Persik vs PSS: Brace Ernesto Gomez Bikin Super Elja Pulang Hampa, Huistra Ngamuk Keputusan VAR

Foto: Istimewa

Persik vs PSS: Brace Ernesto Gomez Bikin Super Elja Pulang Hampa, Huistra Ngamuk Keputusan VAR

Kalimantan Update – 23 Oktober 2026 | Duel persik vs pss dalam lanjutan BRI Super League 2026/2027 berlangsung sengit di Stadion Brawijaya, Kediri, Kamis (22/10/2026) sore. Persik Kediri berhasil mengamankan tiga poin penuh usai menundukkan PSS Sleman dengan skor 2-1. Kemenangan tuan rumah tak lepas dari penampilan gemilang Ernesto Gomez Munoz yang mencetak brace alias dua gol dalam laga bertempo tinggi tersebut.

Pertandingan persik vs pss sejatinya berjalan terbuka sejak menit awal. Persik langsung mengambil inisiatif serangan dan nyaris membuka keunggulan pada menit ketiga melalui sepakan Imanol Garcia dari luar kotak penalti. Namun, bola hasil tendangan pemain bernama lain Imamol Garcia itu hanya membentur tiang kiri gawang PSS yang dikawal Pedro Caracoci.

Tekanan tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit kedelapan. Persik mendapatkan hadiah penalti setelah Christophe Nduwarugira melakukan pelanggaran terhadap pemain tuan rumah di dalam kotak terlarang. Nduwarugira juga menerima kartu kuning dalam insiden tersebut. Ernesto Gomez yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik, menaklukkan Caracoci dan membawa Persik unggul 1-0.

Tertinggal lebih dahulu, PSS Sleman berusaha merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Hiromu Tanaka beberapa kali mengirimkan umpan silang berbahaya ke dalam kotak penalti, namun barisan pertahanan Persik mampu memotong aliran bola sebelum berkembang menjadi ancaman serius. Melvyn Lorenzen sempat mendapatkan ruang untuk melepaskan tembakan tanpa pengawalan ketat, tetapi bola hanya melintas tipis di luar sasaran.

Persik sempat merayakan gol kedua pada menit ke-28 melalui Jose Enrique. Namun, setelah peninjauan VAR, gol tersebut dianulir karena Ernesto Gomez yang memberikan umpan kepada Enrique lebih dahulu berada dalam posisi offside. Keputusan ini sempat menjadi sorotan, meski pada akhirnya tak mengubah hasil akhir.

PSS akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-31. Melvyn Lorenzen menuntaskan peluang melalui skema serangan yang diawali umpan lambung Hiromu Tanaka. Bola sempat mengenai kaki Gustavo Toncantins sebelum mengarah kepada Lorenzen, yang kemudian mengubah skor menjadi 1-1. Gol tersebut membuat pertandingan kembali terbuka dan kedua tim saling jual beli serangan.

Namun, Persik mampu memanfaatkan peluang dengan lebih efektif pada penghujung babak pertama. Pada menit ke-42, Ernesto Gomez kembali mencatatkan namanya di papan skor. Gol keduanya berawal dari tembakan Bayu Otto yang membentur tiang gawang, dan bola muntah langsung disambar Gomez melalui sundulan. Skor 2-1 bertahan hingga turun minum dan tak berubah sampai laga usai.

Pelatih PSS Sleman, Huistra, mengaku kecewa dengan hasil pertandingan persik vs pss tersebut. Pelatih berpaspor Belanda itu menyoroti keputusan wasit yang memberikan penalti kepada lawan. Menurutnya, penalti tersebut terasa terlalu mudah diberikan dan menjadi salah satu momen yang merugikan timnya.

“Penalti yang diberikan agak terlalu mudah, saya pikir itu kurang beruntung dari sudut pandang kami,” tuturnya. Meski begitu, Huistra juga mengakui timnya melakukan kesalahan di lini pertahanan yang berujung gol lawan. Ia menilai PSS seharusnya tidak memberikan terlalu banyak kesempatan kepada lawan untuk menciptakan peluang.

“Kami kebobolan gol, ada kesalahan di lini pertahanan. Kami tidak boleh memberikan kesempatan dua atau tiga kali bagi lawan untuk melakukan tembakan bebas atau sundulan langsung ke gawang,” ujarnya.

Kendati kecewa, Huistra menilai PSS sebenarnya mampu tampil baik dan memiliki peluang untuk meraih hasil lebih positif. Menurutnya, kedua tim sama-sama menunjukkan permainan menyerang dan menciptakan sejumlah peluang. Ia bahkan memberikan pujian kepada Persik yang dinilainya bermain dengan cara yang bagus.

“Saya rasa kami kurang beruntung harus kalah di sini. Kami bermain dengan baik, begitu juga kedua tim. Saya juga harus memberikan pujian kepada Persik. Mereka bermain dengan cara yang bagus,” katanya. “Kami sangat tidak beruntung. Kami layak mendapatkan lebih. Kami bermain cukup baik untuk setidaknya mengamankan satu poin, atau bahkan menang di sini.”

Hasil dari laga persik vs pss ini membuat Persik Kediri mengoleksi 10 poin dan naik ke papan atas klasemen sementara. Sementara itu, PSS Sleman masih tertahan di peringkat ke-15 dengan empat poin. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Persik untuk menjaga momentum di pekan-pekan berikutnya.

Dari kubu PSS, kekalahan ini menambah catatan buruk dan menjadi pekerjaan rumah bagi Huistra untuk segera membenahi lini pertahanan. Konsistensi menjadi kunci jika Super Elja ingin keluar dari zona bawah klasemen. Sementara bagi Persik, efektivitas Ernesto Gomez di depan gawang menjadi senjata utama yang layak dipertahankan.

Secara keseluruhan, duel persik vs pss menyajikan pertandingan yang menghibur dengan tempo tinggi, drama penalti, dan keputusan VAR yang kontroversial. Persik keluar sebagai pemenang berkat ketajaman Ernesto Gomez, sementara PSS harus pulang dengan tangan hampa meski sempat menunjukkan perlawanan berarti sepanjang laga.

Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Tri Widodo
Sumber Berita: VIVA, Beritajatim, Liputan6, Bola.com