Alwi Farhan Takluk di Tangan Anders Antonsen, Singkap Rahasia Kelas Dunia di Denmark Open 2026
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | JAKARTA – Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, harus mengakui keunggulan wakil tuan rumah Anders Antonsen pada babak perempat final Denmark Open 2026. Bertanding di Jyske Bank Arena, Odense, Denmark, Jumat (16/10/2026) malam WIB, Alwi Farhan menyerah dalam dua gim langsung dengan skor 17-21 dan 16-21 dalam tempo 56 menit. Kekalahan ini menghentikan langkah Alwi Farhan untuk melaju lebih jauh di turnamen level Super 750 tersebut.
Pertandingan berlangsung sengit sejak awal. Antonsen, yang kini menempati peringkat 2 BWF, langsung tampil agresif. Alwi Farhan sempat merespons dan berbalik unggul 5-4, namun lawannya meraih enam poin beruntun untuk merebut kendali permainan. Meski sempat memangkas ketertinggalan menjadi 13-14, Alwi kembali tertinggal dan menutup gim pertama dengan skor 17-21.
Pada gim kedua, Alwi masih kesulitan keluar dari tekanan. Antonsen langsung unggul 7-2. Alwi sempat menyamakan skor 9-9, tetapi setelah Antonsen unggul 13-9, jarak kembali melebar dan gim kedua berakhir 16-21 untuk kemenangan wakil Denmark tersebut.
Selepas pertandingan, Alwi Farhan mengakui bahwa Antonsen mampu memanfaatkan karakter shuttlecock yang melaju cepat untuk mengendalikan jalannya pertandingan. “Tidak mudah pertandingan hari ini, bolanya cukup kencang dan Antonsen bisa mengontrol itu dengan cukup baik,” ujar Alwi seperti dikutip dari laman PBSI.
Ia juga menyoroti kemampuan Antonsen dalam mengubah strategi sebagai pembeda utama. Menurut Alwi, pemain elite dunia mampu beradaptasi ketika rencana awal tidak berjalan sesuai harapan. “Dia tetap bisa mengontrol agar bolanya nggak gampang mati sendiri. Itu world class top elite level dan saya harus akui,” katanya.
Alwi menambahkan bahwa beberapa pukulan Antonsen pada gim pertama membuatnya terlambat mengantisipasi arah bola. Hal itu menjadi evaluasi penting untuk menghadapi turnamen berikutnya. “Memang kadang dengan apa yang kita planning semuanya nggak berjalan dengan yang kita mau tapi mereka bisa mengubah dan lebih fleksibel untuk menyesuaikan pola dan kebutuhan yang ada di lapangan. Ini yang harus juga saya punya ke depan,” tutur Alwi Farhan.
Kemenangan ini membawa Antonsen ke babak semifinal Denmark Open 2026, di mana ia akan menghadapi Christo Popov. Sementara itu, bagi Alwi Farhan, hasil ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya fleksibilitas dan pengendalian bola di level tertinggi.
Dengan kekalahan ini, Indonesia masih memiliki harapan di sektor lain, namun langkah Alwi Farhan di Denmark Open 2026 harus terhenti. Evaluasi menyeluruh tentu akan dilakukan oleh tim pelatih untuk meningkatkan performa Alwi di turnamen-turnamen mendatang.
Kejuaraan Denmark Open 2026 sendiri masih akan berlanjut hingga akhir pekan. Antonsen yang tampil di hadapan pendukung sendiri tentu menjadi salah satu favorit juara. Sementara Alwi Farhan akan mempersiapkan diri untuk turnamen berikutnya dengan catatan penting dari pertandingan melawan pemain peringkat 2 dunia tersebut.
