Kalimantan Update – 17 Oktober 2026 | Surabaya – Polda Jatim Dalami Penyebab Tiga Relawan Kebakaran Bromo Tewas dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo. Peristiwa nahas yang terjadi pada Kamis (15/10/2026) itu tidak hanya merenggut tiga nyawa, tetapi juga mengakibatkan tiga orang lainnya mengalami luka bakar serius. Hingga kini, kepolisian masih berupaya mengungkap kronologi pasti dan penyebab insiden yang menimpa para relawan kemanusiaan tersebut.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Jules Abraham Abast menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Ia juga mendoakan agar para korban yang masih menjalani perawatan segera diberikan kesembuhan. “Kami dari Polda Jawa Timur menyampaikan turut berduka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya tiga orang dalam peristiwa ini. Kami juga mendoakan para korban yang mengalami luka agar segera mendapatkan kesembuhan,” ujar Jules di Surabaya, Kamis (15/10/2026).
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun kepolisian, sebanyak 12 orang yang terdiri atas petugas TNBTS, anggota Masyarakat Peduli Api (MPA), dan karyawan hotel berangkat menuju lokasi kebakaran di Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka datang untuk membantu proses pemadaman api yang kian membesar di kawasan konservasi tersebut. Namun, sekitar pukul 13.30 WIB, petugas dan relawan di lokasi menerima informasi bahwa sejumlah orang yang ikut memadamkan api diduga terjebak di sekitar area kebakaran.
Setelah dilakukan pengecekan, petugas menemukan enam korban. Tiga orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan tiga lainnya mengalami luka bakar. “Berdasarkan informasi awal yang kami terima, terdapat enam korban. Tiga orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka bakar. Saat ini penanganan terhadap para korban menjadi prioritas,” ujar Jules. Untuk mendapatkan penanganan medis, satu korban luka dirujuk ke RSUD Tongas, sementara dua korban lainnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Sukapura.
Hingga kini, identitas lengkap seluruh korban dan kondisi medis para korban luka masih dalam proses pendataan serta konfirmasi dengan pihak terkait. Polda Jatim Dalami Penyebab Tiga Relawan Kebakaran Bromo Tewas dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti di lapangan. Polisi juga telah meminta keterangan dari para petugas TNBTS, anggota MPA, dan karyawan hotel yang selamat untuk menyusun kronologi kejadian secara menyeluruh.
Di sisi lain, upaya penanganan kebakaran masih berlangsung dengan melibatkan petugas TNBTS, personel kepolisian, relawan, masyarakat, dan unsur terkait lainnya. Tim gabungan terus berjibaku memadamkan api yang masih menyala di beberapa titik, terutama di area yang sulit dijangkau kendaraan. Medan yang terjal dan cuaca kering menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.
Jules menegaskan, penyebab kebakaran maupun faktor yang mengakibatkan jatuhnya korban masih dalam penyelidikan. Pihaknya meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan sebelum menarik kesimpulan. “Untuk penyebab kebakaran maupun rangkaian kejadian yang mengakibatkan adanya korban meninggal dunia dan luka, masih dilakukan pendalaman. Kami tidak ingin berspekulasi sebelum memperoleh fakta yang cukup dari hasil pemeriksaan di lapangan,” katanya.
Polda Jatim mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati kawasan yang masih terdampak kebakaran serta mematuhi arahan petugas demi menghindari risiko keselamatan. Imbauan ini dikeluarkan mengingat kondisi lahan yang masih panas dan potensi kebakaran susulan akibat angin kencang. Selain itu, polisi juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan bagi para relawan yang akan bergabung dalam upaya pemadaman.
Kasus ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, terutama mengingat maraknya kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau. Polda Jatim Dalami Penyebab Tiga Relawan Kebakaran Bromo Tewas dengan melibatkan tim laboratorium forensik dan ahli lingkungan untuk mengetahui apakah ada unsur kelalaian atau kesengajaan dalam peristiwa tersebut. Hasil penyelidikan akan diumumkan secara transparan kepada publik.
Kesimpulan: Peristiwa kebakaran di TNBTS yang menewaskan tiga relawan menjadi duka mendalam bagi dunia konservasi Indonesia. Polda Jatim terus mendalami penyebab dan kronologi kejadian guna memastikan tidak ada korban tambahan serta mencegah terulangnya tragedi serupa. Masyarakat diminta tetap waspada dan mendukung upaya pemadaman dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran di kawasan hutan.

