Pemko Banjarbaru Bersihkan 131 Titik Grill Drainase di Panglima Batur Jelang Musim Hujan
Kalimantan Update – 04 November 2026 | Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bergerak cepat melakukan Antisipasi Luapan Air Grill Drainase Mampet di Panglima Batur Dibersihkan pada Selasa pagi. Langkah ini diambil sebagai bentuk kewaspadaan menyusul prediksi BMKG bahwa wilayah Kalimantan Selatan mulai memasuki musim penghujan. Pembersihan difokuskan pada kisi-kisi besi berongga atau grill drainase yang tertutup tumpukan material di sepanjang jalur poros Jalan Panglima Batur, Kota Banjarbaru.
Dalam kegiatan tersebut, tiga petugas dari Bidang SDA dikerahkan untuk membersihkan tumpukan tanah, pasir, dedaunan kering, hingga bongkahan semen yang menutupi kisi-kisi besi pada saluran tangkapan air di kedua sisi jalan. Material-material tersebut sebelumnya membuat aliran air tidak lancar sehingga berpotensi menimbulkan genangan ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
131 Titik Drainase Terdata Tertutup
Berdasarkan pendataan di lapangan, terdapat sekitar 131 titik grill drainase tangkapan air yang tertutup sebagian maupun seluruhnya. Titik-titik tersebut membentang dari depan Balai Kota hingga kawasan Bundaran STM di depan pompa PTAM Intan Banjar. Banyaknya titik yang tertutup menunjukkan perlunya perhatian rutin terhadap infrastruktur drainase di kawasan perkotaan.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Banjarbaru, Muhammad Deny Pramudji, menyampaikan bahwa pembersihan tersebut difokuskan pada jalur poros Jalan Panglima Batur. Menurutnya, petugas mulai mengerjakan tangkapan air drainase sepanjang daerah Panglima Batur dengan arahan dari Bundaran STM sampai simpang empat Samsat dan Kantor Pos.
“Petugas mulai mengerjakan tangkapan air drainase sepanjang daerah Panglima Batur. Ada tiga orang melakukan pembersihan arahannya dari Bundaran STM sampai simpang empat Samsat dan Kantor Pos,” ujar Deny.
Ia menjelaskan bahwa pembersihan lubang tangkapan air ini bertujuan untuk memperlancar pembuangan limpasan air permukaan saat turun hujan, terutama jika terjadi hujan lebat. Dengan aliran yang lancar, risiko genangan di badan jalan dapat ditekan sedini mungkin.
Fungsi Penting Grill Drainase
Grill drainase atau grill grating merupakan penutup saluran air berbentuk kisi-kisi atau jaringan terbuka yang dipasang di atas atau pada bagian sudut selokan. Fungsi utamanya adalah menyaring sampah dan menahan kotoran berukuran besar seperti daun, plastik, atau sisa makanan agar tidak masuk dan menyumbat saluran air. Selain itu, grill drainase juga mencegah genangan serta membantu air hujan maupun air limbah mengalir cepat ke dalam sistem pembuangan.
Ketika grill drainase tertutup material, fungsi penyaringan dan pengaliran menjadi terganggu. Air yang seharusnya masuk ke saluran justru meluap ke permukaan jalan. Kondisi inilah yang ingin dicegah melalui kegiatan Antisipasi Luapan Air Grill Drainase Mampet di Panglima Batur Dibersihkan yang dilakukan secara berkala oleh dinas terkait.
Imbauan untuk Warga
Selain penanganan oleh petugas di lapangan, Deny turut mengimbau warga di kawasan kompleks perumahan di Kota Banjarbaru agar rutin membersihkan tempat tangkapan air hingga saluran drainase di lingkungan masing-masing, baik dari tumpukan tanah maupun sampah. Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga kelancaran aliran air.
“Ini sudah memasuki musim penghujan. Harapan kami dari masyarakat turut berpartisipasi juga menjaga masing-masing lingkungannya,” anjurnya.
Upaya Antisipasi Luapan Air Grill Drainase Mampet di Panglima Batur Dibersihkan ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi musim hujan. Pemerintah kota berperan melalui pembersihan infrastruktur drainase di jalur-jalur utama, sementara warga diharapkan menjaga kebersihan saluran di lingkungan tempat tinggalnya.
Dengan pembersihan 131 titik grill drainase di sepanjang Jalan Panglima Batur, diharapkan limpasan air permukaan dapat terbuang lebih lancar saat hujan lebat. Langkah ini sekaligus mengurangi risiko genangan yang kerap mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan di kawasan perkotaan Banjarbaru.
