ModalGadai Catat Pembiayaan Rp8,44 Miliar dalam Enam Bulan, Kinerja Koperasi Syariah dan Konvensional Tumbuh Seimbang
Kalimantan Update – 23 Oktober 2026 | Koperasi Multi Pihak (KMP) ModalGadai menorehkan kinerja positif pada periode awal operasionalnya. Tercatat, ModalGadai Catat Pembiayaan Rp8 44 Miliar dalam Enam Bulan melalui 120 fasilitas gadai yang disalurkan sepanjang April hingga September 2026. Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa model layanan gadai berbasis koperasi mampu menjawab kebutuhan pembiayaan masyarakat di tengah dinamika industri pegadaian nasional yang sedang tumbuh pesat.
ModalGadai Catat Pembiayaan Rp8 44 Miliar dalam Enam Bulan dengan komposisi yang relatif berimbang antara skema syariah dan konvensional. Berdasarkan data internal koperasi, pembiayaan syariah mencapai Rp4,38 miliar dari 61 transaksi, sementara skema konvensional membukukan Rp4,06 miliar melalui 59 transaksi. Keseimbangan ini menunjukkan bahwa anggota koperasi memiliki preferensi yang beragam, dan ModalGadai berupaya mengakomodasi kebutuhan tersebut melalui dua jalur layanan sekaligus.
Pertumbuhan Industri Pegadaian Nasional
Pencapaian ModalGadai Catat Pembiayaan Rp8 44 Miliar dalam Enam Bulan tidak lepas dari iklim industri pegadaian nasional yang sedang bergeliat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan industri pegadaian mencapai Rp156,61 triliun pada Agustus 2026, atau meningkat 44,60 persen secara tahunan. Angka ini menggambarkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan gadai sebagai alternatif pembiayaan yang cepat, mudah, dan terjangkau.
Dalam konteks tersebut, kehadiran koperasi seperti ModalGadai menjadi pelengkap bagi industri yang didominasi oleh pemain besar. Koperasi Multi Pihak dinilai memiliki keunggulan dalam hal kedekatan dengan anggota, sehingga dapat memberikan layanan yang lebih personal dan sesuai dengan karakteristik kebutuhan lokal.
| Skema Pembiayaan | Nilai Pembiayaan | Jumlah Transaksi |
|---|---|---|
| Syariah | Rp4,38 miliar | 61 transaksi |
| Konvensional | Rp4,06 miliar | 59 transaksi |
| Total | Rp8,44 miliar | 120 transaksi |
Layanan Dua Skema untuk Anggota
Pendiri sekaligus Ketua KMP ModalGadai, Muhammad Reza Alkhawarismi, menjelaskan bahwa penyediaan dua skema transaksi merupakan bagian dari komitmen koperasi untuk melayani anggota dengan kebutuhan yang berbeda. Menurutnya, sebagian anggota menginginkan transparansi akad yang sesuai prinsip syariah, sementara sebagian lainnya lebih memilih mekanisme konvensional yang sudah familiar.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap anggota mendapatkan layanan yang paling sesuai dengan preferensi dan kebutuhannya. Karena itu, kami menyediakan dua skema sekaligus, yaitu syariah dan konvensional, dengan proses yang tetap sederhana dan cepat,” ujar Reza dalam keterangannya.
Ia menambahkan, keberhasilan ModalGadai Catat Pembiayaan Rp8 44 Miliar dalam Enam Bulan ini tidak terlepas dari kepercayaan anggota serta dukungan tata kelola koperasi yang transparan. Ke depan, ModalGadai berencana memperluas jangkauan layanan, meningkatkan kapasitas digitalisasi, dan memperkuat literasi keuangan bagi anggota agar pemanfaatan fasilitas gadai semakin produktif.
Prospek dan Tantangan ke Depan
Meski mencatat kinerja menggembirakan, ModalGadai tetap menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari persaingan dengan lembaga pembiayaan lain hingga kebutuhan untuk menjaga kualitas aset dan manajemen risiko. Pengelola koperasi dinilai perlu memastikan bahwa setiap pembiayaan yang disalurkan didukung oleh analisis kelayakan yang memadai, sehingga pertumbuhan bisnis tetap sejalan dengan prinsip kehati-hatian.
Dari sisi industri, pertumbuhan pembiayaan pegadaian yang mencapai 44,60 persen secara tahunan menunjukkan bahwa sektor ini masih memiliki ruang ekspansi yang luas. Namun, pertumbuhan tersebut juga menuntut peningkatan tata kelola, perlindungan konsumen, dan inovasi layanan agar masyarakat mendapatkan akses pembiayaan yang adil dan berkelanjutan.
Pengamat koperasi menilai langkah ModalGadai menghadirkan dua skema layanan merupakan strategi yang tepat untuk menjangkau segmen anggota yang lebih luas. Dengan pendekatan tersebut, koperasi tidak hanya bersaing pada harga, tetapi juga pada kualitas layanan dan kedekatan hubungan dengan anggota.
Kesimpulan
ModalGadai Catat Pembiayaan Rp8 44 Miliar dalam Enam Bulan menjadi bukti bahwa koperasi multi pihak mampu berperan signifikan dalam ekosistem pembiayaan nasional. Dengan komposisi syariah dan konvensional yang berimbang, koperasi ini berhasil merespons keragaman kebutuhan anggota. Ke depan, keberlanjutan kinerja akan sangat bergantung pada kemampuan menjaga kualitas pembiayaan, memperkuat tata kelola, dan terus berinovasi agar tetap relevan di tengah persaingan industri pegadaian yang semakin dinamis.
Penulis: Rudi Hamdani
Editor: Syaifullah
Sumber Berita: Suara Landak
