João Cancelo, Penyelamat Baru Barcelona di Tengah Badai Cedera
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Barcelona menghadapi ujian berat jelang laga krusial Liga Champions melawan Paris Saint-Germain (PSG) di Parc des Princes, Selasa (20/10/2026) malam waktu setempat. Namun, di tengah badai cedera yang menerpa lini belakang, nama João Cancelo justru mencuat sebagai sosok yang paling diandalkan. Bek asal Portugal itu diprediksi akan mengisi posisi bek kanan menggantikan Jules Koundé yang mengalami cedera pergelangan kaki kiri.
Kabar cedera datang dari dua pilar pertahanan Barcelona. Eric García dipastikan absen selama tiga hingga empat minggu akibat cedera otot di paha kanan, sementara Koundé menderita keseleo di pergelangan kaki kiri dan dipastikan melewatkan duel melawan PSG. Kondisi ini memaksa pelatih Hansi Flick mencari solusi cepat, dan João Cancelo menjadi jawaban paling logis.
Menariknya, Cancelo selama ini lebih sering dimainkan di sisi kiri pertahanan. Namun, fleksibilitasnya membuat ia menjadi kandidat utama untuk mengisi pos bek kanan. Mantan pemain Manchester City dan Juventus itu memang dikenal memiliki kemampuan adaptasi tinggi di kedua sisi sayap. Performa apiknya belakangan ini semakin menguatkan alasan bagi Flick untuk memercayakan posisi tersebut kepadanya.
Dalam beberapa laga terakhir, João Cancelo menunjukkan ketajaman yang luar biasa. Ia mencetak gol dalam tiga pertandingan beruntun, termasuk saat Barcelona menaklukkan Galatasaray 4-1 di Liga Champions. Golnya pada menit ke-43 menjadi titik balik kebangkitan Barcelona setelah sempat tertinggal lebih dulu. “Saya tidak terlalu sering mencetak gol, tetapi akhir-akhir ini saya mencetak beberapa,” ujarnya merendah kepada DAZN.
Catatan statistik pun berbicara. Bersama Barcelona dan timnas Portugal, Cancelo telah mengoleksi tiga gol dan satu assist dalam delapan pertandingan terakhir. Ia bahkan sempat menjadi kandidat untuk mengisi posisi false nine, peran tak biasa yang menunjukkan betapa serba bisanya pemain berusia 32 tahun tersebut. Mundo Deportivo mencatat bahwa Cancelo berada dalam performa terbaiknya pada awal musim 2026/2027.
Meski demikian, laga melawan PSG bukan perkara mudah. PSG yang merupakan juara bertahan Liga Champions juga belum terkalahkan di fase liga, sama seperti Barcelona. Kedua tim sama-sama mengoleksi enam poin dari dua pertandingan dan bersaing ketat untuk posisi puncak klasemen. Duel di Parc des Princes akan menjadi ajang pembuktian bagi João Cancelo apakah ia mampu meredam kecepatan Ousmane Dembélé dan Khvicha Kvaratskhelia di sayap PSG.
Bagi Barcelona, kehadiran João Cancelo di posisi bek kanan menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan tim. Dengan gaya bermain agresif ala Hansi Flick, Cancelo dituntut tidak hanya bertahan tetapi juga aktif membantu serangan. Kemampuannya melepas umpan silang akurat dan menusuk ke dalam kotak penalti akan menjadi senjata tambahan bagi Blaugrana.
Setelah laga melawan PSG, Barcelona akan menghadapi Real Madrid dalam El Clásico pada akhir pekan. Ketersediaan Koundé masih diragukan, sehingga peran João Cancelo akan semakin krusial. Jika ia mampu tampil impresif di dua laga besar tersebut, bukan tidak mungkin posisi bek kanan akan menjadi miliknya secara permanen.
Dengan segala dinamika yang ada, João Cancelo kini berada di pusat perhatian. Dari pemain yang sering dirotasi, ia berubah menjadi tumpuan di saat tim membutuhkan. Barcelona berharap sang bek Portugal dapat melanjutkan tren positifnya dan membawa tim melewati ujian terberat awal musim ini.
