Samsung Galaxy Watch9 Ukur Kebisingan Perjalanan Bekasi, Hasilnya Mencengangkan!
Kalimantan Update – 14 Oktober 2026 | Perjalanan di kawasan perkotaan seperti Bekasi sering kali identik dengan tingkat kebisingan yang tinggi. Namun, seberapa bising sebenarnya lingkungan sekitar kita? Suara.com baru-baru ini melakukan pengujian menarik dengan memanfaatkan fitur Hearing pada Samsung Galaxy Watch9 Ukur Kebisingan Perjalanan Bekasi. Hasilnya pun cukup mengejutkan, mengungkap potret nyata polusi suara yang mungkin sering terabaikan oleh masyarakat.
Pengujian ini dilakukan untuk melihat sejauh mana smartwatch canggih tersebut mampu memberikan gambaran tentang kondisi suara di sekitar saat kita beraktivitas. Dengan semakin padatnya mobilitas di kota-kota penyangga Jakarta seperti Bekasi, kesadaran akan kebisingan menjadi penting, terutama bagi kesehatan pendengaran jangka panjang. Samsung Galaxy Watch9 hadir sebagai salah satu perangkat yang menawarkan fitur pemantauan kebisingan, dan uji coba ini membuktikan bahwa jam pintar itu tidak hanya sekadar gaya, tetapi juga fungsional.
Metode Pengujian di Lima Titik Strategis
Pengukuran dilakukan di lima titik berbeda yang mewakili aktivitas perjalanan sehari-hari. Mulai dari stasiun LRT, bagian dalam kereta LRT, jembatan penyeberangan orang (JPO), halte bus, hingga di atas ojek online. Setiap lokasi dipilih karena memiliki karakteristik kebisingan yang berbeda, sehingga dapat memberikan gambaran yang komprehensif.
Hasil pembacaan dari Samsung Galaxy Watch9 menunjukkan variasi yang signifikan. Di stasiun LRT, tingkat kebisingan tercatat sebesar 75 dB. Angka ini masih tergolong moderat, setara dengan suara percakapan ramai atau lalu lintas kota yang tidak terlalu padat. Namun, saat berada di dalam kereta LRT, kebisingan meningkat menjadi 80 dB. Suara gesekan roda dengan rel dan deru mesin menjadi penyebab utama naiknya angka tersebut.
Sementara itu, di area jembatan penyeberangan orang, Galaxy Watch9 mencatat 78 dB. Lokasi ini biasanya terpapar suara kendaraan yang melintas di bawahnya, sehingga tidak heran jika tingkat kebisingannya cukup tinggi. Halte bus juga tidak jauh berbeda, dengan catatan 77 dB. Antrean kendaraan dan aktivitas penumpang berkontribusi terhadap kebisingan di titik ini.
Puncaknya terjadi saat pengujian dilakukan di atas ojek online. Samsung Galaxy Watch9 Ukur Kebisingan Perjalanan Bekasi mencatat angka tertinggi, yakni 103 dB. Angka ini sangat mencolok dan masuk dalam kategori berbahaya bagi pendengaran jika terpapar dalam waktu lama. Suara angin, klakson, dan deru mesin kendaraan di jalan raya menjadi faktor utama. Tentu saja, hasil ini menjadi peringatan bagi para pengguna ojek online maupun pengendara sepeda motor untuk lebih peduli terhadap perlindungan pendengaran.
Analisis Data Kebisingan
Untuk memudahkan pembaca memahami perbandingan tingkat kebisingan di setiap titik, berikut kami sajikan tabel hasil pengukuran:
| Lokasi | Tingkat Kebisingan (dB) |
|---|---|
| Stasiun LRT | 75 dB |
| Dalam LRT | 80 dB |
| Jembatan Penyeberangan Orang | 78 dB |
| Halte Bus | 77 dB |
| Ojek Online | 103 dB |
Dari data di atas, terlihat bahwa kebisingan di atas 80 dB sudah cukup mengganggu, sedangkan 103 dB jauh melewati ambang batas aman yang direkomendasikan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO), yaitu sekitar 85 dB untuk paparan 8 jam. Paparan singkat di atas 100 dB dapat menyebabkan kerusakan pendengaran permanen jika terjadi berulang kali.
Fitur Hearing pada Samsung Galaxy Watch9
Samsung Galaxy Watch9 dibekali fitur Hearing yang mampu mengukur tingkat kebisingan lingkungan sekitar secara real-time. Fitur ini bekerja dengan memanfaatkan mikrofon internal untuk menangkap suara, lalu menampilkan level desibel pada layar jam. Pengguna dapat melihat indikator warna, misalnya hijau untuk aman, kuning untuk waspada, dan merah untuk bahaya. Dengan demikian, pengguna dapat segera mengambil tindakan preventif, seperti menjauh dari sumber kebisingan atau menggunakan pelindung telinga.
Selain itu, fitur ini juga dapat memberikan riwayat paparan kebisingan sepanjang hari, sehingga pengguna dapat mengevaluasi pola aktivitas mereka. Bagi warga Bekasi yang sering bepergian menggunakan transportasi umum atau ojek online, informasi ini sangat berharga untuk menjaga kesehatan pendengaran.
Implikasi bagi Kesehatan dan Gaya Hidup
Hasil pengujian Samsung Galaxy Watch9 Ukur Kebisingan Perjalanan Bekasi ini mengingatkan kita bahwa polusi suara adalah ancaman nyata yang sering diabaikan. Terutama bagi mereka yang tinggal di kota besar dengan mobilitas tinggi. Paparan kebisingan yang terus-menerus dapat memicu stres, gangguan tidur, hingga gangguan pendengaran. Oleh karena itu, memiliki perangkat yang dapat memantau kondisi ini menjadi nilai tambah tersendiri.
Teknologi wearable seperti Samsung Galaxy Watch9 tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu atau pelacak olahraga, tetapi juga sebagai alat kesehatan preventif. Dengan harga yang relatif terjangkau, fitur ini dapat diakses oleh berbagai kalangan. Namun, kesadaran pengguna tetap menjadi kunci utama. Menggunakan earplug atau mengurangi volume headphone saat berada di lingkungan bising adalah langkah bijak.
Kesimpulan
Pengujian Samsung Galaxy Watch9 Ukur Kebisingan Perjalanan Bekasi membuktikan bahwa smartwatch ini mampu memberikan data akurat tentang tingkat kebisingan di berbagai titik perjalanan. Angka tertinggi 103 dB saat mengendarai ojek online menjadi sorotan penting, mengingat dampaknya bagi kesehatan pendengaran. Fitur Hearing pada Galaxy Watch9 dapat menjadi solusi praktis untuk meningkatkan kesadaran akan polusi suara. Dengan memanfaatkan teknologi ini, masyarakat dapat lebih waspada dan mengambil langkah pencegahan yang tepat. Pada akhirnya, kesehatan pendengaran adalah aset berharga yang perlu dijaga, dan perangkat seperti Galaxy Watch9 hadir sebagai mitra yang membantu kita tetap sadar akan lingkungan sekitar.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber: Suara.com
