Kalimantan Update – 20 Oktober 2026 | Tekanan kian meninggi di tubuh juventus setelah kekalahan telak 3-0 dari Lazio di Allianz Stadium akhir pekan lalu. Meski demikian, manajemen klub dilaporkan telah mengambil keputusan untuk tidak memecat pelatih Luciano Spalletti dalam waktu dekat, sekaligus menepis spekulasi kembalinya Antonio Conte ke Turin. Keputusan ini menjadi kabar baik bagi Manchester United, yang kini semakin percaya diri bahwa Conte siap menggantikan Michael Carrick di Old Trafford.
Kekalahan dari Lazio membuat posisi juventus terpuruk di peringkat kedelapan Serie A, terpaut delapan poin dari pemuncak klasemen Inter Milan. Hasil tersebut bahkan lebih buruk dibandingkan periode yang sama musim lalu, yang berujung pada pemecatan Igor Tudor dan pengangkatan Spalletti. Sang pelatih, yang menyaksikan laga dari tribun karena menjalani hukuman larangan mendampingi tim, mengakui bahwa ia tidak lagi yakin para pemainnya mengikuti arahannya.
Kritik pun datang dari mantan manajer umum juventus, Luciano Moggi. Ia menilai tim bukan sekadar bermain buruk, melainkan tidak tampil sama sekali. Moggi menyoroti pernyataan publik kapten tim Gleison Bremer yang mengkritik rekan-rekannya, dan menegaskan bahwa persoalan utama terletak pada kepemimpinan tim, bukan semata-mata pada performa di lapangan.
Conte Memilih Jalan ke Inggris
Di tengah desakan sebagian pendukung agar juventus mendatangkan kembali Antonio Conte, pelatih asal Italia itu justru dikabarkan telah menyatakan kesiapannya mengambil alih Manchester United dengan segera. Perantara yang bekerja untuk Conte dilaporkan telah memperbarui kontak dengan petinggi United untuk menegaskan minatnya. Conte dikenal sangat mengagumi Premier League setelah meraih kesuksesan bersama Chelsea sebelumnya.
Namun, keputusan United pada musim panas lalu untuk memberikan kursi pelatih secara permanen kepada Carrick, setelah ia membawa tim finis di posisi ketiga, sempat menutup peluang tersebut. Kini, dengan awal musim yang mengecewakan, pintu bagi Conte kembali terbuka lebar, dan juventus tampaknya tidak berniat menghalangi langkah tersebut.
Masalah Cedera Menambah Beban
Persoalan di atas lapangan juga kian menumpuk. Winger Francisco Conceicao dipastikan absen sekitar empat minggu setelah mengalami dislokasi bahu dalam laga kontra Lazio. Pihak medis memilih perawatan konservatif tanpa operasi, dengan target kembalinya pemain asal Portugal itu pada laga melawan Venezia, 22 November mendatang.
Selama periode tersebut, juventus harus melakoni jadwal padat, termasuk lawatan ke markas Rennes, Lecce, dan Genoa, serta pertandingan melawan AZ Alkmaar dan Fiorentina. Spalletti diperkirakan akan mengandalkan Zhegrova untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Conceicao. Di tengah badai cedera dan hasil buruk domestik, satu-satunya sinar terang datang dari ajang Liga Europa, di mana juventus masih sempurna dengan dua kemenangan, termasuk kemenangan langka 2-1 atas Celta Vigo di Spanyol.
Bayang-Bayang Inzaghi
Meski manajemen masih memberi kesempatan kepada Spalletti untuk memperbaiki keadaan, sejumlah skenario alternatif mulai disiapkan. Nama Simone Inzaghi, yang kini menukangi Al Hilal, muncul sebagai kandidat kuat untuk musim depan, bersama Francesco Farioli dari Porto. Inzaghi disebut mungkin bersedia melepaskan sebagian keistimewaan finansial di Arab Saudi demi kembali bersaing di level tertinggi Eropa, terlebih kontraknya bersama Al Hilal berakhir pada akhir musim ini.
Periode beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu. Hasil di Serie A dan Liga Europa akan menentukan apakah manajemen tetap setia kepada Spalletti atau mulai beralih ke rencana jangka panjang. Laga melawan Rennes pada Kamis malam menjadi ujian awal, sebelum juventus bertandang ke Lecce dan Genoa.
Yang jelas, juventus kini berada di persimpangan jalan. Dengan tekanan dari suporter, kritik dari figur senior, krisis cedera, dan spekulasi pelatih baru yang terus menghantui, stabilitas klub akan diuji dalam waktu dekat. Keputusan untuk mempertahankan Spalletti sementara waktu memberi ruang bagi sang pelatih membuktikan diri, namun tanpa perbaikan hasil, bayang-bayang pergantian kursi pelatih akan terus menjadi sorotan utama di Turin.

