Zenit di Balik Drama Transfer Claudinho: Dari Flamengo hingga Blokade Rp124 Miliar
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Nama zenit kembali mencuat di jagat sepak bola Eropa setelah gelandang Brasil Claudinho membuka cerita di balik gagalnya kepindahannya ke Flamengo pada 2024. Kini berkostum Al-Sadd asal Qatar, Claudinho menegaskan bahwa klub asal Rusia itu menjadi pihak yang menghalangi keinginannya pulang ke Brasil.
Dalam wawancara terbaru, pemain berusia 29 tahun tersebut sempat tersenyum ironis ketika ditanya soal negosiasi yang batal. Ia menyebut pihak zenit menolak melepasnya meski kesepakatan dengan Flamengo hampir tuntas.
“Zenit tidak melepas. Saya ingin pergi, kembali ke Brasil, semuanya hampir berjalan baik, tetapi Zenit tidak mau melepas. Saya praktis sudah sepakat dengan Flamengo, tetapi mereka tidak mau melepas,” ujarnya.
Penolakan itu bukan tanpa alasan. Flamengo mengirim tawaran resmi terakhir senilai 18 juta euro atau sekitar Rp106,9 miliar pada kurs saat itu, sementara zenit bersikeras menginginkan 19 juta euro. Selisih satu juta euro itulah yang membuat negosiasi kandas.
Harga Tinggi dan Ambisi Claudinho
Claudinho disebut memiliki motivasi kuat untuk kembali ke Brasil demi meningkatkan visibilitas, terutama dengan target menembus skuad Selecao untuk Piala Dunia 2026. Namun harapan itu tak terwujud melalui pintu Flamengo.
Baru sekitar enam bulan kemudian, zenit bersedia melepasnya, tetapi bukan ke Brasil. Klub Rusia itu menerima tawaran Al-Sadd senilai 20 juta euro atau sekitar Rp124 miliar pada Januari 2025. Palemeras juga sempat mencoba mendekati Claudinho pada periode berikutnya, namun tak membuahkan hasil.
Rekam Jejak Gemilang di Rusia
Kerasnya sikap zenit di bursa transfer sejalan dengan performa Claudinho yang luar biasa sejak bergabung pada Agustus 2021 dari Red Bull Bragantino. Saat itu ia dibeli seharga 15 juta euro atau sekitar Rp92 miliar.
Ia langsung menjadi andalan dan menyumbang tujuh trofi bagi klub, terdiri dari tiga gelar Liga Rusia pada musim 2021/22, 2022/23, dan 2023/24, tiga Piala Super Rusia pada 2022, 2023, dan 2024, serta satu Piala Rusia pada 2023/24.
| Keterangan | Data |
|---|---|
| Bergabung dengan Zenit | Agustus 2021 |
| Harga dari Bragantino | 15 juta euro |
| Total pertandingan | 124 laga |
| Gol | 21 |
| Assist | 31 |
| Trofi | 7 gelar |
Konsistensinya membuat Claudinho kerap dinobatkan sebagai pemain terbaik di sepak bola Rusia. Ketajamannya juga menarik perhatian sejumlah klub Eropa seperti Roma, RB Leipzig, Ajax, Sporting, dan Benfica.
Nama Zenit di Panggung Olahraga Lain
Di luar sepak bola, nama zenit juga melekat pada klub basket asal Sankt Peterburg. Tim ini baru saja menelan kekalahan dramatis 72-73 dari Lokomotiv Kuban dalam lanjutan VTB United League. Kekalahan itu terjadi setelah Aleksej Pokusevski melakukan blokade spektakuler di detik terakhir yang menggagalkan upaya Chris Ledlum.
Duel kedua tim sendiri menjadi salah satu laga paling dinanti karena keduanya tengah bersaing ketat di papan atas klasemen. Zenit datang dengan modal dua kemenangan beruntun di bawah asuhan Dusko Ivanovic, sementara Lokomotiv berambisi melanjutkan tren positif di hadapan pendukung sendiri.
Di Jerman, kata zenit bahkan dipakai sebagai slogan koreografi suporter Union Berlin untuk merayakan dua dekade kelompok ultras muda mereka, Teen Spirit Köpenick, dengan spanduk bertuliskan “Seit 20 Jahren bist du der Zenit unserer Jugend” yang berarti dua puluh tahun dirimu adalah puncak masa muda kami.
Kesimpulan
Kisah Claudinho menunjukkan bagaimana zenit dikenal sebagai klub yang keras dalam negosiasi, baik saat membeli maupun melepas pemain. Ketegasan itu terbukti menguntungkan secara finansial, tetapi sekaligus menutup peluang sang pemain kembali ke Brasil. Sementara di cabang lain, nama zenit terus hadir sebagai identitas klub maupun simbol semangat dalam dunia olahraga.
