Erick Thohir Jaga Liga Sepak Bola Wanita Selama Lima Tahun, Komitmen Nyata untuk Sepak Bola Putri Indonesia
Kalimantan Update – 19 Oktober 2026 | Ketua Umum PSSI Erick Thohir Jaga Liga Sepak Bola Wanita Selama Lima Tahun menjadi sorotan utama dalam pembukaan Women’s League Indonesia di Stadion Madya, Jakarta, Minggu (18/10/2026). Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh orang nomor satu di federasi sepak bola nasional itu di hadapan para pemangku kepentingan, termasuk operator liga dan perwakilan klub peserta. Langkah ini menandai babak baru bagi perkembangan sepak bola putri di Tanah Air yang selama ini kerap dipandang sebelah mata.
Dalam kesempatan tersebut, Erick menegaskan bahwa keberlangsungan kompetisi dan dukungan penonton merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Menurutnya, penyelenggaraan liga bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah ekosistem yang harus dijaga bersama oleh PSSI, operator liga, dan seluruh klub. Ia menyebut komitmen untuk menjalankan kompetisi selama lima tahun ke depan sebelum kemudian dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian dan keberlanjutannya.
Ajakan untuk Datang ke Stadion
Erick Thohir Jaga Liga Sepak Bola Wanita Selama Lima Tahun tidak berhenti pada janji di atas kertas. Ia secara khusus mengajak masyarakat yang selama ini mempertanyakan keberadaan kompetisi sepak bola wanita untuk langsung datang menyaksikan pertandingan di stadion. Seruan itu disampaikan dengan nada menantang namun bersahabat, sebagai bentuk sindiran halus kepada publik yang kerap menuntut tanpa memberi dukungan nyata.
“Ayo yang selama ini teriak-teriak, mana liganya, ayo datang nonton dong sekarang,” ujar Erick Thohir dengan lantang saat membuka kompetisi.
Pernyataan tersebut mengandung pesan mendalam bahwa keberadaan sebuah liga tidak cukup hanya ditopang oleh federasi dan klub. Tanpa kehadiran penonton, atmosfer kompetisi akan sulit terbangun, dan sepak bola wanita akan terus berjalan di tempat. Erick menilai dukungan terhadap sepak bola wanita perlu diwujudkan melalui kehadiran langsung di stadion, bukan hanya melalui tuntutan agar liga diselenggarakan.
Lima Tahun sebagai Masa Pembuktian
Komitmen Erick Thohir Jaga Liga Sepak Bola Wanita Selama Lima Tahun memberikan ruang pembuktian yang jelas bagi semua pihak. Dalam periode tersebut, PSSI bersama operator dan klub diharapkan mampu membangun fondasi kompetisi yang sehat, mulai dari manajemen pertandingan, kualitas wasit, hingga pengembangan pemain muda. Masa lima tahun dinilai cukup untuk melihat apakah liga mampu berjalan mandiri dan menarik minat pasar.
Berikut sejumlah aspek yang menjadi perhatian dalam keberlangsungan Women’s League Indonesia:
- Konsistensi jadwal pertandingan agar kompetisi berjalan tanpa terputus.
- Dukungan penonton melalui kehadiran langsung di stadion.
- Sinergi antara PSSI, operator liga, dan klub peserta.
- Evaluasi menyeluruh setelah periode lima tahun berjalan.
- Pengembangan ekosistem sepak bola putri dari tingkat akar rumput.
Sejumlah pengamat sepak bola nasional menilai langkah tersebut sebagai terobosan yang patut diapresiasi. Selama bertahun-tahun, sepak bola wanita di Indonesia sering kali hanya menjadi wacana tanpa bukti nyata. Kini, dengan adanya komitmen Erick Thohir Jaga Liga Sepak Bola Wanita Selama Lima Tahun, harapan akan lahirnya generasi pesepak bola putri berkualitas semakin terbuka lebar.
Dukungan Penonton Jadi Kunci
Erick menekankan bahwa dukungan penonton bukan sekadar soal jumlah kehadiran, melainkan juga soal apresiasi terhadap perjuangan para pemain. Atmosfer stadion yang ramai akan memacu semangat bertanding dan meningkatkan kualitas permainan. Ia berharap masyarakat tidak hanya hadir saat laga pembuka, tetapi juga konsisten mendukung sepanjang musim kompetisi berlangsung.
Dengan komitmen Erick Thohir Jaga Liga Sepak Bola Wanita Selama Lima Tahun, sepak bola putri Indonesia memiliki peluang besar untuk tumbuh dan bersaing di kancah regional maupun internasional. PSSI, operator liga, dan klub kini dituntut untuk membuktikan bahwa janji tersebut bukan sekadar retorika, melainkan langkah nyata menuju kemajuan sepak bola wanita Tanah Air.
Sebagai penutup, keberhasilan Women’s League Indonesia akan sangat bergantung pada kolaborasi semua pihak. Komitmen lima tahun yang dicanangkan Erick Thohir menjadi fondasi awal, namun dukungan penonton dan kerja keras seluruh elemen sepak bola nasional adalah kunci sesungguhnya. Jika semua pihak bergerak bersama, bukan tidak mungkin sepak bola wanita Indonesia akan melahirkan bintang-bintang baru yang mengharumkan nama bangsa di pentas dunia.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak
