Rudal Hantam Riyadh, Laga Al Nassr vs Neftchi Tetap Digelar Setelah Penundaan Satu Jam
Kalimantan Update – 13 Oktober 2026 | Pertandingan Al Nassr vs Neftchi Fargona dalam lanjutan Liga Champions Asia Elite 2026/2027 akhirnya tetap digelar di Stadion Al Awwal Park, Riyadh, Selasa dini hari WIB, setelah mengalami penundaan sekitar satu jam akibat situasi keamanan menyusul penghadangan rudal balistik yang diluncurkan ke arah ibu kota Arab Saudi tersebut. Laga al nassr vs neftchi ini sempat terhenti sebelum kick-off ketika pasukan koalisi mengumumkan telah menghancurkan rudal yang mengarah ke Riyadh, memaksa pihak berwenang menjalankan prosedur keamanan ketat di tengah kehadiran para suporter dan pemain di dalam stadion.
Juru bicara koalisi menyatakan bahwa rudal berhasil dicegat dan dihancurkan, namun insiden tersebut membuat panitia penyelenggara dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) harus mengevaluasi kondisi sebelum memberi lampu hijau. Selama masa penantian, sistem pengeras suara internal stadion meminta para penonton tetap tenang, bertahan di kursi masing-masing, dan tidak meninggalkan arena. Situasi berangsur kondusif, dan pertandingan al nassr vs neftchi pun dimulai dengan penundaan sekitar satu jam dari jadwal semula.
Insiden ini bukan satu-satunya ancaman. Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh sebelumnya menjadi sasaran serangan misil dan drone pada 9-10 Oktober 2026. Milisi Houthi dari Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan dua gelombang tersebut, yang menyebabkan 13 orang tewas dan 320 lainnya luka-luka. Serangan ini memperuncing kekhawatiran akan stabilitas keamanan di kawasan, terutama menjelang sejumlah agenda olahraga besar di Arab Saudi, termasuk Piala Asia 2027 dan final Liga Champions Asia Elite pada 1 Mei tahun depan.
Meski demikian, AFC melalui Sekretaris Jenderalnya, Datuk Seri Windsor John Paul, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau situasi. Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dampak insiden terhadap jadwal pertandingan. Delegasi Neftchi dilaporkan tetap menjalani agenda pra-pertandingan tanpa perubahan berarti, meski aspek logistik dan transportasi udara menjadi perhatian serius.
Bagi Al Nassr, laga al nassr vs neftchi ini krusial. Cristiano Ronaldo dan rekan-rekan tengah berada di dasar klasemen wilayah barat dengan nol poin setelah dibantai Al Ain 0-4 pada matchday pertama. Kemenangan menjadi harga mati untuk menjaga asa lolos ke fase berikutnya. Neftchi sendiri datang dengan modal tiga poin dan berada di peringkat enam, sehingga bukan lawan yang bisa diremehkan.
Ronaldo masuk ke pertandingan ini dengan catatan impresif: gol ke-980 dalam kariernya saat Al Nassr mengalahkan Diriyah 3-0 di Liga Pro Saudi. Pelatih Ange Postecoglou dipastikan tidak bisa menurunkan Sultan Al-Ghannam yang cedera ACL dan Saleem Al-Najdi yang mengalami cedera hidung, sementara Awad Aman dan Abdulelah Al-Amri masih diragukan tampil. Di kubu Neftchi, hanya Jovan Djokic yang absen karena pemulihan pasca-operasi Achilles.
Selain laga al nassr vs neftchi, matchday 2 wilayah barat juga menyajikan sejumlah pertandingan lain. Pakhtakor menjamu Al Qadsiah di Tashkent, Tractor menghadapi Al Shamal di Muscat, Al Wasl menjamu juara bertahan Al Ahli di Dubai, dan Al Gharafa kontra Esteghlal di Doha. Jadwal padat ini menunjukkan betapa kompetisi antarklub Asia tetap bergulir di tengah ketegangan geopolitik.
Dari sisi keamanan, penundaan laga al nassr vs neftchi menjadi pengingat bahwa sepak bola tidak pernah benar-benar lepas dari konteks sosial-politik. Namun, keputusan untuk tetap melanjutkan pertandingan setelah situasi dinyatakan aman menunjukkan komitmen penyelenggara dan otoritas setempat untuk tidak memberi ruang bagi teror atau gangguan keamanan dalam merusak agenda olahraga.
Dengan kick-off yang mundur sekitar satu jam, Al Nassr akhirnya bisa fokus mengejar kemenangan perdana. Dukungan penuh dari suporter di Al Awwal Park menjadi energi tambahan bagi Ronaldo dkk. untuk bangkit dari keterpurukan. Sementara Neftchi berusaha mempertahankan momentum positif mereka di kompetisi ini.
Secara keseluruhan, laga al nassr vs neftchi bukan sekadar duel sepak bola biasa. Ia menjadi cermin bagaimana dunia olahraga harus beradaptasi dengan dinamika keamanan global, sekaligus membuktikan bahwa semangat kompetisi tetap menyala bahkan ketika bayang-bayang rudal sempat melintas di langit Riyadh.
