PSIM Yogyakarta Uji Mental Lawan Bhayangkara FC Tanpa Van Gastel, Modal Fondasi Jadi Andalan
Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | PSIM Hadapi Bhayangkara FC dengan Persiapan Terbatas menjadi ujian sesungguhnya bagi Laskar Mataram di pekan keenam BRI Super League 2026/2027. Laga yang digelar di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa (20/10/2026) pukul 19.00 WIB itu menjadi pertandingan pertama PSIM Yogyakarta setelah resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Jean-Paul van Gastel. Waktu persiapan yang mepet pasca laga melawan PSM Makassar membuat tim pelatih harus memutar otak meracik strategi dalam hitungan hari.
Pelatih sementara PSIM, Guntur Cahyo Utomo, mengakui bahwa anak asuhnya belum memiliki banyak kesempatan untuk berlatih bersama usai menghadapi PSM. Meski demikian, ia menegaskan bahwa fondasi permainan yang telah dibangun selama kepemimpinan Van Gastel masih bisa menjadi bekal berharga untuk melanjutkan kompetisi. Menurutnya, pendekatan taktik yang sudah tertanam kuat menjadi modal utama menghadapi Bhayangkara FC yang dikenal memiliki kedalaman skuad mumpuni.
“Waktu persiapan memang sangat terbatas, tetapi kami tidak bisa menjadikan itu alasan. Fondasi permainan yang sudah ada harus kami lanjutkan dan sesuaikan dengan kondisi pemain,” ujar Guntur dalam konferensi pers menjelang pertandingan pada Senin (19/10/2026). Ia menambahkan bahwa fokus utama tim saat ini adalah memulihkan kebugaran pemain dan menjaga mentalitas bertanding setelah kekalahan dari PSM.
PSIM Hadapi Bhayangkara FC dengan Persiapan Terbatas juga menjadi sorotan karena absennya sejumlah pemain kunci. Meski tidak merinci nama, Guntur menyebut ada beberapa pemain yang masih dalam pemulihan cedera. Kondisi ini memaksa staf pelatih melakukan rotasi dan memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk tampil. “Kami punya skuad yang cukup dalam. Pemain muda sudah siap jika diberi kepercayaan,” tegasnya.
Di sisi lain, Bhayangkara FC datang dengan modal kemenangan pada laga sebelumnya. Tim asuhan pelatih anyar itu diprediksi akan tampil agresif sejak menit awal. Namun, Guntur menilai anak asuhnya sudah memahami karakter permainan lawan. Ia menyiapkan skema pertahanan rapat dan serangan balik cepat untuk membongkar lini belakang Bhayangkara yang kerap naik membantu penyerangan.
Persiapan terbatas yang dialami PSIM Hadapi Bhayangkara FC dengan Persiapan Terbatas bukan berarti tanpa peluang. Statistik pertemuan kedua tim menunjukkan keseimbangan. Dalam lima pertemuan terakhir, PSIM mencatat dua kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan. Catatan ini menjadi motivasi tersendiri bagi pemain untuk meraih hasil positif di kandang Bhayangkara.
Berikut perbandingan performa kedua tim dalam lima laga terakhir BRI Super League 2026/2027:
| Tim | Menang | Seri | Kalah | Gol |
|---|---|---|---|---|
| PSIM Yogyakarta | 2 | 1 | 2 | 6-5 |
| Bhayangkara FC | 3 | 1 | 1 | 8-4 |
Meski secara statistik Bhayangkara FC lebih diunggulkan, PSIM Hadapi Bhayangkara FC dengan Persiapan Terbatas tetap membawa misi bangkit. Guntur menekankan pentingnya efisiensi waktu latihan. Ia memilih fokus pada taktik transisi dan penyelesaian akhir, mengingat peluang yang didapat dalam laga nanti diperkirakan tidak akan banyak.
“Kami sudah menganalisis rekaman pertandingan Bhayangkara. Ada celah yang bisa kami manfaatkan. Kuncinya adalah disiplin dan konsentrasi penuh selama 90 menit,” imbuh pelatih yang sebelumnya menangani tim akademi PSIM tersebut.
Dukungan suporter juga menjadi faktor penting. Meski bermain di kandang lawan, sejumlah suporter PSIM dijadwalkan hadir langsung di Bandar Lampung. Manajemen berharap dukungan moral ini bisa menambah semangat pemain di lapangan. Panitia pertandingan sendiri telah menyiapkan pengamanan ekstra untuk mengantisipasi kerumunan suporter kedua tim.
Menghadapi laga krusial ini, Guntur tidak mau menjanjikan hasil instan. Ia meminta publik untuk bersabar dan melihat proses yang sedang dibangun. Menurutnya, transisi kepelatihan membutuhkan waktu, tetapi tim berkomitmen memberikan penampilan terbaik di setiap pertandingan.
Dengan segala keterbatasan, PSIM Hadapi Bhayangkara FC dengan Persiapan Terbatas menjadi cermin kesiapan mental dan taktik tim. Jika mampu memaksimalkan fondasi permainan warisan Van Gastel serta memanfaatkan peluang dengan efisien, bukan tidak mungkin PSIM Yogyakarta pulang membawa poin dari Lampung. Pertandingan nanti akan menjadi pembuktian bahwa keterbatasan persiapan bukan penghalang untuk meraih hasil maksimal.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Syaifullah
Sumber Berita: Suara Landak
