Tragedi Suporter PSS Sleman di Tol Madiun: 4 Tewas, 2 Korban Kritis Dirujuk ke RS Hermina
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Kasus kecelakaan maut yang menimpa rombongan suporter PSS Sleman di ruas Tol Madiun KM 616 jalur Ngawi-Kertosono, Minggu (18/10/2026), terus menjadi perhatian. Polresta Sleman turut berperan dalam pendataan korban dan koordinasi dengan pihak keluarga. Sebanyak empat suporter meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua korban luka berat masih menjalani perawatan intensif di Madiun. Polresta Sleman memastikan seluruh korban telah teridentifikasi dan proses evakuasi berjalan lancar.
Kasat Lantas Polres Madiun AKP Dristica Brian Arya Leviantona menyampaikan bahwa dua korban luka berat, Anis Abdul Rohman (20), warga Desa Margomulyo, Kecamatan Seyegan, Sleman, dan Adi Suwarto (24), warga Kecamatan Girisubo, Gunungkidul, dirujuk ke RS Hermina Madiun atas permintaan keluarga. “Kedua pasien korban kecelakaan dirujuk ke RS Hermina di Madiun Kota karena permintaan keluarga,” ujar Brian, Senin (19/10/2026). Anis telah menjalani operasi di RS Hermina pada Senin pagi sekitar pukul 10.00 WIB, sementara Adi masih dirawat intensif di RSUD Caruban.
Safety dan Crowd Manager PSS Sleman, Septiyadi Pityanta, menjelaskan bahwa kedua korban mengalami cedera kepala berat (CKB). Rencana merujuk korban ke rumah sakit di Yogyakarta terpaksa dibatalkan karena RSUP Dr. Sardjito dan Rumah Sakit Akademik UGM dalam kondisi penuh. “Karena itu, operasi akhirnya dilakukan di Hermina Madiun yang memiliki dokter spesialis saraf,” kata Septiyadi. Polresta Sleman disebut terus memantau perkembangan kondisi korban dan berkoordinasi dengan manajemen PSS serta pemerintah daerah.
Kecelakaan terjadi saat minibus Toyota Hiace yang membawa 15 penumpang menabrak bagian belakang truk tronton bernopol H-1872-AG. Diduga pengemudi, Imanuel Kristoper Bayu (23), warga Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Sleman, mengantuk atau kurang konsentrasi. Polisi telah memeriksa pengemudi yang berstatus saksi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. “Untuk pengemudi mulai kita mintai keterangan karena sudah membaik,” ujar Brian. Pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan apakah pengemudi terpengaruh alkohol karena masih mengumpulkan barang bukti.
Empat korban tewas telah diidentifikasi di RSUD Caruban. Mereka adalah Fakri Maulana Al Zaki (21) dan Iyan Fathur Ar Rizaq (15), keduanya warga Kecamatan Mlati, Sleman, serta satu korban bernama Rio yang juga berasal dari Sleman. Jenazah telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Polresta Sleman mengimbau para suporter yang hendak melakukan perjalanan jauh agar memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima.
Pemerintah Kabupaten Sleman memastikan fasilitas bantuan bagi korban dan keluarga. Sementara itu, Polresta Sleman mengingatkan pentingnya keselamatan berkendara, terutama bagi rombongan suporter yang sering melakukan perjalanan malam. Kasus ini menjadi evaluasi bersama bagi penyelenggara pertandingan dan pihak kepolisian dalam mengatur arus lalu lintas serta edukasi keselamatan.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi Adi Suwarto masih dalam pemantauan intensif. Polresta Sleman bersama Polres Madiun terus berkoordinasi untuk memastikan hak-hak korban terpenuhi. Masyarakat diharapkan tidak berspekulasi dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang. Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan seluruh pencinta sepak bola tanah air.
Penulis: Syaifullah
Editor: Rudi Hamdani
Sumber: detikJatim, Harianjogja.com
