Arsenal Bidik Kvaratskhelia tetapi PSG Sulit Melepasnya, Grimandi Soroti Dua Kendala Besar
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Arsenal Bidik Kvaratskhelia tetapi PSG Sulit Melepasnya menjadi perbincangan hangat di bursa transfer. Peluang The Gunners mendatangkan Khvicha Kvaratskhelia dari Paris Saint-Germain dinilai sangat berat meski sang winger diyakini mampu menaikkan kualitas lini serang. Penilaian itu disampaikan mantan pemain Arsenal, Gilles Grimandi, yang menyoroti besarnya gaji pemain asal Georgia tersebut serta statusnya sebagai bagian penting dari proyek skuad PSG.
Kualitas Kvaratskhelia Diakui, tetapi Harga dan Gaji Jadi Penghalang
Grimandi tidak menampik bahwa Kvaratskhelia memiliki profil yang dibutuhkan Arsenal. Winger berusia 25 tahun itu dinilai punya kemampuan membongkar pertahanan, menciptakan peluang, dan tampil agresif dalam pertandingan bertekanan tinggi. Penampilan di laga-laga besar menjadi alasan utama Grimandi memberi penilaian positif terhadap pemain timnas Georgia tersebut.
Meski begitu, persoalan utama bukan sekadar kualitas. Besaran gaji yang diterima Kvaratskhelia di PSG menjadi batu sandungan bagi Arsenal. Klub London utara itu dikenal disiplin dalam struktur upah dan tidak ingin merusak keseimbangan finansial tim hanya untuk satu pemain. Di sisi lain, PSG sebagai klub dengan kekuatan ekonomi besar tidak memiliki urgensi untuk melepas pemain yang masih menjadi bagian penting dari rencana mereka.
Dalam konteks itulah narasi Arsenal Bidik Kvaratskhelia tetapi PSG Sulit Melepasnya semakin relevan. Arsenal boleh saja mengagumi sang pemain, tetapi negosiasi akan sangat rumit jika PSG menutup pintu dan Kvaratskhelia sendiri masih betah di Paris.
PSG Tidak Ingin Kehilangan Aset Penting
PSG disebut memandang Kvaratskhelia sebagai salah satu aset utama di lini depan. Pemain yang sempat bersinar bersama Napoli itu dianggap punya peran strategis dalam menjaga daya saing tim di Liga Prancis maupun kompetisi Eropa. Karena itu, keinginan Arsenal untuk merekrutnya tidak bisa dilihat sebagai operasi sederhana.
Grimandi menilai PSG punya kemampuan finansial untuk menolak tawaran yang tidak sesuai. Klub asal Prancis itu tidak perlu menjual pemain hanya karena ada minat dari klub lain. Situasi ini membuat peluang Arsenal menipis, kecuali ada perubahan besar dalam kebijakan PSG atau keinginan kuat dari sang pemain untuk pindah.
Bagi Arsenal, kebutuhan menambah daya dobrak di lini serang memang masuk akal. Namun, manajemen The Gunners perlu mempertimbangkan realistis tidaknya transaksi. Jika gaji dan harga terlalu tinggi, Arsenal bisa mengalihkan fokus ke target lain yang lebih sesuai dengan struktur keuangan klub.
Dampak bagi Rencana Arsenal
Arsenal Bidik Kvaratskhelia tetapi PSG Sulit Melepasnya juga memberi gambaran tentang arah kebijakan transfer The Gunners. Klub ingin meningkatkan kualitas skuad, tetapi tetap berpegang pada prinsip keberlanjutan finansial. Dalam beberapa musim terakhir, Arsenal lebih memilih pemain muda dengan potensi besar dan struktur gaji yang terkendali.
Kvaratskhelia memang memenuhi kriteria kualitas dan usia. Namun, jika PSG memasang harga tinggi dan gaji pemain berada di luar batas, Arsenal harus berpikir dua kali. Grimandi sendiri melihat transfer ini sebagai skenario yang sulit terwujud, bukan karena Arsenal tidak butuh pemain seperti dia, melainkan karena kondisi di PSG tidak mendukung pelepasan.
Selain itu, posisi Kvaratskhelia di PSG masih penting. Ia menjadi bagian dari proyek klub yang ingin bersaing di level tertinggi. Melepas pemain seperti itu di tengah kompetisi atau sebelum musim penting berikutnya akan menjadi keputusan berisiko bagi PSG. Inilah yang membuat pembicaraan soal Arsenal Bidik Kvaratskhelia tetapi PSG Sulit Melepasnya tetap berakhir pada kesimpulan yang sama: peluangnya kecil.
Kesimpulan
Arsenal Bidik Kvaratskhelia tetapi PSG Sulit Melepasnya menjadi cerminan rumitnya bursa transfer kelas atas. Kualitas Kvaratskhelia diakui, tetapi gaji besar dan posisinya yang penting di PSG menjadi penghalang utama. Arsenal perlu bersikap bijak: mengejar target berkualitas tanpa mengorbankan stabilitas finansial. Selama PSG belum membuka pintu dan sang pemain belum menunjukkan keinginan pindah, transfer ini lebih tepat dipandang sebagai wacana daripada kepastian.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: Suaralandak.co.id
