Pemberantasan Narkoba Perlu Diikuti Penataan Lingkungan dan Penguatan Kesadaran Masyarakat di Kampung Bahari
Kalimantan Update – 03 November 2026 | Pemberantasan Narkoba Perlu Diikuti Penataan Lingkungan dan Penguatan Kesadaran Masyarakat menjadi pesan tegas yang disampaikan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto saat meninjau operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026). Menurutnya, penyisiran dan penegakan hukum tidak cukup untuk membersihkan kawasan rawan narkoba, sehingga dibutuhkan langkah berkelanjutan yang menyentuh kondisi lingkungan serta kehidupan sosial warga setempat.
Dalam peninjauan tersebut, Kapolda menyusuri kawasan permukiman padat di sekitar rel kereta api. Ia menemukan sejumlah bangunan yang diduga dimanfaatkan untuk aktivitas penyalahgunaan narkoba. Temuan itu menjadi dasar penegasan bahwa pemberantasan narkoba perlu diikuti penataan lingkungan dan penguatan kesadaran masyarakat agar kawasan tersebut tidak kembali menjadi tempat berlangsungnya kegiatan ilegal.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci
Kapolda mengungkapkan telah berkomunikasi dengan pihak perkeretaapian terkait kemungkinan penataan kawasan di sekitar jalur rel. Upaya tersebut perlu dikoordinasikan dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya, dengan tetap memperhatikan kondisi permukiman serta kehidupan masyarakat setempat.
“Penataan lingkungan sosial inilah yang perlu kerja sama sekaligus penyadaran masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, penataan kawasan tidak hanya menyangkut pembenahan fisik lingkungan, tetapi juga membangun kepedulian warga untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Karena itu, upaya pencegahan perlu melibatkan masyarakat serta memperhatikan aktivitas warga yang menjalankan mata pencaharian secara sah.
Kapolda juga mengingatkan bahwa penanganan persoalan permukiman dan sosial masyarakat memerlukan keterlibatan berbagai pihak sesuai kewenangannya. Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri, sehingga sinergi dengan pemerintah daerah, pihak perkeretaapian, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian penting dari proses penataan.
Harapannya, upaya penanganan Kampung Bahari tidak berhenti setelah operasi kepolisian selesai. Melalui kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat, kawasan tersebut diharapkan menjadi lingkungan yang lebih tertata, aman, dan tidak lagi dimanfaatkan untuk aktivitas peredaran narkoba. Prinsip pemberantasan narkoba perlu diikuti penataan lingkungan dan penguatan kesadaran masyarakat kembali ditekankan sebagai fondasi utama agar hasil operasi bersifat jangka panjang.
Barang Bukti Narkotika hingga Senjata Api Diamankan
Aparat gabungan dari Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan instansi terkait menggelar operasi pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kawasan ini juga dikenal dengan sebutan Kampung Narkoba.
Operasi dilaksanakan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), diawali dengan apel kesiapan personel gabungan di wilayah Jakarta Utara. Kegiatan ini melibatkan unsur Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Utara, BNN, serta sejumlah instansi terkait.
Dari hasil operasi, petugas menemukan berbagai barang yang diduga merupakan narkotika dan obat-obatan terlarang. Berikut rincian barang bukti yang diamankan:
- Sabu, ekstasi, dan ganja
- Pil Happy Five
- Cartridge yang diduga mengandung etomidate
- Senjata api, amunisi, senjata tajam, dan airsoft gun
- Mesin, timbangan, serta catatan yang diduga berkaitan dengan peredaran maupun produksi narkotika
Terhadap orang-orang yang diamankan, penyidik masih melakukan pemeriksaan untuk mengidentifikasi peran dan keterkaitan masing-masing dengan barang bukti yang ditemukan. Polisi juga mendalami asal-usul barang bukti serta kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.
Operasi gabungan ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum untuk menekan peredaran gelap narkotika sekaligus melindungi masyarakat dari dampak penyalahgunaan narkoba, khususnya generasi muda. Melalui sinergi antarinstansi dan dukungan masyarakat, Polda Metro Jaya terus memperkuat upaya pemberantasan narkotika di wilayah Jakarta. Penanganan perkara dilakukan secara profesional dan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.
Pencegahan Berkelanjutan sebagai Prioritas
Hingga kini, proses pemeriksaan dan pendalaman masih berlangsung. Kepolisian akan menyampaikan perkembangan hasil operasi setelah proses verifikasi dan penyidikan lebih lanjut. Meski demikian, pesan Kapolda menjadi penanda bahwa pendekatan represif harus berjalan seiring dengan pembinaan sosial. Gagasan bahwa pemberantasan narkoba perlu diikuti penataan lingkungan dan penguatan kesadaran masyarakat menjadi ruh dari strategi penanganan kawasan rawan narkoba ke depan.
Penataan lingkungan yang tertata, penerangan yang memadai, serta ruang publik yang sehat dinilai mampu menutup celah aktivitas ilegal. Sementara itu, penguatan kesadaran masyarakat melalui edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan ekonomi warga menjadi benteng agar kawasan tidak kembali terjebak dalam pusaran peredaran narkoba. Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, BNN, dan warga menjadi kunci keberhasilan yang berkelanjutan.
Dengan begitu, operasi yang digelar bukan sekadar pengungkapan kasus, melainkan titik awal perubahan sosial. Pemberantasan narkoba perlu diikuti penataan lingkungan dan penguatan kesadaran masyarakat agar Kampung Bahari dan kawasan sejenis lainnya benar-benar terbebas dari jerat narkotika, sekaligus menghadirkan lingkungan yang aman dan layak bagi tumbuh kembang generasi muda.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Syaifullah
Sumber Berita: Divisi Humas Polri / Updatekaltim.com
