Disdik DKI Bantah Isu Perundungan Siswa SMPN Pulogadung, Pastikan Rekam Jejak Korban Bersih

Foto: Istimewa

Disdik DKI Bantah Isu Perundungan Siswa SMPN Pulogadung, Pastikan Rekam Jejak Korban Bersih

Kalimantan Update – 04 Oktober 2026 | Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta akhirnya angkat bicara terkait kabar yang menyebutkan bahwa FS, seorang siswa SMP Negeri di Pulogadung, Jakarta Timur, menjadi korban perundungan sebelum ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Poncol Atas pada Selasa (29/9/2026). Melalui pernyataan resminya, Disdik DKI Tegaskan Siswa SMPN di Pulogadung Tidak Mengalami Perundungan. Penegasan ini disampaikan setelah pihak dinas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap rekam jejak korban selama bersekolah.

Kepala Humas Disdik DKI Jakarta mengungkapkan bahwa pihaknya telah menelusuri berbagai catatan, mulai dari absensi, catatan bimbingan konseling, hingga keterangan dari guru dan teman sekelas. Hasilnya, tidak ditemukan satu pun indikasi bahwa FS pernah menjadi sasaran perundungan, baik secara fisik maupun verbal. “Korban dikenal sebagai siswa yang baik, tidak pernah terlibat masalah, dan memiliki hubungan sosial yang sehat di lingkungan sekolah,” ujar sumber dari Disdik DKI.

Pernyataan Disdik DKI Tegaskan Siswa SMPN di Pulogadung Tidak Mengalami Perundungan ini sekaligus menjawab spekulasi yang beredar luas di media sosial sejak kabar duka tersebut mencuat. Banyak warganet menduga bahwa FS nekat mengakhiri hidupnya karena tekanan dari teman-temannya. Namun, berdasarkan investigasi internal dinas pendidikan, dugaan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat.

Meski demikian, Disdik DKI tidak menutup mata terhadap kemungkinan adanya faktor lain di luar lingkungan sekolah. Mereka menyerahkan proses penyelidikan lebih lanjut kepada pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti meninggalnya FS. Dinas Pendidikan juga menyatakan siap memberikan pendampingan psikologis bagi keluarga korban serta siswa-siswi lain yang mungkin terdampak peristiwa ini.

Kasus ini sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa. Banyak dari mereka yang mempertanyakan efektivitas program anti-perundungan yang selama ini digalakkan di sekolah-sekolah. Menanggapi hal itu, Disdik DKI menegaskan bahwa pihaknya terus memperkuat sistem pencegahan dan penanganan perundungan melalui berbagai kebijakan, seperti pembentukan tim satgas di setiap sekolah dan sosialisasi rutin kepada siswa.

“Kami berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua anak. Kejadian ini menjadi momentum bagi kami untuk melakukan evaluasi menyeluruh,” tambahnya. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, karena dapat memperkeruh suasana dan melukai perasaan keluarga korban.

Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta, Dr. Retno Wulandari, menilai bahwa pernyataan Disdik DKI Tegaskan Siswa SMPN di Pulogadung Tidak Mengalami Perundungan patut diapresiasi sebagai bentuk transparansi. Namun, ia mengingatkan bahwa perundungan seringkali bersifat tersembunyi dan tidak terdeteksi oleh guru. “Sekolah harus lebih peka terhadap dinamika pertemanan siswa. Kadang korban tidak melapor karena takut atau malu,” ujarnya saat dihubungi secara terpisah.

Retno juga menyarankan agar Disdik DKI melibatkan psikolog klinis untuk melakukan asesmen menyeluruh, tidak hanya mengandalkan catatan administrasi. Menurutnya, pendekatan yang holistik akan lebih efektif dalam mencegah kasus serupa terulang. “Kita tidak bisa hanya melihat nilai atau kehadiran. Kesehatan mental siswa harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Sementara itu, pihak sekolah tempat FS menimba ilmu hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi. Beberapa guru yang ditemui di lokasi enggan berkomentar dan meminta agar proses hukum berjalan tanpa intervensi. Mereka tampak terlihat syok dan berduka atas kepergian salah satu siswa terbaiknya.

Di sisi lain, kepolisian masih mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk teman dekat dan keluarga korban. Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa ponsel milik FS untuk ditelusuri lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini.

Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi dunia pendidikan di Jakarta. Terlepas dari hasil investigasi, kehilangan seorang siswa selalu menjadi tragedi. Publik berharap agar kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental remaja.

Dalam kesimpulannya, pernyataan Disdik DKI Tegaskan Siswa SMPN di Pulogadung Tidak Mengalami Perundungan memberikan klarifikasi penting di tengah kabar simpang siur. Meski demikian, masyarakat tetap menuntut penyelidikan tuntas agar penyebab pasti kematian FS dapat diketahui secara terang benderang. Dinas Pendidikan DKI Jakarta berjanji akan terus mengawal kasus ini dan memastikan tidak ada lagi siswa yang menjadi korban, baik di dalam maupun di luar sekolah.

Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: Suaralandak.co.id