cristian Chivu bersama dua pemain senior, Nicolo Barella dan Alessandro Bastoni, kompak menyoroti masalah sikap dan pendekatan permainan tim yang dinilai belum mencapai standar terbaik sejak awal musim. Kritik tersebut semakin mengkhawatirkan mengingat Nerazzurri berstatus juara bertahan Serie A dan Coppa Italia musim 2025-2026. Hasil ini juga memperpanjang rekor buruk Inter yang belum meraih kemenangan dalam delapan pertandingan derby terakhir melawan AC Milan.
Di sisi lain, kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Milan yang tengah membangun fondasi baru di bawah Amorim. Berita AC Milan juga menyoroti langkah klub di bursa transfer. Amorim dikabarkan akan menggelar pembicaraan dengan calon Kepala Sepak Bola klub, Markus Krösche, untuk membahas kebutuhan transfer Januari 2027. Krösche dijadwalkan mulai menjalankan tugasnya pada 1 Desember 2026, sementara pemilik klub Gerry Cardinale menegaskan Milan akan aktif di bursa mendatang.
Salah satu prioritas Milan adalah memperkuat sektor pertahanan dengan kembali membidik bek Sporting CP, Gonçalo Inácio. Milan sebelumnya sempat mencoba merekrut pemain berusia 25 tahun itu pada hari-hari terakhir bursa transfer, namun Sporting menolak karena menginginkan harga lebih tinggi dan tidak memiliki cukup waktu mencari pengganti. Hubungan profesional Inácio dengan Amorim selama periode 2020-2024 di Sporting menjadi faktor pendorong. Selain itu, Milan mempertimbangkan kemungkinan meminjamkan striker muda Francesco Camarda demi menambah menit bermain. Kabar lain menyebut Manchester United membuka opsi peminjaman bek muda Leny Yoro, yang juga masuk radar Rossoneri.
Dengan kombinasi performa impresif di lapangan dan langkah cerdas di bursa transfer, berita AC Milan menunjukkan arah klub yang semakin matang. Kemenangan atas Inter bukan sekadar tiga poin, melainkan sinyal kebangkitan mental dan kedalaman skuad. Kehadiran pemain muda seperti Diawara memberikan harapan baru, sementara rencana transfer yang terukur menjaga ambisi kompetitif di paruh kedua musim. Jika konsistensi ini terjaga, Rossoneri berpeluang besar kembali bersaing di papan atas Serie A dan kompetisi Eropa.
