Pesut Etam Mengganas di AFC Challenge League, Borneo FC Tumbangkan Yangon United 2-0
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Perjalanan Borneo FC di ajang afc Challenge League 2026-2027 dibuka dengan cara sempurna. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu (18/10/2026) malam WIB, skuad berjuluk Pesut Etam itu menaklukkan wakil Myanmar, Yangon United, dengan skor meyakinkan 2-0 dalam laga pembuka Grup D.
Atmosfer meriah yang diciptakan suporter tuan rumah langsung membakar semangat para penggawa asuhan Mauro Jeronimo sejak peluit pertama dibunyikan. Dominasi Borneo FC terasa begitu pertandingan dimulai. Berbagai skema serangan dilancarkan lini depan untuk meruntuhkan tembok pertahanan Yangon United yang tampil disiplin.
Sejumlah peluang emas sempat diciptakan melalui aksi Hugo Samir dan Arthur Moraes, namun penyelesaian akhir yang kurang sempurna membuat kedudukan tetap imbang tanpa gol hingga turun minum. Tim tamu asal Myanmar juga sempat memberikan perlawanan ketat serta mengancam lewat tembakan spekulatif maupun serangan balik cepat, tetapi lini belakang Pesut Etam masih mampu meredam ancaman tersebut.
Kebuntuan Pecah di Babak Kedua
Memasuki paruh kedua, intensitas serangan pasukan Mauro Jeronimo tidak mengendor. Mereka terus menekan lini pertahanan Yangon United demi mencari gol pembuka yang dinantikan publik Stadion Segiri. Gol yang ditunggu akhirnya lahir pada menit ke-53 melalui kaki Iago Pereira Mendonca. Memanfaatkan situasi sepak pojok, Iago menyambut bola liar di tiang jauh tanpa kawalan berarti untuk menjebol jala lawan.
Keunggulan satu gol membuat permainan Borneo FC semakin dominan. Mereka terus mengontrol jalannya laga dengan variasi serangan lewat umpan-umpan silang, sementara Yangon United dipaksa bertahan total. Gol penegasan kemenangan akhirnya lahir jelang berakhirnya waktu normal, tepatnya pada menit ke-81. Umpan matang dari Juan Villa berhasil diselesaikan dengan sempurna oleh Moussa Diarra untuk mengubah skor menjadi dua gol tanpa balas.
Pelatih Yangon Akui Keunggulan Lawan
Pelatih Yangon United, Juan, secara terbuka mengakui kualitas skuad yang dimiliki Borneo FC. Menurutnya, kekuatan tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar bagi timnya saat menghadapi tuan rumah.
“Kita tahu sebelum pertandingan bahwa Borneo FC memiliki skuad yang super. Begitu banyak pilihan untuk setiap posisi, pemain yang bagus, pemain lokal yang bagus, pemain asing yang bagus. Kita sudah tahu itu dari awal,” kata Juan dalam konferensi pers usai pertandingan.
Ia menegaskan bahwa anak asuhnya telah berusaha memberikan perlawanan maksimal. Namun, Borneo FC mampu memanfaatkan peluang dan mencetak dua gol yang membawa mereka meraih kemenangan. “Kita bermain sekeras mungkin, kita mencoba yang terbaik, dan ya, akhirnya Borneo mencetak dua gol yang bagus, dan mereka layak untuk menang,” ujarnya.
Meski kalah, Juan meminta para pemainnya tetap berjuang karena masih memiliki kesempatan pada pertandingan berikutnya. Peluang Yangon United untuk melaju ke tahap selanjutnya masih bergantung pada hasil yang mereka raih. “Tapi kita tetap berjuang karena kita masih punya satu kesempatan lagi di pertandingan berikutnya. Semua tergantung pada kita, jika kita menang di pertandingan berikutnya, kita akan melaju ke tahap selanjutnya,” jelasnya.
Juan juga menyampaikan kesannya terhadap atmosfer Stadion Segiri. Pelatih asal Brasil itu mengaku sudah mengenal stadion tersebut sejak lama dan menilai dukungan suporter menjadi ciri khas Borneo FC. Menurutnya, atmosfer di Stadion Segiri selalu terasa istimewa, dan ia senang bisa kembali ke Indonesia setelah enam tahun berlalu.
Peta Persaingan Grup D
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Borneo FC untuk menghadapi persaingan di Grup D afc Challenge League. Tiga poin penuh di kandang sendiri memberikan posisi yang menguntungkan bagi Pesut Etam dalam perburuan tiket ke tahap berikutnya.
Bagi Yangon United, kekalahan ini menjadi pukulan, namun peluang mereka belum sepenuhnya tertutup. Pertandingan berikutnya akan menjadi penentu nasib mereka di kompetisi afc tersebut.
Dinamika Sepak Bola Asia
Sementara itu, dinamika sepak bola Asia juga diwarnai isu penundaan Piala Asia 2027. Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, membuka kemungkinan opsi penundaan turnamen tersebut menyusul berbagai peristiwa yang tengah terjadi di Arab Saudi, termasuk serangan Houthi yang semakin masif.
“Jika kami perlu mengambil keputusan, kita akan melakukannya, tetapi kita bisa menunda turnamen selama satu tahun ke 2028 jika memang dibutuhkan,” ujar Salman. Opsi penundaan tersebut menjadi perhatian tersendiri di tengah agenda internasional yang digelar di Arab Saudi.
Di sisi lain, performa pemain Uruguay di klub afc Bournemouth turut menjadi sorotan. Alvaro Rodriguez mencetak gol pertamanya untuk Bournemouth lewat penalti pada menit 90+2 saat menang 3-0 atas Sturm Graz di Liga Europa 2026/2027. Gol tersebut menjadi gol ketiga dalam sejarah The Cherries yang dibuat pemain Uruguay, setelah sebelumnya Matias Vina menyumbang dua gol pada Premier League 2022/2023.
Kesimpulan
Kemenangan 2-0 Borneo FC atas Yangon United menjadi pembuka manis perjalanan Pesut Etam di ajang afc Challenge League 2026-2027. Gol Iago Mendonca dan Moussa Diarra membuktikan kualitas skuad asuhan Mauro Jeronimo yang diakui bahkan oleh pelatih lawan. Dengan tiga poin di kantong, Borneo FC kini memiliki modal berharga untuk melanjutkan langkah di kompetisi Asia tersebut, sementara Yangon United masih menyimpan asa melalui pertandingan berikutnya.
Penulis: Syaifullah
Editor: Rudi Hamdani
Sumber Berita: Okezone.com, IDN Times, Metro TV
