Kalimantan Update – 09 Oktober 2026 | Jagat sepak bola nasional kembali bergeliat menyambut hadirnya League Cup Indonesia 2026/2027 yang dijadwalkan mulai bergulir pada 3 November 2026. Kompetisi ini menjadi angin segar bagi dunia persepakbolaan Tanah Air karena untuk pertama kalinya mempertemukan klub-klub dari dua kasta teratas, yakni Super League dan Championship, dalam satu panggung turnamen yang sama. Sebanyak 38 klub dipastikan ambil bagian, terdiri atas 18 tim Super League dan 20 tim Championship, menjadikan League Cup Indonesia sebagai salah satu kompetisi paling inklusif yang pernah digelar di Indonesia.
Format Lintas Kasta yang Menjanjikan Kejutan
League Cup Indonesia 2026/2027 akan berlangsung dalam lima fase, yakni penyisihan grup, babak gugur, perempat final, semifinal, dan final. Sebanyak 36 klub akan memulai perjalanan dari 12 grup yang terbagi ke wilayah barat dan timur, dengan format tiga tim per grup. Artinya, setiap tim hanya melakoni dua pertandingan di fase penyisihan, dan hanya juara grup yang berhak melenggang ke fase gugur. Sementara itu, Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda mendapatkan keistimewaan langsung lolos ke perempat final karena status mereka sebagai juara dan runner-up kompetisi musim sebelumnya.
Pengamat sepak bola Indonesia, Mohamad Kusnaeni atau yang akrab disapa Bung Kus, menilai format lintas kasta menjadi daya tarik utama League Cup Indonesia. Menurutnya, kehadiran kompetisi tambahan ini juga berpotensi meredam rivalitas yang terlalu tajam antarklub karena masing-masing tim memiliki kesempatan mengejar trofi di ajang berbeda.
“Bagus juga ada event lain sehingga kalau ada tim yang perseteruannya sebegitu ketat, yang satu bisa juara di sini, yang satu bisa juara di sana. Itu membuat rivalitas agak sedikit berkurang,” ujar Bung Kus dalam unggahannya di media sosial.
Ruang Bermain Pemain Lokal dan Misi Slot Asia
Di sisi lain, Arema FC memandang League Cup Indonesia sebagai momentum emas untuk memberikan menit bermain lebih banyak kepada para pemain lokal. General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menjelaskan bahwa regulasi kompetisi hanya memperbolehkan setiap tim menurunkan tiga legiun asing, sehingga pemain lokal memiliki peluang lebih besar untuk tampil.
“Kami mendukung dan senang League Cup segera digelar, menurut kami kompetisi ini penting karena memberikan ruang kompetisi yang cukup baik bagi pemain lokal,” kata Inal, sapaan akrabnya.
Ia menambahkan bahwa menit bermain menjadi hal penting bagi para pemain lokal yang belum mendapatkan kesempatan maksimal di Super League, sekaligus menjaga kesiapan kondisi seluruh punggawa Arema FC. Hal senada disampaikan pelatih Persebaya yang melihat League Cup sebagai peluang bagi pemain muda untuk menambah pengalaman bertanding di level kompetitif.
Yang tak kalah menarik, I.League tengah memperjuangkan satu slot tambahan kompetisi Asia untuk juara League Cup Indonesia 2026/2027. Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengungkapkan pihaknya masih berdiskusi dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk merealisasikan rencana tersebut. Saat ini Indonesia baru memiliki dua jatah untuk tampil di kompetisi antarklub Asia, yang ditempati Persib Bandung di ACL Two dan Borneo FC di AFC Challenge.
Performa kedua klub di level Asia musim ini menjadi salah satu faktor penentu naiknya koefisien slot klub Indonesia. Jika mampu meraih hasil bagus, bukan tidak mungkin jatah klub Indonesia di kompetisi Asia bertambah pada musim berikutnya, dan tiket tambahan itu akan diberikan kepada juara League Cup Indonesia.
Persib dan Momentum Kejutan Asia
Kepercayaan diri klub-klub Indonesia di pentas Asia memang sedang tinggi. Persib Bandung baru saja mencatatkan comeback dramatis atas Port FC dalam pembuka Grup B ASEAN Club Championship atau Shopee Cup 2026/2027. Bermain di Thammasat Stadium, Thailand, Maung Bandung menang 3-1 meski sempat tertinggal lebih dahulu melalui penalti Jude Soonsup-Bell pada menit ke-66. Gol Mariano Peralta, Berguinho, dan Luka Menalo membalikkan keadaan menjelang laga berakhir.
Kemenangan tersebut menjadi yang pertama bagi Persib sepanjang keikutsertaannya di Shopee Cup, sekaligus memutus rekor buruk dan menjaga catatan 100 persen win rate di Asia pada musim ini. Persib menjadi satu dari dua wakil Indonesia di kompetisi antarklub Asia Tenggara tersebut bersama Borneo FC.
Di tengah gegap gempita kompetisi, perhatian juga tertuju pada winger Dewa United, Taisei Marukawa, yang terang-terangan ingin membela Timnas Indonesia jika proses naturalisasinya rampung. Pemain berusia 29 tahun itu mengaku telah menyerahkan dokumen yang diperlukan dan kini tinggal menunggu persetujuan. Kedekatannya dengan Indonesia dimulai sejak 2021 ketika memperkuat Persebaya Surabaya dan disambut meriah oleh Bonek. Musim ini ia mencatatkan satu gol dan empat assist dari empat pertandingan Super League bersama Dewa United.
Kesimpulan
League Cup Indonesia 2026/2027 bukan sekadar turnamen pelengkap di kalender sepak bola nasional. Kehadirannya membuka ruang bagi pemain lokal untuk berkreasi, meredam rivalitas antarklub, dan yang terpenting, membuka peluang nyata bagi klub Indonesia untuk menambah jatah di kompetisi Asia. Dengan format lintas kasta yang menjanjikan kejutan, kompetisi ini berpotensi menjadi panggung baru bagi kebangkitan sepak bola Indonesia. Kini tinggal bagaimana klub-klub memanfaatkan momentum tersebut sebaik mungkin.

