Erick Thohir Girang Indonesia Lampaui Target Asian Games 2026, Timnas Juara ASEAN Cup, Bonus Prabowo Siap Mengalir
Kalimantan Update – 07 Oktober 2026 | Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, tengah menikmati pekan gemilang bagi olahraga Indonesia. Dua kabar membanggakan datang beruntun: kontingen Merah-Putih sukses melampaui target medali di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang, sementara Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 di hadapan pendukung sendiri. Erick Thohir mengaku sangat puas dengan capaian tersebut, terutama karena mayoritas medali emas diraih dari cabang olahraga yang akan dipertandingkan di Olimpiade Los Angeles 2028.
Tim Indonesia menutup perjuangan di Asian Games 2026 dengan menempati peringkat 16 klasemen akhir. Kontingen Merah-Putih mengumpulkan lima medali emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Raihan itu melampaui target yang dibebankan pemerintah, yakni empat medali emas. Dua dari lima emas disumbangkan cabang bulutangkis melalui nomor beregu putra serta ganda putra yang dipersembahkan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Tiga emas lainnya datang dari angkat besi lewat Rahmat Erwin Abdullah (kelas 75kg putra), panjat tebing melalui Desak Made Rita Kusuma Dewi pada nomor speed putri, serta panahan compound yang dibawa Nurisa Dian Ashrifah. Menurut Erick Thohir, komposisi medali ini menjadi sinyal positif bagi pembinaan olahraga nasional karena berasal dari cabang-cabang yang dipertandingkan di Olimpiade.
“Ya, di atas target, ya, dan saya senang medali yang terkumpul itu dari cabang-cabang Olimpiade. Ada panahan, ada bulu tangkis, ada angkat besi, lalu ada panjat tebing,” ujar Erick Thohir saat ditemui di kawasan Jakarta Utara, Selasa (6/10/2026).
Fokus Baru: Pelatnas Jangka Panjang SEA Games 2027 dan Olimpiade 2028
Erick Thohir tidak ingin euforia Asian Games 2026 berhenti sebagai perayaan sesaat. Ia telah meminta jajarannya segera melakukan refocusing untuk menyiapkan pemusatan latihan nasional (Pelatnas) menuju SEA Games 2027 dan Olimpiade Los Angeles 2028. Arahan itu, kata dia, sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia membangun Pelatnas jangka panjang.
“Nah, ini yang kita minggu depan, saya sudah minta mulai refocusing buat Pelatnas SEA Games 2027 dan Olimpiade. Kita mulai sekarang. Karena sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kami mau ada Pelatnas jangka panjang, jadi kita sudah mulai lagi,” jelasnya.
Di sisi lain, Erick Thohir menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap cabang olahraga yang tidak memenuhi target. Sistem anggaran kini bersifat spesifik dan terikat pada target yang dijanjikan. Ia menyebut akan ada reward dan punishment, termasuk opsi membuat cabang yang gagal berjalan mandiri tanpa dukungan penuh pemerintah.
“Sama, ada rewards dan punishment. Karena sekarang semua anggaran itu spesifik sesuai dengan targetnya seperti apa. Padel kemarin mandiri. Jadi ya kalau memang yang janji (target) ya kita janjikan juga mandiri,” ucap Erick Thohir. Meski begitu, ia belum menjawab gamblang saat ditanya lebih jauh soal kemungkinan cabang tak sesuai target dimandirikan.
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Bonus Tambahan Menanti
Kabar gemilang kedua datang dari dunia sepak bola. Timnas Indonesia memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui drama adu penalti dengan skor 4-2. Laga final yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam WIB, berakhir 2-2 hingga babak perpanjangan waktu.
Erick Thohir mengapresiasi perjuangan para pemain yang mampu bertahan sampai detik terakhir. Ia juga mengakui Thailand memberikan perlawanan sengit meski bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-81 setelah Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua.
“Kita harus mengakui Thailand tim yang sangat bagus. Saya apresiasi perjuangan pemain sampai detik terakhir. Dua pertandingan tidak mudah, lawan Bangladesh 9-2 tidak mudah, hari ini juga 2-2, tidak mudah,” kata Erick Thohir kepada awak media, dikutip Selasa (6/10/2026).
Keberhasilan mengangkat trofi menjadi modal penting bagi skuad Garuda untuk mengejar target lebih tinggi, termasuk mimpi tampil di Piala Dunia. Namun, Erick Thohir menilai perjalanan menuju Piala Dunia masih sangat berat dan membutuhkan persiapan serius. Ia ingin Timnas Indonesia menunjukkan bahwa bangsa ini bukan bangsa yang mudah kalah.
“Ini pelajaran bagus untuk semua pemain dan pelatih bahwa kalau memang kita mau masuk Piala Dunia, kita harus serius mempersiapkan dan tantangannya sangat berat, tapi kita bangsa Indonesia, bukan bangsa kalahan, kita harus terus tingkatkan sepak bola kita,” terangnya.
Bonus dari Presiden Prabowo dan Evaluasi Menuju Piala Asia 2027
Erick Thohir memastikan Presiden Prabowo Subianto akan memberikan bonus tambahan kepada Timnas Indonesia atas gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, ia enggan membeberkan besaran bonus tersebut. “Nanti saja, yang pasti pak presiden nambahin kok,” ujar Erick Thohir sambil tertawa.
Meski sukses merebut gelar, Timnas Indonesia tidak lepas dari evaluasi. PSSI bersama tim pelatih akan berdiskusi untuk menambal kekurangan yang terlihat selama turnamen demi menghadapi Piala Asia 2027. Indonesia tergabung di grup berat bersama Jepang dan Qatar, sementara Thailand bisa dibilang menjadi lawan paling ringan.
Erick Thohir menyebut ada banyak titik kelemahan yang harus diperbaiki. Perjalanan Garuda di FIFA ASEAN Cup, mulai dari kemenangan tipis 2-0 atas Singapura yang bermain dengan 10 orang, imbang 0-0 melawan Malaysia, hingga kemenangan besar atas Bangladesh, menunjukkan konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah.
“Banyak, nanti saya sama coach. Ada banyak. Titik-titik kelemahan yang mungkin harus kami perbaiki untuk persiapan Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027,” pungkas Erick Thohir.
Kesimpulan
Pekan ini menjadi milik Erick Thohir dan olahraga Indonesia. Asian Games 2026 membuktikan pembinaan cabang Olimpiade mulai berbuah, sementara gelar FIFA ASEAN Cup 2026 mempertegas kebangkitan Timnas Indonesia di level regional. Tantangan berikutnya sudah menanti: SEA Games 2027, Piala Asia 2027, dan Olimpiade Los Angeles 2028. Dengan bonus dari Presiden Prabowo serta evaluasi menyeluruh yang disiapkan PSSI dan Kemenpora, publik berharap momentum ini bukan sekadar euforia, melainkan titik balik menuju prestasi yang lebih besar.
Penulis: Syaifullah
Editor: Oktavianus A, Rudi Hamdani, Sukardi, Tri Widodo
Sumber Berita: BolaSkor.com, iNews.id, JawaPos.com
