Nick Woltemade Terpuruk di Juventus, Matthäus Sebut Satu Jalan Keluar yang Tak Terduga
Kalimantan Update – 21 Oktober 2026 | Nama nick woltemade kembali menjadi perbincangan hangat di jagat sepak bola Eropa. Penyerang timnas Jerman berusia 24 tahun itu kini berada di titik terendah kariernya, terpuruk bersama Juventus Turin setelah sebelumnya juga gagal bersinar di Newcastle United. Situasi ini memunculkan pertanyaan besar: akankah masa depan nick woltemade segera menemukan jalan terang, atau justru semakin tenggelam dalam pusaran krisis klub yang tak berkesudahan?
Sejak bergabung dengan Juventus sebagai pemain pinjaman pada hari terakhir bursa transfer, harapan besar sempat disematkan pada sang striker. Namun kenyataan berbicara lain. Dalam lima penampilan di Serie A, nick woltemade hanya mengumpulkan 123 menit bermain tanpa satu pun gol atau assist. Pelatih Luciano Spalletti lebih sering menempatkannya sebagai pemain pengganti, dan ketika diberi kesempatan, sang pemain gagal memanfaatkannya dengan maksimal.
Puncak kekecewaan terjadi saat Juventus dipermalukan Lazio Roma 0-3 di kandang sendiri. Woltemade dimasukkan pada babak kedua sebagai ujung tombak, tetapi hanya menyentuh bola 13 kali dan menyia-nyiakan peluang emas. Media Italia, La Gazzetta dello Sport, bahkan memberikan vonis pedas terhadap penampilannya, menyebut sang penyerang Jerman itu melewatkan kans terbaik Juventus malam itu.
Krisis yang melanda Juventus turut memperkeruh situasi. Tekanan terhadap Spalletti semakin besar, dan muncul spekulasi bahwa pergantian pelatih akan segera terjadi. Jika itu benar, maka Woltemade berpotensi menghadapi manajer keempatnya dalam kurun waktu lima bulan saja. Sebelumnya ia sempat bekerja dengan Matthias Jaissle sebelum menandatangani kontrak bersama Spalletti pada September.
Jalan Keluar yang Diisyaratkan Matthäus
Legenda timnas Jerman, Lothar Matthäus, angkat bicara mengenai situasi pelik ini. Ia membandingkan nasib Woltemade dengan Niclas Füllkrug, penyerang Jerman yang gagal di Inggris bersama West Ham dan di Italia bersama AC Milan, namun kembali bersinar setelah pulang ke Werder Bremen. Kini Füllkrug memimpin daftar pencetak gol Bundesliga dengan enam gol.
“Situasinya mirip dengan yang dialami Niclas Füllkrug. Dia pergi ke Inggris, tetapi tidak berhasil. Lalu ke Italia, juga tidak berhasil. Lantas bagaimana? Kembali ke Jerman?” ujar Matthäus dalam sebuah acara bersama mitranya, Interwetten.
Namun, kepulangan nick woltemade ke Bundesliga bukan tanpa hambatan. Matthäus menyoroti besarnya gaji sang pemain di Liga Primer serta harga transfer yang pernah mencapai 75 juta euro saat Newcastle memboyongnya dari VfB Stuttgart pada musim panas 2025. “Saya tidak tahu apakah sekarang ada yang mau membayar 60 juta euro untuknya,” katanya.
Lebih lanjut, Matthäus menegaskan bahwa jika ada klub Jerman yang berminat, Woltemade harus bersedia menurunkan tuntutan gajinya. “Bagi Füllkrug, melepaskan sebagian penghasilannya ternyata sepadan. Dia kembali tersenyum di Bremen. Itu menunjukkan bahwa uang tidak boleh menjadi hal terpenting,” tuturnya.
Newcastle Menutup Pintu Pulang
Harapan untuk memutus pinjaman lebih awal pun tampaknya tertutup rapat. Newcastle United dilaporkan menolak segala skenario pengakhiran masa peminjaman sebelum waktunya. Klub berjuluk The Magpies itu bahkan dikabarkan tidak memberikan opsi keluar kepada Juventus untuk mengakhiri pinjaman yang berlangsung hingga musim panas 2027.
Dengan demikian, nick woltemade pada praktisnya terpaksa bertahan di Turin dan berjuang keras merebut tempat di bawah asuhan Spalletti. Satu-satunya jalan adalah membuktikan diri, meski peluang yang diberikan terbilang minim.
| Statistik Woltemade di Juventus | Jumlah |
|---|---|
| Penampilan Serie A | 5 |
| Menit bermain | 123 |
| Gol | 0 |
| Assist | 0 |
Mantan bintang Juventus dan Middlesbrough, Fabrizio Ravanelli, turut menyoroti kebutuhan klub akan striker tajam. “Kami butuh seorang penyerang tengah yang bisa mencetak 15-20 gol,” tegasnya, sebuah sindiran tak langsung terhadap minimnya kontribusi lini depan Bianconeri.
Di sisi lain, komentator TNT Sports, Don Hutchison, menyuarakan harapan agar Woltemade segera menemukan pelatih yang mampu menempatkannya pada posisi yang tepat. “Saya hanya berharap ada manajer yang bisa menemukan posisi yang tepat untuk Nick Woltemade,” ujarnya saat menjadi komentator.
Perjalanan karier nick woltemade memang sedang diuji. Setelah tersisih di Newcastle, mengecewakan di Piala Dunia, dan kini terpuruk di Juventus, sang pemain membutuhkan keberuntungan sekaligus keberanian untuk mengambil keputusan besar demi masa depannya.
Kesimpulannya, masa depan Woltemade berada di persimpangan. Kembali ke Bundesliga tampak sebagai solusi paling logis, mengikuti jejak sukses Füllkrug, namun hal itu menuntut pengorbanan finansial yang tidak kecil. Tanpa menit bermain yang cukup dan tanpa kepercayaan dari pelatih, sulit bagi penyerang muda ini untuk bangkit. Kini bola berada di tangan Woltemade: bertahan dan berjuang di Juventus, atau berani menurunkan ego dan gaji demi menemukan kembali senyum di Jerman.
