Kalimantan Update – 13 Oktober 2026 | Industri film Hollywood kembali dihebohkan dengan performa mengecewakan dari dua film besar yang dinanti-nantikan: the social reckoning dan Digger. Keduanya harus menerima kenyataan pahit ketika sebuah film horor berjudul Other Mommy yang dibintangi Jessica Chastain justru mencuri perhatian penonton dan menduduki puncak box office Amerika Serikat. Fenomena ini menjadi tamparan bagi para eksekutif studio yang mengandalkan nama besar sutradara dan aktor untuk menarik massa.
The social reckoning, sekuel dari film legendaris The Social Network (2010), disutradarai dan ditulis oleh Aaron Sorkin. Film ini mengisahkan tentang kebocoran internal Facebook pada tahun 2021 yang diungkap oleh whistleblower Frances Haugen, yang diperankan oleh Mikey Madison, serta jurnalis Jeff Horwitz (Jeremy Allen White). Jeremy Strong didapuk sebagai Mark Zuckerberg. Meskipun memiliki premis yang kuat dan tim kreatif ternama, the social reckoning hanya meraup 5,5 juta dolar AS pada akhir pekan pembukaannya di bioskop Amerika, jauh di bawah ekspektasi studio yang mengharapkan 7 hingga 8 juta dolar. Secara global, film ini hanya mengumpulkan total 9 juta dolar, angka yang sangat mengecewakan mengingat besarnya biaya produksi dan promosi.
Kegagalan the social reckoning juga diperparah oleh ulasan negatif dari kritikus. Film ini hanya meraih skor 55% di Rotten Tomatoes, dengan banyak kritik yang menyebutnya tidak sekelas pendahulunya. Beberapa pengulas memuji penampilan solid Mikey Madison dan Jeremy Strong, namun menganggap eksekusi cerita kurang memuaskan. Mikey Madison sendiri sempat mengungkapkan keraguannya terhadap arahan Sorkin yang memintanya tidak meniru langsung sosok Frances Haugen. Meski akhirnya ia menerima visi tersebut, ia mengaku berharap bisa lebih otentik dalam memerankan tokoh nyata di masa depan.
Senada dengan the social reckoning, film Digger karya Alejandro González Iñárritu yang dibintangi Tom Cruise juga mengalami nasib serupa. Pada akhir pekan keduanya, pendapatan Digger merosot sekitar 60 persen, dengan total global baru mencapai 35,3 juta dolar. Padahal, Warner Bros. menyatakan bahwa film tersebut membutuhkan setidaknya 300 juta dolar untuk mencapai titik impas. Ini menjadi pukulan telak bagi studio yang telah menginvestasikan dana besar.
Di sisi lain, Other Mommy yang mendapat ulasan buruk dari kritikus (hanya 18% positif di Rotten Tomatoes) justru berhasil memikat penonton. Film horor ini diproyeksikan meraup sekitar 27,5 juta dolar pada akhir pekan pembukaannya, melebihi total biaya produksinya. Fenomena ini membuktikan bahwa di bulan Halloween, genre horor masih memiliki daya tarik tersendiri bagi penonton bioskop, terlepas dari kualitas artistiknya.
Roger McNamee, seorang investor dan analis teknologi, dalam wawancara dengan CNBC menyoroti debut the social reckoning yang mengecewakan. Menurutnya, kegagalan film ini mencerminkan tantangan bagi Hollywood dalam menyajikan narasi tentang isu sosial dan teknologi yang kompleks. Penonton mungkin merasa tema yang diangkat terlalu berat atau sudah tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka.
Secara keseluruhan, akhir pekan box office kali ini menjadi pelajaran berharga bagi industri film. Nama besar sutradara, aktor, dan bahkan waralaba sekalipun tidak menjamin kesuksesan komersial. The social reckoning dan Digger harus menerima kenyataan bahwa selera penonton dapat berubah dengan cepat, dan terkadang film dengan anggaran besar serta ambisi tinggi justru kalah dari film horor sederhana yang mampu memberikan hiburan instan. Ke depan, para pembuat film mungkin perlu mempertimbangkan kembali strategi pemasaran dan pemilihan waktu rilis agar tidak terjebak dalam persaingan yang tidak menguntungkan.
