Panama Earthquake: Gempa 7,7 SR Hancurkan Kota, 8.300 Anak Butuh Bantuan, Influencer Gracie Bon Disorot
Kalimantan Update – 14 Oktober 2026 | Gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,7 skala Richter mengguncang Panama pada 9 Oktober 2026, memicu gelombang kehancuran yang meluas ke seluruh provinsi dan meninggalkan luka mendalam bagi warga. Peristiwa yang dikenal sebagai panama earthquake ini tidak hanya merobohkan bangunan dan infrastruktur penting, tetapi juga memicu perdebatan publik setelah seorang influencer terkenal, Gracie Bon, dihujat karena berpose di tengah reruntuhan. Pemerintah Panama segera menetapkan status darurat nasional pada 10 Oktober untuk mempercepat upaya penyelamatan dan pemulihan.
Kerusakan Luas dan Korban Jiwa
Menurut laporan otoritas setempat, gempa utama berkekuatan 7,7 SR diikuti oleh gempa susulan berkekuatan 6,6 SR yang mengguncang komunitas selama berjam-jam. Hingga 11 Oktober, setidaknya 27 orang dilaporkan terluka dan hampir 900 rumah rusak. Kerusakan tercatat di seluruh 10 provinsi dan dua wilayah adat, dengan dampak paling parah di Veraguas, Coclé, Herrera, dan Los Santos. Bangunan bersejarah pun tak luput, termasuk Gereja San Atanasio di Provinsi Los Santos yang runtuh. Bandara Internasional Tocumen sempat menghentikan operasi, namun kembali beroperasi pada hari yang sama. Terusan Panama tetap berjalan normal.
Anak-Anak Paling Rentan
UNICEF melaporkan bahwa sekitar 38.000 orang, termasuk 8.300 anak-anak, membutuhkan bantuan kemanusiaan. Gempa merusak rumah, sekolah, fasilitas kesehatan, serta infrastruktur air dan transportasi. “Tiga hari setelah gempa, anak-anak dan keluarga terus mengalami ketakutan dan kesusahan karena gempa susulan masih terjadi,” ujar Perwakilan UNICEF untuk Panama, Olga Isaza. Sedikitnya 656 fasilitas pendidikan rusak dan kelas diliburkan pada 12 Oktober untuk inspeksi keamanan struktural. Selain itu, 25 fasilitas kesehatan dilaporkan rusak. UNICEF telah mengerahkan 72 tenda untuk mendukung layanan kesehatan dan membutuhkan dana darurat sebesar US$2,5 juta.
Kontroversi Influencer di Tengah Bencana
Di tengah duka, nama Gracie Bon, influencer dengan hampir 12 juta pengikut di Instagram, menjadi sorotan. Pada 11 Oktober, ia mengunggah serangkaian foto dirinya berdiri di atas puing-puing bangunan yang hancur. “Realitas negara saya setelah gempa,” tulisnya dalam keterangan foto. Unggahan itu langsung menuai kecaman karena dianggap melakukan sesi foto di lokasi bencana. “Saya tidak akan pernah mengambil foto di tengah tragedi,” tulis seorang warganet. Bon kemudian membela diri, dengan alasan bahwa kehadirannya dalam foto dapat menarik perhatian lebih besar terhadap bencana. “Saya tidak sedang berpose, saya hanya menunjukkan bagaimana Panama sebenarnya,” ujarnya. Meski begitu, klaimnya tentang donasi dan tidak mencari keuntungan belum diverifikasi secara independen.
Respons Internasional dan Langkah Pemulihan
Solidaritas internasional mengalir, termasuk dari CARICOM yang menyatakan dukungan penuh bagi pemerintah dan rakyat Panama. “Panama dan negara-negara anggota CARICOM memiliki sejarah yang terjalin erat,” demikian pernyataan blok regional tersebut. Pemerintah Panama bersama mitra kemanusiaan terus mempercepat respons darurat, menempatkan anak-anak sebagai pusat upaya pemulihan. Bantuan makanan, tenda, dan personel tambahan terus didatangkan ke wilayah terdampak.
Gempa bumi Panama menjadi pengingat keras akan kerentanan kawasan terhadap bencana alam. Meski materi dapat dipulihkan, nyawa dan masa depan anak-anak adalah prioritas utama. Solidaritas, kewaspadaan, dan empati harus terus dijaga agar proses pemulihan berjalan efektif dan manusiawi.
