Irjen Pol Suhendri Pimpin Polda Kepri, Tegaskan Komitmen Pelayanan dan Sinergi Kamtibmas
Kalimantan Update – 10 Oktober 2026 | Jabatan strategis di lingkungan Polri kembali menjadi sorotan publik. Irjen Pol Suhendri resmi memimpin Polda Kepulauan Riau setelah prosesi serah terima Pataka dalam tradisi Bhayangkara di Mapolda Kepri, Jumat (9/10/2026). Momentum ini bukan sekadar pergantian pejabat, melainkan penegasan komitmen bahwa setiap irjen. pol. yang dipercaya memimpin harus mampu menghadirkan pelayanan prima dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah tugasnya.
Prosesi yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, mulai dari Kabareskrim Polri Komjen Pol Asep Safrudin, Irjen Pol (Purn) Dr. Aris Budiman, Ketua DPRD Provinsi Kepri H. Iman Sutiawan, Wakapolda Kepri, Irwasda, Kabinda Kepri, hingga jajaran Forkopimda Provinsi Kepri dan Kota Batam. Rangkaian acara diawali dengan penyambutan pejabat lama dan baru, pengalungan bunga, laporan situasi mako, prosesi Pembinaan Tradisi Bhayangkara, serta serah terima Pataka Polda Kepri di lapangan upacara.
Dalam sambutannya, Komjen Pol Asep Safrudin menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polda Kepri, pemerintah daerah, TNI, instansi terkait, insan pers, dan masyarakat atas dukungan serta sinergi selama ia menjabat. Ia berharap soliditas yang telah terbangun tetap terjaga di bawah kepemimpinan irjen. pol. yang baru. Sementara itu, Kapolda Kepri Irjen Pol Suhendri menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai inovasi dan terobosan yang telah dirintis pendahulunya, dengan penekanan pada profesionalisme, integritas, transparansi, dan akuntabilitas.
“Jabatan adalah amanah. Saya akan melanjutkan program yang sudah baik dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat,” tegas Suhendri di hadapan awak media. Ia juga mengajak insan pers terus bersinergi melalui komunikasi terbuka, serta menyampaikan informasi dan masukan yang konstruktif bagi Polda Kepri. Komitmen penegakan hukum yang adil dan menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif menjadi pesan utamanya, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman, baik siang maupun malam.
Pergantian kepemimpinan di tingkat kewilayahan memang kerap menjadi momen refleksi. Di Sumatera Utara, Kapolda Irjen Pol Sonny Irawan mengingatkan seluruh personel untuk menjadikan profesi Polri sebagai ladang ibadah. “Permudah urusan orang, jangan dipersulit. Jadikanlah profesi Polri ini sebagai ladang ibadah,” tegasnya saat memberikan arahan di Lapangan K.S. Tubun, Mapolda Sumut, Kamis (8/10/2026). Menurutnya, setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus tidak akan pernah sia-sia dan akan dicatat serta dibalas oleh Tuhan, meski manusia tidak selalu mengetahui bagaimana dan kapan balasan itu datang.
Senada dengan itu, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono yang resmi menjabat berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2205/X/KEP./2026 tanggal 2 Oktober 2026, menekankan pentingnya kedekatan polisi dengan masyarakat. Perwira asal Bojonegoro ini menyatakan dukungan terhadap Program Asta Cita Presiden dan menjabarkan tagline Kapolri: “Polisi Bersama Masyarakat”. Ia bahkan memohon maaf kepada warga Jatim apabila masih ada yang merasa polisi belum dekat dan bersama-sama. “Kehadiran seorang anggota Polri harus dapat dirasakan, bukan hanya ketika masyarakat menghadapi persoalan, tetapi juga ketika membutuhkan rasa aman,” tandasnya.
Di sisi lain, tantangan penegakan hukum narkotika masih menjadi pekerjaan rumah besar. Di Makassar, aparat kepolisian menggerebek Kampung Borta, Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo, Jumat (9/10/2026). Operasi yang melibatkan 80 personel Polrestabes Makassar dan 25 personel Polda Sulawesi Selatan itu dipimpin Kasat Narkoba Polrestabes Makassar AKBP Lulik Febyantara bersama Wadirresnarkoba Polda Sulsel AKBP Yudi Prianto. Sebanyak 104 orang diamankan, dan berdasarkan tes urine, hanya enam orang yang dinyatakan negatif. Tiga orang yang diduga berperan sebagai bandar, masing-masing berinisial P, A, dan W, turut diamankan. Salah satu di antaranya, P, disebut telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menjelaskan bahwa penggerebekan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang diteruskan melalui Kapolda Sulsel Irjen Pol M. Awal Chairuddin. “Ketiganya baru diamankan kali ini. Kalau yang P, DPO memang,” ujar Arya saat menyampaikan hasil penggerebekan di halaman Mapolrestabes Makassar, Sabtu (10/10/2026) dini hari.
Dari rangkaian peristiwa tersebut, terlihat pola kepemimpinan yang terus menekankan pelayanan, integritas, dan kedekatan dengan masyarakat. Setiap irjen. pol. yang memimpin kewilayahan dituntut tidak hanya mampu menjaga kamtibmas, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga. Tradisi serah terima Pataka di Kepri, arahan spiritual di Sumut, komitmen pelayanan di Jatim, hingga operasi narkotika di Makassar menjadi cermin bahwa kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan manfaatnya.
Pada akhirnya, publik menaruh harapan besar agar setiap pejabat baru mampu menerjemahkan amanah menjadi aksi nyata di lapangan. Profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Dengan sinergi yang kuat antara Polri, pemerintah daerah, TNI, insan pers, dan masyarakat, situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif dapat terus terwujud di seluruh wilayah Indonesia.
