Bima Arya Dorong Pembangunan Ekonomi Selaras dengan Kelestarian Lingkungan demi Indonesia Emas 2045
Kalimantan Update – 22 Oktober 2026 | Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Dalam forum bergengsi The 4th International Conference on Public Administration and Governance (ICoPAG) 2026 di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (21/10/2026), ia secara khusus menyoroti langkah strategis Bima Arya Dorong Pembangunan Ekonomi Selaras dengan Kelestarian Lingkungan sebagai agenda utama bagi seluruh pemerintah daerah di Indonesia.
Kepala Daerah Harus Pahami Arah Pembangunan
Dalam paparannya, Bima Arya menekankan bahwa kepala daerah perlu memahami visi besar Indonesia Emas 2045 dan menerjemahkannya ke dalam kebijakan konkret di tingkat lokal. Menurutnya, tanpa pemahaman yang jelas mengenai masa depan yang ingin diwujudkan, kebijakan pembangunan berisiko hanya mengejar angka pertumbuhan jangka pendek tanpa memperhitungkan dampak jangka panjang.
“Mengejar pertumbuhan ekonomi, tapi harus peduli juga pada lingkungan,” ujar Bima dalam sesi yang dihadiri akademisi, birokrat, dan praktisi tata kelola pemerintahan tersebut.
Ia mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang dicapai dengan mengorbankan lingkungan justru dapat membawa Indonesia menuju kondisi yang tidak diharapkan. Oleh karena itu, langkah Bima Arya Dorong Pembangunan Ekonomi Selaras dengan Kelestarian Lingkungan bukan sekadar wacana retoris, melainkan kebutuhan mendesak yang harus diwujudkan dalam setiap keputusan pembangunan daerah.
Membuka Peluang Ekonomi Tanpa Merusak Alam
Lebih lanjut, Bima menjelaskan bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus mampu membuka kesempatan ekonomi yang merata bagi masyarakat. Kebijakan yang tepat dinilai dapat menciptakan lapangan kerja, mendorong investasi, sekaligus menjaga daya dukung lingkungan dalam jangka panjang. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat dapat tumbuh tanpa harus mengorbankan sumber daya alam yang menjadi modal pembangunan generasi mendatang.
Ia juga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam menerjemahkan arahan pusat ke dalam kebijakan lokal yang kontekstual. Setiap daerah memiliki karakteristik lingkungan dan potensi ekonomi yang berbeda, sehingga pendekatan pembangunan tidak bisa diseragamkan. Kepala daerah dituntut mampu membaca kondisi wilayahnya dan merancang strategi yang adaptif.
Dalam konteks inilah, dorongan Bima Arya Dorong Pembangunan Ekonomi Selaras dengan Kelestarian Lingkungan menjadi relevan bagi seluruh daerah, baik yang berbasis sumber daya alam maupun yang mengandalkan sektor jasa dan industri. Keseimbangan antara eksploitasi dan konservasi menjadi kunci keberlanjutan pembangunan nasional.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
Forum ICoPAG 2026 sendiri menjadi ajang pertukaran gagasan mengenai tata kelola pemerintahan yang modern dan berkelanjutan. Kehadiran Bima Arya sebagai pembicara kunci menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendorong praktik tata kelola yang responsif terhadap tantangan lingkungan. Para peserta forum diajak untuk melihat pembangunan ekonomi bukan sebagai tujuan akhir, melainkan bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan.
Beberapa poin penting yang ditekankan dalam forum tersebut antara lain:
- Penyelarasan kebijakan pembangunan daerah dengan visi Indonesia Emas 2045.
- Penguatan kapasitas kepala daerah dalam merumuskan kebijakan berbasis keberlanjutan.
- Pembukaan peluang ekonomi yang merata tanpa mengorbankan daya dukung lingkungan.
- Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam pengawasan pembangunan.
Dengan pendekatan tersebut, harapan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan semakin terbuka. Gagasan Bima Arya Dorong Pembangunan Ekonomi Selaras dengan Kelestarian Lingkungan diharapkan menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun rencana pembangunan jangka menengah dan panjang.
Kesimpulan
Dorongan Bima Arya agar pembangunan ekonomi berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan menjadi pesan penting bagi seluruh pemerintah daerah. Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas bukanlah yang mengorbankan alam, melainkan yang mampu menyeimbangkan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan sumber daya. Melalui pemahaman yang utuh terhadap visi Indonesia Emas 2045, kepala daerah diharapkan mampu mengambil keputusan yang membuka peluang ekonomi sekaligus menjaga lingkungan untuk generasi mendatang. Langkah Bima Arya Dorong Pembangunan Ekonomi Selaras dengan Kelestarian Lingkungan pun menjadi fondasi menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: Suara Landak
