Timnas Vietnam Curi Perhatian Jelang Piala Asia 2027: Pilih Lawan Lemah, Media Thailand pun Heran
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Langkah persiapan tim nasional sepak bola Vietnam menuju Piala Asia 2027 mendadak menjadi sorotan publik sepak bola Asia Tenggara. Bukan karena gebrakan besar, melainkan karena pilihan lawan uji coba yang dianggap terlalu ringan. Skuad asuhan Kim Sang-sik dijadwalkan menjalani laga persahabatan pada kalender FIFA Matchday November 2026 di Stadion Thien Truong, Ninh Binh, Vietnam, dengan dua tim undangan yang sudah dipastikan hadir, yakni Taiwan dan Kirgistan.
Agenda tersebut langsung memantik reaksi dari media olahraga Thailand, BallThai, yang secara khusus mengulas persiapan tim nasional sepak bola Vietnam itu. Media Negeri Gajah Putih tersebut tampak keheranan karena The Golden Star justru tidak memilih tim-tim kuat sebagai bahan pemanasan menuju turnamen bergengsi di Arab Saudi tersebut. Pasalnya, Taiwan berada di peringkat 176 dunia, sementara Kirgistan menempati posisi 104 dalam ranking FIFA, sedikit di bawah Vietnam yang kini berada di peringkat 99 dunia.
Laporan The Thao 247 pada Senin (19/10/2026) menyebut media Thailand bereaksi keras terhadap pilihan lawan yang dinilai lemah oleh tim nasional sepak bola Vietnam. Bagi sejumlah pengamat, uji coba melawan tim berperingkat lebih rendah berisiko kurang mengasah ketajaman skuad sebelum menghadapi lawan-lawan tangguh di Piala Asia 2027. Namun, dari kacamata tim pelatih, pertandingan ini tetap menjadi sarana krusial untuk mengevaluasi komposisi pemain serta memantapkan taktik.
Momen uji coba ini digelar tak lama setelah tim nasional sepak bola Vietnam merampungkan kiprah mereka di FIFA ASEAN Cup 2026 dan pulang tanpa meraih gelar apa pun. Kegagalan tersebut tentu meninggalkan pekerjaan rumah besar bagi Kim Sang-sik, yang berupaya membenahi lini demi lini sebelum tampil di panggung Asia. Uji coba di Ninh Binh pun menjadi ajang pembuktian bagi para pemain muda sekaligus kesempatan bagi sang pelatih asal Korea Selatan itu untuk mencoba sejumlah skema baru.
Dinamika yang terjadi di internal tim nasional sepak bola Vietnam juga tak lepas dari perhatian negara-negara tetangga. Posisi Vietnam di peringkat 99 dunia menjadikannya salah satu kekuatan utama di kawasan, sehingga setiap langkah persiapannya selalu menjadi fokus pemantauan. Bagi Thailand, keputusan Vietnam memilih lawan ringan bisa dibaca sebagai strategi membangun kepercayaan diri pemain, atau justru sebagai tanda kehati-hatian berlebihan.
Terlepas dari polemik tersebut, publik Vietnam berharap para pemain mampu memanfaatkan setiap menit uji coba dengan maksimal. Dua laga pada November nanti akan menjadi tolok ukur awal sebelum tim nasional sepak bola Vietnam melangkah ke persiapan final menuju Piala Asia 2027. Jika mampu menyapu bersih kedua pertandingan, kepercayaan diri skuad dipastikan meningkat, meski tetap ada tuntutan untuk menguji diri melawan tim yang lebih kuat pada kesempatan berikutnya.
Isu lain yang turut mewarnai peta pelatih di kawasan adalah keputusan Hajime Moriyasu yang menolak tawaran menangani Timnas Malaysia. Pelatih berusia 58 tahun itu dikabarkan lebih memilih melanjutkan karier di Eropa setelah kontraknya bersama Asosiasi Sepak Bola Jepang berakhir pada 28 Februari 2027, tepat setelah Piala Asia. Ia bahkan disebut berambisi menjadi pelatih Jepang pertama yang menangani klub Eropa. Situasi ini sedikit banyak memengaruhi dinamika persaingan di Asia Tenggara, termasuk bagaimana Vietnam dan negara lain menyusun strategi jangka panjang mereka.
Sebagai kesimpulan, persiapan tim nasional sepak bola Vietnam menuju Piala Asia 2027 memang masih menyisakan tanda tanya, terutama soal kualitas lawan uji coba. Pilihan menghadapi Taiwan dan Kirgistan boleh saja dikritik, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan Kim Sang-sik dan staf pelatihnya. Yang jelas, publik sepak bola Asia Tenggara akan terus menyoroti setiap langkah The Golden Star, karena performa mereka di Piala Asia 2027 nanti akan menjadi cermin kekuatan sepak bola kawasan.
