Janice Tjen Tersingkir dari Japan Open 2026, Peluang Bangkit Masih Terbuka di Nomor Ganda
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Petenis putri Indonesia Janice Tjen harus mengakui keunggulan lawannya pada babak 32 besar turnamen WTA 250 Japan Open 2026. Bertanding di Utsubo Tennis Center, Osaka, Jepang, Senin (19/10/2026), Janice Tjen kalah dua set langsung dari wakil Amerika Serikat, Ashlyn Krueger, dengan skor identik 4-6, 4-6. Pertandingan yang berlangsung sekitar satu jam 15 menit tersebut menjadi pukulan bagi petenis berusia 24 tahun itu, mengingat statusnya sebagai unggulan keenam.
Meski demikian, perjalanan Janice Tjen di turnamen kategori WTA 250 ini belum sepenuhnya berakhir. Ia masih memiliki peluang untuk bangkit dan berburu trofi di sektor ganda putri bersama pasangannya, Storm Hunter dari Australia. Duet ini menempati unggulan teratas dan dijadwalkan menghadapi pasangan Ingrid Martins (Brasil) dan Sara Sorribes Tormo (Spanyol) pada Selasa (20/10/2026).
Jalannya Pertandingan
Sejak awal set pertama, Krueger tampil solid dengan mengandalkan akurasi servis dan dominasi pada gim servisnya sendiri. Janice Tjen sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit hingga kedudukan 4-4. Namun, Krueger berhasil merebut gim kesembilan untuk unggul 5-4, sebelum menutup set pembuka dengan skor 6-4.
Situasi serupa terulang di set kedua. Janice kembali menjaga persaingan hingga skor 3-3, tetapi Krueger kemudian mematahkan servisnya pada gim ketujuh. Keunggulan 4-3 memberi momentum bagi Krueger untuk mempertahankan kendali pertandingan, dan ia akhirnya menutup set dengan skor 6-4 sekaligus memastikan kemenangan dua set langsung.
Statistik Pertandingan: Ace Melimpah, Efektivitas Jadi Sorotan
Data statistik pertandingan menunjukkan bahwa Janice Tjen sebenarnya unggul dalam jumlah ace. Ia mencatatkan delapan ace, dua kali lebih banyak daripada empat ace milik Krueger. Namun, keunggulan tersebut tidak cukup untuk membawa Janice melewati babak pertama. Berikut perbandingan statistik kedua petenis:
| Statistik | Janice Tjen | Ashlyn Krueger |
|---|---|---|
| Ace | 8 | 4 |
| Double Fault | 4 | 1 |
| Persentase Servis Pertama | 61% | 77% |
| Poin dari Servis Pertama | 78% | 80% |
| Poin dari Servis Kedua | 50% | 82% |
| Winner | 20 | 23 |
| Unforced Error | 13 | 11 |
| Total Poin | 44% | 56% |
Kunci keunggulan Krueger terletak pada efektivitas servis yang lebih stabil. Petenis Amerika Serikat itu mengunci persentase servis pertama hingga 77 persen dan sukses mengamankan 80 persen poin dari servis pertama serta 82 persen poin dari servis kedua. Sementara itu, meski Janice mampu meraih 78 persen poin dari servis pertamanya, persentase servis pertamanya hanya 61 persen dan perolehan poin dari servis keduanya merosot hingga 50 persen. Selain itu, ketajaman Krueger dalam memanfaatkan peluang break point menjadi pembeda utama. Krueger sukses mengonversi dua dari enam kesempatan break point, sementara Janice gagal memanfaatkan satu-satunya peluang break point yang diperoleh sepanjang laga.
Rekor Pertemuan dan Performa Terkini
Kekalahan ini memperpanjang rekor pertemuan Krueger atas Janice menjadi dua kemenangan dalam dua pertemuan. Sebelumnya pada 2026, keduanya bertanding dengan skor akhir 6-1, 6-3. Krueger, petenis peringkat 55 dunia, juga menunjukkan performa kompetitif dalam tujuh pertandingan terakhirnya dengan meraih empat kemenangan, termasuk saat menundukkan Katie Boulter (Inggris) melalui pertandingan tiga set, meski juga menelan kekalahan dari Iga Świątek (Polandia) dan Ann Li (AS).
Sementara itu, Janice Tjen telah mengantongi empat kemenangan dari tujuh pertandingan di lapangan keras sebelum tampil di Osaka. Petenis peringkat 46 dunia itu mengalahkan Daria Snigur (Ukraina), Aoi Ito (Jepang), Anhelina Kalinina (Ukraina), dan Darja Vidmanová (Ceko). Namun, ia juga menelan kekalahan dari Ann Li, Diana Shnaider (Rusia), dan Sloane Stephens (AS).
Fokus ke Ganda: Peluang Meraih Gelar
Kegagalan di nomor tunggal membuat Janice Tjen harus segera mengalihkan fokus ke sektor ganda. Bersama Storm Hunter, ia bertekad untuk tampil maksimal dan memburu gelar di Japan Open 2026. Duet ini diunggulkan sebagai unggulan teratas, sehingga peluang untuk melangkah jauh masih terbuka lebar. Turnamen Japan Open sendiri merupakan bagian dari rangkaian Asian Swing pada akhir musim tur kompetisi tenis profesional 2026, yang berlangsung di Osaka pada 19-25 Oktober 2026.
Meski langkah di nomor tunggal terhenti, penampilan Janice Tjen tetap menunjukkan kualitasnya sebagai petenis muda Indonesia yang patut diperhitungkan. Kemampuannya bersaing ketat melawan petenis peringkat 55 dunia menjadi modal berharga untuk terus berkembang. Kini, seluruh perhatian tertuju pada sektor ganda, di mana Janice Tjen dan Storm Hunter akan berusaha memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Dengan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas permainan, terutama dalam memanfaatkan poin-poin krusial dan menjaga konsistensi servis, Janice Tjen diharapkan dapat tampil lebih baik di pertandingan ganda. Dukungan dari para penggemar tanah air tentu menjadi energi tambahan bagi petenis kelahiran Jakarta 24 tahun silam itu untuk bangkit dan meraih hasil positif.
Penulis: Syaifullah
Editor: Rudi Hamdani
Sumber Berita: Harianjogja.com, Akurat.co, ANTARA, iNews.id
