Asosiasi Sepak Bola Thailand Kejar Trofi King's Cup 2026 Usai Gagal di FIFA ASEAN Cup

Foto: Istimewa

Asosiasi Sepak Bola Thailand Kejar Trofi King’s Cup 2026 Usai Gagal di FIFA ASEAN Cup

Kalimantan Update – 09 Oktober 2026 | Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) tengah bersiap menyambut turnamen King’s Cup 2026 yang akan digelar pada 9-17 November mendatang. Turnamen ini menjadi ajang pembuktian bagi Timnas Thailand setelah menelan dua kekalahan menyakitkan di Piala AFF 2026 dan FIFA ASEAN Cup 2026. Kegagalan di FIFA ASEAN Cup terasa lebih pahit karena mereka kalah adu penalti 2-4 dari Indonesia setelah bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan waktu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, (5/10/2026).

King’s Cup yang diinisiasi oleh asosiasi sepak bola Thailand ini akan diikuti oleh Oman, Bahrain, dan Tajikistan. Wakil kapten Thailand, Sarach Yooyen, menyatakan kesiapannya untuk membela negara. “Kami sempat kecewa dua kali sebelumnya, baik di AFF maupun di FIFA ASEAN Cup. Ini adalah peluang besar untuk menjuarai turnamen ini di hadapan pendukung sendiri,” ujarnya. Sarach juga memuji intensitas FIFA ASEAN Cup yang dianggapnya lebih tinggi dibandingkan Piala AFF.

Kegagalan Thailand di FIFA ASEAN Cup tidak lepas dari sorotan media internasional. The Guardian melaporkan bahwa keberhasilan Indonesia menjadi juara memberikan keuntungan politik bagi Presiden FIFA, Gianni Infantino, menjelang pemilihan presiden FIFA 2027. Infantino hadir langsung di final dan menyerahkan trofi kepada kapten Indonesia, Kevin Diks. Kehadirannya di Jakarta disebut sebagai bagian dari upaya membangun dukungan dari asosiasi sepak bola di Asia Tenggara, termasuk asosiasi sepak bola Thailand.

Dalam laporan yang ditulis John Duerden, The Guardian menyoroti perjalanan Infantino ke sejumlah negara Asia, seperti Makau, Mongolia, dan Uzbekistan, untuk meresmikan fasilitas FIFA dan menandatangani kesepakatan. Asia dinilai memiliki posisi strategis dalam pemilihan presiden FIFA. Sejumlah asosiasi sepak bola di Asia telah menyatakan dukungan kepada Infantino, sementara sebagian lainnya masih ragu. Di tengah dinamika tersebut, asosiasi sepak bola Thailand memilih fokus pada persiapan King’s Cup sebagai turnamen bergengsi di kawasan.

King’s Cup 2026 menjadi kesempatan bagi Thailand untuk mengakhiri paceklik gelar. Turnamen ini juga menjadi ajang bagi asosiasi sepak bola Thailand untuk menunjukkan kemampuan mengorganisir kompetisi internasional. Dengan diikuti oleh tim-tim kuat seperti Oman, Bahrain, dan Tajikistan, King’s Cup diharapkan meningkatkan daya saing sepak bola Asia Tenggara. Sarach menegaskan bahwa timnya akan tampil maksimal untuk meraih trofi di kandang sendiri.

Di sisi lain, FIFA ASEAN Cup 2026 yang baru pertama kali digelar di Asia Tenggara meninggalkan sejumlah catatan. Turnamen ini sempat menuai kritik terkait hak siar dan efisiensi kompetisi. Namun, final yang mempertemukan Indonesia dan Thailand berlangsung dramatis dan menarik perhatian publik. Kehadiran Infantino di Jakarta juga mendapat sambutan hangat, berbeda dengan final ASEAN Challenge Cup di Hong Kong yang diwarnai nyanyian “FIFA Mafia” dari sebagian penonton.

Bagi asosiasi sepak bola Thailand, King’s Cup 2026 bukan sekadar turnamen biasa. Ini adalah momen untuk bangkit setelah dua kegagalan dan membuktikan bahwa mereka masih menjadi kekuatan utama di sepak bola Asia Tenggara. Dukungan penuh dari suporter di kandang sendiri diharapkan menjadi energi tambahan bagi Sarach Yooyen dan kawan-kawan.

Dengan persiapan matang, Thailand optimistis dapat meraih gelar King’s Cup 2026. Turnamen ini juga menjadi bagian dari kalender resmi asosiasi sepak bola Thailand yang telah lama menjadi tuan rumah. Keberhasilan di King’s Cup akan menjadi modal berharga untuk menghadapi kompetisi selanjutnya, termasuk kualifikasi Piala Asia dan Piala Dunia.

Secara keseluruhan, perjalanan Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026 dan persiapan menuju King’s Cup 2026 mencerminkan dinamika sepak bola Asia Tenggara yang semakin kompetitif. Asosiasi sepak bola Thailand terus berupaya meningkatkan kualitas tim nasional dan penyelenggaraan turnamen. Sementara itu, peta politik FIFA menjelang pemilihan 2027 turut mewarnai hubungan antar asosiasi di kawasan. Semua mata kini tertuju pada King’s Cup 2026, di mana Thailand bertekad mengakhiri dahaga gelar dan membuktikan diri sebagai raja sepak bola Asia Tenggara.

Tags: