Kanada vs Peru: Kekalahan Memalukan Bicolor 0-2 di Montreal, Fleischman Sebut Bisa Jadi 0-4

Foto: Istimewa

Kanada vs Peru: Kekalahan Memalukan Bicolor 0-2 di Montreal, Fleischman Sebut Bisa Jadi 0-4

Kalimantan Update – 04 Oktober 2026 | Pertandingan kanada vs peru dalam laga amistoso FIFA di Saputo Stadium, Montreal, berakhir dengan kekalahan telak 0-2 bagi timnas Peru. Duel kanada vs peru ini menjadi pukulan berat bagi skuad asuhan Mano Menezes yang tampil tanpa daya sepanjang 90 menit, sekaligus membuka kembali luka lama soal masa depan sepak bola Peru menjelang kompetisi besar berikutnya.

Dua gol Kanada dicetak oleh Jacob Shaffelburg pada menit ke-19 dan ke-35. Gol pertama lahir dari kesalahan Oliver Sonne yang gagal menutup ruang di sisi kanan pertahanan, sementara gol kedua berawal dari rebound pendek kiper Diego Romero yang gagal mengantisipasi tembakan lawan. Kesalahan individu di lini belakang menjadi momok yang tak terhindarkan dalam pertemuan kanada vs peru kali ini.

Kritik Pedas Eddie Fleischman

Jurnalis olahraga senior Peru, Eddie Fleischman, melontarkan kritik tajam terhadap penampilan tim nasionalnya. Melalui akun media sosialnya, ia menyebut performa Peru sebagai “imagen deplorable” atau citra yang memalukan. Menurutnya, skor 0-2 bahkan terlalu tipis karena Kanada seharusnya bisa menang 0-4 tanpa kesulitan berarti.

“Perbedaan kondisi fisik sangat sideral. Kanada tanpa mengeluarkan tenaga penuh sudah mendominasi dengan nyaman. Tidak ada kesulitan berarti,” tulis Fleischman dalam cuitannya yang diikuti ribuan penggemar. Ia juga menyoroti statistik mencolok: penguasaan bola 58 persen untuk Kanada berbanding 42 persen untuk Peru, dengan total tembakan 14 berbanding 3, dan tidak ada satu pun tembakan Peru yang mengarah ke gawang.

Fleischman menilai Peru tampil tanpa identitas permainan. Bola hanya dialirkan lewat umpan panjang tanpa organisasi, tanpa mobilitas, dan tanpa kemampuan membangun serangan dari belakang. Ia bahkan menyamakan kualitas permainan ini dengan era pelatih sebelumnya, Juan Reynoso dan Jorge Fossati, yang kerap dikritik karena pendekatan taktik yang monoton.

Pengakuan Menohok Jesse Marsch

Di sisi lain, pelatih Kanada Jesse Marsch memberikan pernyataan yang tak kalah menyakitkan bagi kubu Peru. Dalam konferensi pers usai laga, ia mengaku bahwa timnya sengaja membuat lawan tampak buruk. “Berkat penampilan kami, kami membuat mereka terlihat seperti tim yang buruk,” ujar Marsch dengan nada percaya diri.

Marsch menambahkan bahwa identitas, kejelasan taktik, dan talenta di lapangan membuat timnya mampu mengendalikan pertandingan dan membuat lawan kehilangan peluang. Ia menyinggung pula bahwa Peru sebelumnya mampu memberi perlawanan kepada Meksiko dan Spanyol, sehingga kemenangan kanada vs peru ini menjadi bukti kualitas skuadnya. Meski demikian, Marsch mengakui timnya masih kurang tajam karena seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol.

Insiden Hymne dan Perubahan yang Tak Berdampak

Sebelum pertandingan kanada vs peru dimulai, terselip momen canggung yang langsung viral di internet. Penyanyi pop Kanada, Alessia Cara, yang ditunjuk membawakan lagu kebangsaan O Canada, lupa lirik di tengah penampilannya. Ia berhenti menyanyi dan tertawa kecil, memicu kekecewaan penonton yang kemudian bersorak tidak puas. Penyelenggara akhirnya memutar rekaman lagu kebangsaan dan penonton melanjutkan menyanyikan bersama.

Di lapangan, Mano Menezes mencoba mengubah nasib dengan melakukan lima pergantian pemain pada babak kedua, termasuk memasukkan Jesus Pretell dan Marco Huaman. Namun, perubahan itu tidak mengubah apa pun. Kanada tetap menguasai jalannya pertandingan, bahkan pada menit ke-77 penguasaan bola mereka meningkat menjadi 61 persen berbanding 39 persen.

Jadwal Berikutnya

Kekalahan ini menjadi hasil ketiga dalam rangkaian tur Amerika Utara bagi Peru, setelah sebelumnya kalah dari Amerika Serikat dan bermain imbang melawan Meksiko. Selanjutnya, Peru akan menghadapi Kolombia pada Selasa mendatang, sementara Kanada bersiap melakoni laga bergengsi melawan Amerika Serikat.

Bagi publik Peru, pertemuan kanada vs peru ini bukan sekadar kekalahan biasa. Ini adalah cermin ketertinggalan dalam aspek fisik, taktik, dan mental yang harus segera dibenahi jika ingin bersaing di panggung internasional. Tanpa pembenahan menyeluruh, hasil serupa berpotensi terulang di masa depan.

Secara keseluruhan, laga kanada vs peru meninggalkan dua wajah kontras: Kanada yang terus membangun identitas permainan modern di bawah Jesse Marsch, dan Peru yang masih terjebak dalam persoalan fundamental. Kemenangan 2-0 ini menegaskan bahwa jarak kualitas antara keduanya kini semakin lebar, dan kritik dari dalam negeri sendiri menjadi alarm keras bagi federasi sepak bola Peru untuk segera berbenah.

Tags: