Trump Kecam LeBron James Soal Hymne, King James Balas dengan Comeback 29 Poin
Kalimantan Update – 23 Oktober 2026 | Kontroversi kembali meletus di panggung olahraga Amerika Serikat. Presiden Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap bintang Philadelphia 76ers, LeBron James, yang dinilainya tidak menghormati lagu kebangsaan Amerika Serikat sebelum pertandingan pembuka musim NBA melawan New York Knicks di Madison Square Garden, Selasa lalu. Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyertakan video yang memperlihatkan LeBron James seolah sedang berlatih ayunan golf dan melakukan gerakan menembak bola saat lagu The Star-Spangled Banner dikumandangkan.
“Saat mendengarkan lagu kebangsaan kita, LeBron James tidak menghormati negara kita! Saya sudah bilang sejak awal bahwa dia tidak bagus, sebuah AIB TOTAL,” tulis Trump dalam unggahannya. Ia pun menuntut sang pemain meminta maaf kepada para prajurit dan pahlawan Amerika yang gugur demi bendera negara. Kritik tersebut juga ia ulangi dalam pidato kampanye di Sioux City, Iowa, pada Kamis malam, sembari menyerukan boikot terhadap WNBA karena sejumlah pemain meninggalkan lapangan saat lagu kebangsaan berkumandang.
Namun, LeBron James memilih merespons dengan cara yang tenang dan penuh sindiran. Usai pertandingan, ia hanya tersenyum dan berujar singkat, “Sepertinya hari ini hari yang sepi berita di kantor.” Pernyataan itu disampaikan setelah ia tampil dalam laga kandang pertamanya bersama Sixers melawan mantan timnya, Cleveland Cavaliers, Kamis waktu setempat.
Yang menarik, pertandingan tersebut berlangsung dramatis. Sixers sempat tertinggal 29 poin sebelum akhirnya bangkit dan menang 114-106 atas Cavaliers. LeBron James, yang kini berusia 41 tahun dan menjalani musim ke-24 di NBA, mencatat 17 poin, 10 rebound, 5 asisten, dan 3 steal meski persentase tembakannya kurang optimal. Tyrese Maxey menjadi bintang dengan 32 poin dan 6 asisten, didukung Joel Embiid dengan 24 poin serta Jaylen Brown yang menambah 21 poin.
Sebelum lagu kebangsaan dinyanyikan oleh Boyz II Men, LeBron James terlihat berdiri dengan tangan di belakang punggung dan kepala tertunduk. Ia kemudian mendapat sambutan meriah dari sekitar 20 ribu penonton saat diperkenalkan. Pelatih Sixers, Nick Nurse, menegaskan bahwa timnya berusaha mengabaikan segala gangguan dari luar, termasuk pernyataan presiden yang muncul hanya beberapa jam sebelum laga kandang perdana.
“Saya rasa itu masuk dalam kategori kebisingan eksternal yang sudah kami hadapi,” kata Nurse. “Yang saya pedulikan hanyalah membawa para pemain ke lapangan latihan, ruang video, dan lapangan pertandingan. Fokus mereka luar biasa.”
Ketegangan antara Trump dan LeBron James bukanlah hal baru. Keduanya telah lama saling melempar kritik. Pada 2017, James mengecam Trump setelah undangan kunjungan Golden State Warriors ke Gedung Putih dicabut. Trump pun pernah menyebut James tidak cerdas dan menganggap Michael Jordan sebagai pemain yang lebih hebat. Kritik terhadap atlet, khususnya atlet kulit hitam, terkait sikap saat lagu kebangsaan juga pernah diarahkan Trump kepada Colin Kaepernick beberapa tahun silam.
Di sisi lain, ajang NBA musim ini juga diwarnai catatan menarik lainnya. Shai Gilgeous-Alexander mencatat 17 poin saat Oklahoma City Thunder menang 96-84 atas Denver Nuggets, memutus rentetan 141 pertandingan berturut-turutnya mencetak minimal 20 poin. Sementara itu, Aday Mara, pemain yang dipilih pada urutan ke-12 draft terakhir, menyumbang dua poin, tiga rebound ofensif, satu steal, dan satu blok dalam 12 menit 41 detik.
Hingga berita ini diturunkan, LeBron James dan pihak Sixers belum memberikan pernyataan resmi lebih lanjut terkait tuntutan maaf dari Presiden Trump. Namun, respons singkat sang bintang seolah menegaskan bahwa ia memilih fokus pada performa di lapangan ketimbang terlibat dalam perang komentar. Bagi LeBron James, jawaban terbaik atas kritik tampaknya bukanlah kata-kata, melainkan kemenangan dramatis yang ia persembahkan bersama rekan-rekannya di hadapan publik Philadelphia.
