Rivan Nurmulki Kejutkan Dunia Voli Indonesia: Dari Bintang Timnas Kini Jadi Head Coach Akademi Samator
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Kabar mengejutkan datang dari dunia bola voli nasional. Bintang Timnas Voli Indonesia, rivan nurmulki, secara resmi mengumumkan bahwa ia kini menjajal pengalaman baru sebagai pelatih, bukan lagi sebagai pemain. Pria yang selama ini dikenal sebagai opposite andalan skuad Merah Putih itu dipercaya menjadi head coach Akademi Voli Samator, sebuah langkah besar yang menandai babak baru dalam kariernya di dunia olahraga yang membesarkan namanya.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung melalui akun Instagram resmi Samator Rising Star pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Dalam unggahan tersebut, pihak Samator memperkenalkan Samator Volleyball Academy sebagai wadah bagi generasi baru untuk mengenal, belajar, dan bertumbuh melalui olahraga bola voli. Akademi ini terbuka untuk umum mulai dari kelompok umur 7 hingga 21 tahun, baik bagi pemula maupun mereka yang sudah berpengalaman. rivan nurmulki didapuk sebagai Head Coach yang akan membimbing para peserta dalam latihan teknik, skill, disiplin, teamwork, serta mental juara.
Dalam sebuah video yang menyertai pengumuman itu, rivan nurmulki menyampaikan kesiapannya memulai perjalanan baru. Ia menegaskan bahwa kepulangannya ke Samator bukan untuk mengejar poin atau memenangkan pertandingan, melainkan untuk membina dan mencetak generasi baru pemain voli Indonesia. “Saya, Rivan Nurmulki. Saya kembali ke Samator bukan untuk mengejar poin, bukan untuk memenangkan pertandingan, tetapi untuk memulai sebuah perjalanan baru. Dulu tempat ini adalah tempat saya berjuang menjadi pemain yang lebih baik,” ucapnya dengan penuh semangat.
Keputusan rivan nurmulki untuk beralih peran tentu menjadi sorotan, mengingat ia masih aktif sebagai pemain profesional. Bahkan, namanya masih tercatat dalam daftar pemain asing yang akan berlaga di ajang bergengsi. Berdasarkan data dari Federasi Bola Voli Vietnam, rivan nurmulki termasuk dalam 13 pemain asing yang didaftarkan untuk putaran kedua Kejuaraan Bola Voli Nasional Vietnam 2026. Ia akan memperkuat klub Thể Công Tân Cảng bersama Anthony Cherfan. Hal ini menunjukkan bahwa meski telah memulai karier sebagai pelatih, komitmennya sebagai atlet profesional masih berjalan.
Putaran kedua kejuaraan tersebut dijadwalkan berlangsung di Nhà thi đấu Phú Thọ, Ho Chi Minh City, dari 28 Oktober hingga 8 November 2026. Sebanyak delapan tim akan bertarung, dengan lima di antaranya mendaftarkan dua pemain asing, termasuk Thể Công Tân Cảng yang diperkuat rivan nurmulki. Menariknya, dari 13 pemain asing yang terdaftar, hanya empat orang yang juga tampil di putaran pertama, dan rivan nurmulki adalah salah satunya. Ini menegaskan kualitas dan konsistensinya di kancah internasional.
Di sisi lain, Akademi Voli Samator yang dipimpin rivan nurmulki diharapkan mampu menjadi pabrik talenta baru bagi bola voli Indonesia. Dengan pengalaman bertahun-tahun sebagai pemain timnas, ia diyakini dapat mentransfer ilmu, teknik, dan mentalitas juara kepada para peserta didik. Langkah ini juga sejalan dengan upaya regenerasi yang selama ini menjadi perhatian dunia voli tanah air. Akademi tersebut menawarkan program latihan menyeluruh, mulai dari pengembangan keterampilan dasar hingga pembentukan karakter dan kerja sama tim.
Masyarakat voli Indonesia pun menyambut positif keputusan ini. Banyak yang menilai bahwa sosok rivan nurmulki adalah contoh ideal bagi transisi karier atlet menuju dunia kepelatihan. Dengan dedikasi dan reputasinya, ia berpotensi besar melahirkan bintang-bintang voli masa depan yang akan mengharumkan nama bangsa. Samator sendiri dikenal sebagai klub yang konsisten membina pemain muda, sehingga kolaborasi ini terasa sangat tepat.
Sebagai penutup, kiprah rivan nurmulki sebagai head coach Akademi Samator sambil tetap aktif sebagai pemain profesional di Vietnam menjadi bukti bahwa dedikasi terhadap olahraga tidak mengenal batas peran. Langkah ini tidak hanya memperkaya pengalaman pribadinya, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekosistem bola voli nasional. Publik tentu menantikan bagaimana ia mengembangkan akademi tersebut dan apakah kelak akan ada pemain muda didikan Samator yang mengikuti jejaknya di timnas.
Penulis: Syaifullah
Editor: Rudi Hamdani
Sumber: tvOnenews.com, JKN News, Webthethao, Thanh Nien, Vietnam.vn
