Lionel Messi Pensiun, Argentina Tak Bisa Pensiunkan Nomor 10 dan Kisah Pahit Benin

Foto: Istimewa

Lionel Messi Pensiun, Argentina Tak Bisa Pensiunkan Nomor 10 dan Kisah Pahit Benin

Kalimantan Update – 10 Oktober 2026 | Lionel Messi Argentina resmi mengakhiri perjalanan 21 tahunnya bersama Timnas Argentina. Laga melawan Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, pada 7 Oktober 2026 menjadi penampilan terakhir La Pulga. Messi mencetak gol ke-126 dalam penampilan ke-208, membawa Argentina menang telak 6-0. Kemenangan itu sekaligus menjadi penutup karier internasionalnya yang gemilang.

Pertandingan tersebut menyisakan cerita pahit bagi skuad Benin. Alih-alih membawa pulang kenang-kenangan, para pemain Benin harus pulang dengan tangan hampa. Pelatih Benin, Gernot Rohr, mengungkapkan kekecewaannya karena para pemainnya tidak diizinkan mendekati Lionel Messi Argentina untuk sekadar berfoto atau bertukar jersey. “Para pemain saya sudah mencoba segala cara, tapi tidak berhasil. Para pemain Argentina tidak memberikan apa-apa ke kami, bahkan sekadar foto bareng Messi,” ujar Rohr kepada RMC Sport. Bahkan setelah peluit panjang, saat pemain Benin mencoba menuju lorong ruang ganti untuk bertukar jersey, mereka dihadang barikade keamanan dan diusir.

Di sisi lain, wacana memensiunkan nomor 10 yang identik dengan Lionel Messi Argentina tidak dapat diwujudkan. FIFA mewajibkan tim nasional menggunakan nomor punggung berurutan dalam turnamen mayor, sehingga tidak ada nomor yang bisa dikosongkan. Argentina pernah mencoba memensiunkan nomor 10 untuk Diego Maradona menjelang Piala Dunia 2002, namun FIFA menolak dan nomor itu akhirnya dikenakan Ariel Ortega. Kini, nomor keramat tersebut harus diteruskan kepada pemain lain.

Beberapa nama muncul sebagai kandidat penerus nomor 10. Nico Paz dari Como menjadi favorit penggemar karena memiliki kaki kiri dan kreativitas khas pemain nomor 10. Direktur Teknik Como, Carlaberto Ludi, menilai Paz layak mewarisi nomor tersebut. “Paz punya bakat besar dan kepribadian yang istimewa,” ujarnya. Nama lain adalah Franco Mastantuono dari Fiorentina, yang juga dinilai memiliki karakter cocok.

Ucapan penghormatan mengalir dari legenda sepak bola dunia. Cristiano Ronaldo, rival abadi Messi, menulis di Instagram, “Leo, bertahun-tahun membela negaramu dan sebuah sejarah yang akan bertahan selamanya. Semua rasa hormat saya atas apa yang telah kamu capai bersama Argentina.” Komentar itu telah menerima lebih dari 4,5 juta suka. Ronaldinho juga mengenang momen kebersamaan mereka di Barcelona. “Sungguh sebuah kebahagiaan bisa menjadi bagian dari kisahmu sejak hari pertama, Saudaraku! Kau membuat kami tersenyum dan menikmati sepak bola,” tulisnya di X. Neymar dan Luis Suarez turut memberikan tribut.

Selama kariernya, Lionel Messi Argentina memenangkan delapan Ballon d’Or, mengalahkan Ronaldo yang meraih lima. Ia juga membawa Argentina juara Piala Dunia 2022 dan menjadi top skor serta top assist sepanjang masa Timnas Argentina. Warisannya tidak hanya trofi, tetapi juga inspirasi bagi generasi muda.

Dengan pensiunnya Messi, Argentina memasuki era baru. Nomor 10 akan tetap dikenakan, tetapi sosok Lionel Messi Argentina akan selalu dikenang sebagai legenda. Kisah pahit Benin menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap bintang, ada kekecewaan yang menyertai. Sepak bola memang penuh cerita, dan perjalanan Messi adalah salah satu yang terbaik.

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber: detikSport, Liputan6, VOCKET FC, iNews.id