Marcos Ajak Wong Bentuk Band ASEAN untuk Masa Pensiun, Gagasan Unik di Forum Ekonomi Global
Kalimantan Update – 12 Oktober 2026 | Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mencuri perhatian dalam Forbes Global CEO Conference pada 7 Oktober dengan mengusulkan ide tak biasa: Marcos Ajak Wong Bentuk Band ASEAN untuk Masa Pensiun. Gagasan ini muncul saat ia ditanya tentang band musik yang sedang ia bentuk bersama Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dan beberapa pemimpin ASEAN lainnya. Marcos mengungkapkan bahwa banyak pemimpin kawasan memiliki minat besar terhadap musik, dan rencana ini merupakan bagian dari hiburan setelah masa jabatan mereka berakhir.
Dalam suasana santai forum ekonomi tersebut, Marcos menjelaskan bahwa ia pernah mengusulkan pembentukan band kepada Wong dan dua pemimpin ASEAN lain saat bertemu di Jepang. “Ini adalah bagian dari rencana masa pensiun kami. Kami mendapati bahwa banyak pemimpin ASEAN adalah pencinta musik, termasuk saya sendiri,” ujar Marcos. Ide Marcos Ajak Wong Bentuk Band ASEAN untuk Masa Pensiun ini pun langsung menjadi bahan pembicaraan hangat di kalangan peserta konferensi.
Meski disampaikan dengan nada bercanda, gagasan ini menunjukkan sisi humanis para pemimpin ASEAN. Marcos dikenal sebagai penggemar musik, begitu pula Wong yang disebut memiliki ketertarikan pada alat musik. Beberapa pemimpin ASEAN lain juga dikabarkan gemar bermain musik, sehingga rencana band ini bukan sekadar lelucon. Marcos Ajak Wong Bentuk Band ASEAN untuk Masa Pensiun menjadi simbol bahwa di balik kesibukan politik, mereka memiliki passion yang sama.
Dalam forum tersebut, Marcos juga menyebut bahwa dirinya sudah beberapa kali membahas ide ini secara informal dengan rekan-rekan sesama pemimpin. Ia bahkan berkelakar bahwa band tersebut bisa tampil di acara-acara amal setelah mereka tidak lagi menjabat. Rencana Marcos Ajak Wong Bentuk Band ASEAN untuk Masa Pensiun ini mendapat respons positif dari hadirin, yang melihatnya sebagai cara mempererat hubungan antarnegara melalui musik.
Pengamat hubungan internasional menilai bahwa langkah ini, meskipun terkesan ringan, dapat memperkuat diplomasi budaya di kawasan ASEAN. Musik sering menjadi jembatan yang efektif untuk membangun kedekatan personal antar pemimpin. Jika benar terwujud, band ini bisa menjadi fenomena unik dalam sejarah ASEAN. Marcos Ajak Wong Bentuk Band ASEAN untuk Masa Pensiun pun semakin memperkuat citra pemimpin yang tidak kaku dan dekat dengan rakyat.
Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai nama band, genre musik, atau jadwal latihan. Marcos hanya menyebut bahwa semuanya masih dalam tahap wacana dan akan dibicarakan lebih lanjut. Ia berharap ide ini dapat menjadi kegiatan positif yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk mengejar minat di bidang seni.
Di sisi lain, publik di media sosial menyambut hangat gagasan ini. Banyak warganet membayangkan formasi band yang terdiri dari presiden dan perdana menteri dengan berbagai alat musik. Ada yang mengusulkan nama “ASEAN Harmony” atau “The Leaders”. Meski hanya gurauan, antusiasme publik menunjukkan bahwa musik memang bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai kalangan.
Marcos sendiri dikenal sebagai sosok yang aktif di media sosial dan sering membagikan momen santai. Ia juga pernah terlihat memainkan gitar dalam beberapa kesempatan. Sementara itu, Wong dikenal sebagai pemimpin muda yang energik dan memiliki selera musik yang luas. Kombinasi keduanya di atas panggung tentu akan menjadi tontonan menarik.
Jika rencana ini benar-benar terealisasi, band ASEAN bentukan Marcos dan Wong bisa menjadi daya tarik tersendiri dalam berbagai forum internasional. Mereka bisa tampil di acara KTT ASEAN atau bahkan konser amal untuk penggalangan dana kemanusiaan. Hal ini sejalan dengan semangat ASEAN yang mengedepankan kolaborasi dan kebersamaan.
Dengan demikian, ide Marcos Ajak Wong Bentuk Band ASEAN untuk Masa Pensiun bukan sekadar obrolan ringan, melainkan cerminan bahwa para pemimpin pun memiliki mimpi dan hobi yang sama. Musik dapat menjadi media untuk mempererat persahabatan dan mempromosikan perdamaian. Kita tunggu saja apakah band ini benar-benar akan manggung atau hanya menjadi kenangan manis di sebuah forum ekonomi global.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak
