Di Balik Megahnya Hotel Ikonik Burnley, Data Centre Bawah Tanah Rp240 Miliar Picu Tanda Tanya
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Kota Burnley tengah menjadi sorotan setelah muncul rencana ambisius untuk membangun pusat data bawah tanah senilai £11,98 juta atau sekitar Rp240 miliar di bawah salah satu bangunan paling ikonik di kota tersebut, The Brunlea Hotel. Proyek ini tidak hanya mengejutkan warga, tetapi juga memicu pertanyaan besar tentang konsumsi energi, dampak lingkungan, dan siapa sebenarnya yang akan menggunakan fasilitas tersebut. Rencana ini menjadi salah satu investasi komersial terbesar yang diajukan di pusat kota Burnley dalam beberapa tahun terakhir.
Dokumen yang diajukan kepada Dewan Burnley menyebutkan bahwa proyek ini merupakan perubahan penggunaan lahan (change of use) dari area parkir bawah tanah dan ruang bawah tanah hotel menjadi pusat data seluas 4.000 meter persegi. Namun, informasi mengenai operasional pusat data tersebut sangat minim. Tidak dijelaskan siapa penyewa atau pengguna fasilitas ini, berapa besar listrik yang akan dikonsumsi, atau apakah proyek ini akan menciptakan lapangan kerja baru bagi warga setempat. Hal ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan pemerhati lingkungan.
Proyek ini dikaitkan dengan Real Big Group, sebuah perusahaan yang berbasis di Burnley dan telah berkembang pesat di sektor properti, perhotelan, dan hiburan. Perusahaan ini mendeskripsikan dirinya sebagai “keluarga bisnis yang dibangun di Burnley” dan mengoperasikan berbagai portofolio termasuk hotel, agen properti, lettings, perusahaan teknologi properti, dan tempat hiburan. Meskipun demikian, pihak perusahaan belum memberikan pernyataan resmi terkait detail teknis dan tujuan dari pusat data tersebut.
Sebagian besar informasi mengenai skala proyek justru berasal dari sumber industri, bukan dari aplikasi perencanaan itu sendiri. Perusahaan intelijen konstruksi Glenigan menyebut proyek ini sebagai proyek senilai £11,98 juta yang melibatkan konversi 4.047 meter persegi ruang yang ada menjadi pusat data. Dalam sebuah unggahan di LinkedIn, seorang karyawan Glenigan menyatakan bahwa pengembangan ini menunjukkan bagaimana bangunan komersial bekas semakin sering dimanfaatkan kembali untuk memenuhi permintaan infrastruktur digital yang terus tumbuh. Jika angka tersebut akurat, maka skema di Burnley ini akan menjadi salah satu proyek investasi komersial terbesar yang saat ini diusulkan di pusat kota.
Di sisi lain, dinamika politik di Burnley juga menghangat. Restore Britain, partai yang memiliki satu-satunya anggota terpilih di Lancashire, telah mencalonkan Don Whitaker untuk menantang kursi anggota parlemen Burney saat ini, Oliver Ryan dari Partai Buruh. Whitaker, yang merupakan anggota Dewan Borough Burnley untuk lingkungan Whittlefield with Ightenhill, akan bertarung pada pemilihan umum berikutnya yang harus digelar paling lambat Agustus 2029. Ia menetapkan enam prioritas utama: lingkungan yang lebih aman, perlindungan rumah keluarga dari HMO, perbaikan jalan, lingkungan yang lebih bersih, fasilitas rekreasi untuk semua warga, dan kompetensi keuangan di dewan kota.
Sementara itu, di dunia olahraga, tim wanita Burnley berhasil meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Durham dalam ajang Subway Players Cup. Gol kemenangan tercipta di menit ke-93 melalui Thea Paul, setelah Durham sempat menyamakan kedudukan. Kemenangan ini menjadi awal yang baik bagi Burnley di fase grup, meskipun tim pria Burnley tengah menghadapi tekanan besar di Championship. Klub yang dilatih Nicky Hayen tersebut berada di zona degradasi setelah 11 pertandingan, dengan hanya dua kemenangan di semua kompetisi musim ini. Kapten tim, Kyle Walker, bahkan belum mampu membawa tim keluar dari keterpurukan, dan fans menyuarakan kemarahan mereka setelah kekalahan 1-2 dari Wolverhampton Wanderers di kandang sendiri.
Kombinasi antara proyek infrastruktur digital yang misterius, pertarungan politik lokal, dan prestasi olahraga yang naik-turun menunjukkan bahwa Burnley sedang berada di persimpangan. Proyek pusat data bawah tanah memang menjanjikan modernisasi dan potensi investasi besar, tetapi tanpa transparansi yang memadai, kekhawatiran akan dampak lingkungan dan sosial akan terus membayangi. Di saat yang sama, masyarakat Burnley menantikan pemimpin yang mampu membawa perubahan nyata, baik di level lokal maupun nasional, serta tim sepak bola yang bisa mengembalikan kebanggaan kota. Hanya waktu yang akan menjawab apakah rencana ambisius ini akan membawa manfaat atau justru menimbulkan masalah baru bagi kota kecil di Lancashire tersebut.
