JRF 2026 Digelar Akhir Pekan Ini, CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan dan Hujan Buatan Disiapkan
Kalimantan Update – 22 Oktober 2026 | Jakarta Running Festival (JRF) 2026 akan menjadi pusat perhatian warga Jakarta pada akhir pekan ini, 24–25 Oktober 2026. Ajang lari internasional tersebut tidak hanya menarik ribuan pelari, tetapi juga berdampak pada sejumlah kebijakan penting di ibu kota, mulai dari peniadaan Car Free Day (CFD) hingga operasi modifikasi cuaca. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun bergerak cepat memastikan gelaran JRF berjalan lancar dan nyaman bagi semua pihak.
CFD di Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said Ditiadakan
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta resmi meniadakan pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau CFD di Jalan Jenderal Sudirman–Jalan MH Thamrin dan Jalan HR Rasuna Said pada Minggu, 25 Oktober 2026. Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menyatakan kebijakan ini diambil karena adanya kegiatan internasional JRF 2026 yang memerlukan pengaturan lalu lintas dan pengamanan khusus.
“HBKB Jalan Jenderal Sudirman–Jalan MH Thamrin dan Jalan HR Rasuna Said pada Ahad, 25 Oktober 2026, ditiadakan,” ujar Budi di Jakarta, Rabu (21/10/2026). Ia menjelaskan bahwa peniadaan CFD mengacu pada Pasal 5 ayat (1) Pergub Provinsi DKI Jakarta Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan HBKB, yang menyebutkan bahwa CFD dapat dibatalkan jika pada waktu bersamaan dilaksanakan kegiatan bersifat nasional atau internasional.
CFD di Lima Wilayah Tetap Berjalan
Meskipun CFD di kawasan utama ditiadakan, warga Jakarta tetap dapat menikmati HBKB di sejumlah lokasi alternatif. Dishub DKI memastikan CFD tingkat kota tetap dilaksanakan di Jalan Sultan Iskandar Muda (Jakarta Barat), Jalan Suryopranoto (Jakarta Pusat), Jalan Danau Sunter Selatan (Jakarta Utara), Jalan Puri Kembangan (Jakarta Barat), dan Jalan Pemuda (Jakarta Timur). Kelima lokasi tersebut akan beroperasi mulai pukul 05.30 hingga 09.00 WIB.
“Jadi mau ke HBKB atau Jakarta Running Festival, kita ramaikan acara tersebut,” kata Budi. Dengan demikian, masyarakat memiliki pilihan untuk tetap berolahraga di wilayahnya masing-masing atau menyaksikan langsung kemeriahan JRF 2026.
Modifikasi Cuaca untuk Jakarta Lebih Sejuk
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah memerintahkan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada 22–23 Oktober 2026 untuk mengantisipasi cuaca panas menjelang JRF dan konser Ye Live in Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada 24 Oktober 2026. Ia meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menjalankan operasi tersebut.
“Saya sampaikan tanggal 24–25 kan ada acara yang bersifat internasional, yaitu Jakarta Running Festival dan konser Ye. Saya sudah memerintahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana untuk melakukan OMC pada tanggal 22–23,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (21/10/2026). Ia berharap cuaca Jakarta menjadi lebih sejuk sebelum JRF digelar, dan jika memungkinkan hujan dapat diturunkan hingga 25 Oktober.
Strava: 33 Persen Pelari Berlatih Berkelompok
Menjelang JRF 2026, data aktivitas pengguna Strava di Indonesia menunjukkan bahwa 33 persen aktivitas lari selama persiapan dilakukan secara berkelompok. Selain itu, 92 persen peserta yang menyelesaikan JRF 2025 dan mencatat aktivitasnya di Strava tercatat sebagai anggota Strava Club. Data ini menggambarkan pentingnya peran komunitas dalam perjalanan para pelari menuju garis finis.
Pelari rata-rata berlatih setidaknya tiga hari dalam sepekan selama masa persiapan, dengan durasi 52 menit per sesi pada hari kerja dan meningkat menjadi satu jam 17 menit pada akhir pekan. Salah satu pelari inspiratif adalah Stanley Joewono, kreator Strava yang hidup dengan beta talasemia mayor dan tengah mempersiapkan diri untuk half marathon pertamanya di JRF 2026. “Awalnya, lari menjadi tantangan pribadi bagi saya untuk meningkatkan kebugaran. Momen yang membuat saya jatuh cinta pada lari adalah ketika saya menyadari bahwa lari menjadi bentuk meditasi terbaik bagi saya,” ujarnya.
Dampak dan Antusiasme Masyarakat
Peniadaan CFD di kawasan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said tentu memengaruhi rutinitas warga yang biasa berolahraga di sana. Namun, keputusan ini dinilai perlu demi kelancaran JRF 2026 yang berpusat di kawasan GBK. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, termasuk modifikasi cuaca, agar acara berjalan nyaman.
Dengan rangkaian persiapan yang matang, JRF 2026 diharapkan menjadi ajang lari yang sukses dan membanggakan, sekaligus mendorong gaya hidup sehat di kalangan masyarakat Jakarta. Warga pun diimbau untuk mematuhi rekayasa lalu lintas dan memanfaatkan lokasi CFD alternatif yang telah disediakan.
Secara keseluruhan, gelaran JRF 2026 bukan sekadar perlombaan lari, tetapi juga momentum bagi Jakarta untuk menunjukkan kemampuan dalam menyelenggarakan acara internasional. Dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas pelari, hingga sponsor, menjadi kunci suksesnya acara ini. Mari bersama-sama meramaikan Jakarta Running Festival 2026 dengan tetap menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan.
